Pengelolaan Program Pembiasaan Dzikir Pagi dan Petang dalam Membentuk Karakter Religius Siswa MTs Al-Amanah Islamic School Lembang

Authors

  • Haifa Nur Auliya Pendidikan Agama Islam

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.23960

Abstract

Abstract. The development of students' religious character is one of the primary objectives of Islamic education in responding to the challenges of modern society that influence students' spiritual and moral values. MTs Al-Amanah Islamic School (AIS) Lembang implements a morning and evening dhikr habituation program as part of its religious school culture. This study aimed to analyze the management of the morning and evening dhikr habituation program in developing students' religious character through the aspects of planning, implementation, evaluation, and the supporting and inhibiting factors. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the principal, homeroom teachers, and eighth-grade students. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that the program was systematically managed through objective setting, activity scheduling, the distribution of responsibilities between teachers and students, and periodic evaluation. The program was implemented routinely every school day before and after classroom learning activities. Supporting factors included the school's commitment, teachers' active involvement, a religious school environment, and students' prior habituation to dhikr, whereas inhibiting factors included students' lack of concentration, differences in religious awareness, and the influence of the external environment. The program contributed positively to the development of students' religious character, as reflected in improved discipline, obedience in worship, responsibility, the habit of performing dhikr, and greater spiritual awareness in daily life.

 

Keywords: Program Management; Morning and Evening Dhikr; Religious Character; Worship Habituation; Islamic Education.

Abstrak. Pembentukan karakter religius merupakan salah satu tujuan utama pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang memengaruhi nilai spiritual dan moral peserta didik. MTs Al-Amanah Islamic School (AIS) Lembang mengembangkan program pembiasaan dzikir pagi dan petang sebagai bagian dari budaya religius sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan program pembiasaan dzikir pagi dan petang dalam membentuk karakter religius siswa melalui aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wali kelas, dan siswa kelas VIII. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program dilaksanakan secara sistematis melalui penyusunan tujuan, jadwal kegiatan, pembagian tugas guru dan siswa, serta evaluasi berkala. Pelaksanaan program dilakukan secara rutin setiap hari sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar. Faktor pendukung meliputi komitmen sekolah, peran guru, lingkungan sekolah yang religius, serta pembiasaan sejak jenjang sebelumnya, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya fokus sebagian siswa, perbedaan tingkat kesadaran religius, dan pengaruh lingkungan di luar sekolah. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius siswa yang ditandai dengan meningkatnya kedisiplinan, ketaatan beribadah, tanggung jawab, kebiasaan berdzikir, dan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci: Pengelolaan Program; Dzikir Pagi dan Petang; Karakter Religius; Pembiasaan Ibadah; Pendidikan Islam.

References

[1] Annisa. (2024). Teori pembiasaan dalam perspektif Aristoteles dan Al-Ghazali terhadap pembentukan karakter. Jurnal Pendidikan Islam.
[2] Arikunto, S., & Jabar, C. S. A. (2018). Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoretis Praktis bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
[3] Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[4] Hasibuan, R. A. (2025). Pengelolaan program pembiasaan keagamaan dalam pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Islam.
[5] Lickona, T. (2013). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
[6] Mainuddin, dkk. (2023). Implementasi pendidikan karakter religius di sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
[7] Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). California: Sage Publications.
[8] Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[9] Mulyasa, E. (2017). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
[10] Rita Fiatnika, F. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif.
[11] Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Studi Kasus (R. Fadliah, Ed.; 1st ed.). Alfabeta.
[12] Nata, A. (2021). Akhlak Tasawuf dan Pendidikan Karakter. Jakarta: Rajawali Pers.
[13] Rahminawati, N., dkk. (2024). Implementasi fungsi manajemen dalam pengelolaan program pendidikan Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.
[14] Umar, B. (2019). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam. Jakarta: Amzah.
[15] Varadiza. (2022). Program pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter religius peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam.
[16] Vitrian. (2021). Model evaluasi CIPP dalam program pendidikan. Jurnal Evaluasi Pendidikan.
[17] Aprilia, S., & Sajari, D. (2022). Pembentukan karakter religius melalui pembiasaan shalat dhuha. TA'LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 5(2), 211–222.
[18] Arlini, R. R., & Hanif, M. (2025). Pembentukan karakter religius siswa melalui program Bina Pribadi Islam (BPI) di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT): Perspektif teori Thomas Lickona dan Ki Hadjar Dewantara. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(2), 1507–1518.
[19] Arrofi’, M. H., Rizqon, A., & Kusyairi, M. I. (2025). Integrasi nilai hablun minannas dan tepo seliro dalam pendidikan karakter Islam sebagai upaya pembentukan etika digital remaja. Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah, 4(2), 104–114.
[20] Nasution, F., Adella, M., Walidaini, I., Harahap, M., & Marselina, L. (2023). Pendidikan remaja dalam perspektif psikologi pendidikan dan peran guru bimbingan konseling. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 39–47.
[21] Nor, R., Denti, A. D., & Pratiwi, S. (2023). Manfaat berzikir terhadap kesehatan mental. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(6), 696–705
[22] Ravi Nadia Varadiza. (2022). Implementasi kegiatan dzikir pagi dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Islam Al-Hadi Sukoharjo Tahun Pelajaran 2021/2022. Skripsi, IAIN Surakarta.
[23] Pajaria, S. A., & Sulaiman. (2024). Peningkatan kontrol diri siswa terhadap kegiatan zikir pagi dan petang di SMPIT Dar El Iman Kota Padang. Al-Muaddib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 6(3).
[24] Mudzakkir, Romlah, & Mardiana, D. (2024). Implementation of the Islamic Program to Increase the Religiosity of Students. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 29(2).

Published

2026-07-30