Pengelolaan Metode Ishlah Pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an (KBMA) Masjid Nurul Qur’an Kabupaten Bandung

Authors

  • Lyana Nur Fitria PAI (Pendidikan Agama Islam)
  • ikin asikin
  • fitroh hayati

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.23968

Keywords:

Ishalah Method, Qur’anic reading ability, Qur’an Reading Learning Group (KBMA), adult and elderly learners.

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya umat Islam, khususnya pembelajar dewasa dan lansia, yang belum mampu membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif dengan karakteristik peserta didik dewasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Metode Ishlah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an (KBMA) Masjid Nurul Qur'an, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Metode Ishlah dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan dengan metode talaqqi, klasikal, individual, pengulangan (istikror), dan koreksi langsung, serta evaluasi yang berfokus pada ketepatan makhraj dan penerapan tajwid. Penerapan metode ini mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an peserta secara bertahap yang ditunjukkan oleh meningkatnya ketepatan bacaan, kelancaran, dan kepercayaan diri. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh kompetensi pengajar dan motivasi peserta, sedangkan keterbatasan waktu serta perbedaan kemampuan peserta menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, Metode Ishlah merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an pada pembelajar dewasa dan lansia di lingkungan pendidikan nonformal.

Abstract. This study was motivated by the fact that many Muslims, particularly adult and elderly learners, are still unable to read the Qur'an correctly in accordance with the rules of tajwid. This condition highlights the need for a learning approach that is adaptive to the characteristics of adult learners. The study aimed to analyze the management of the Ishlah Method in improving Qur'anic reading skills at the Qur'an Reading Learning Group (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an/KBMA) of Nurul Qur'an Mosque, Bandung Regency. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the Ishlah Method was managed through systematic instructional planning, implementation using talaqqi, classical and individual learning, repetition (istikror), and direct correction, followed by periodic evaluation focusing on makhraj accuracy and tajwid. The method gradually improved participants' reading accuracy, fluency, and self-confidence. Teacher competence and learners' motivation supported the learning process, whereas limited learning time and differences in participants' abilities became the main challenges. The findings indicate that the Ishlah Method is an effective approach to improving Qur'anic reading skills among adult and elderly learners in nonformal education settings.

References

Ansoriy, Z. (2021). Intellectual intelligence (IQ), Emotional intelligence (EQ), Spiritual intelligence (SQ), Al Quran.

Ayunda, V., & Jannah, A. M. (2024). Metode Pembelajaran yang Efektif dalam Pendidikan Dasar. 1(3), 259–273.

Gafur, A., Nurhasan, Switri, E., & Apriyanti. (2023). Pentingnya Ilmu Tajwid dalam Mempelajari Al-Qur’an. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(6), 13337–13343.

Hasnah, U., Hanifah, N., & Erfarizi, Z. M. (2025). TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(4), 7548–7559.

Kristanto, Y. (2024). Analysis of the Effectiveness of the Ishlah Method and Its Influence on the Ability to Read the Al-Quran. 8(4), 2405–2421. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.7389/http

Muslim, I. F., Ranam, S., & Priyono, P. (2022). Peningkatan Kemampuan Membaca Alquran dengan Pelatihan. PUNDIMAS: Publikasi Kegiatan Abdimas, 1(2), 70–73. https://doi.org/10.37010/pnd.v1i2.680

Remaja, P., Kasus, S., Remaja, M., Membaca, B., Azmi, N. I., Ashoumi, H., Islam, P. A., Kh, U., & Hasbullah, A. W. (2024). Journal of Education and Management Studies. 7(4).

Ridder, H.-G. (2014). Book Review: Qualitative data analysis. A methods sourcebook. Sage publications Sage UK: London, England.

Sugiyono, P. B. (2022). Memahami konsep ruang menurut Henri Lefebvre. SOSIOGLOBAL: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 6(2), 101–113.

Toha, A. A., Azis, A., Rao, Q. H., & Abdurrahman, A. (2024). Peran Penyuluhan Agama Dalam Mengatasi Buta Aksara Al-Quran Bagi Remaja. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 203–211.

Published

2026-07-30