Peran Orang Tua dalam Membiasakan Kesantunan Berbahasa pada Anak di Kampung Parakan Panjang Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i1.23109Keywords:
Peran Orang Tua, Kesantunan Berbahasa, AnakAbstract
Abstract. Language politeness is an important part in the formation of a child’s character which is greatly influenced by the role of the family, especially parents. This research is motivated by the continued discovery of impolite language behavior in children in everyday life, such as the use of harsh words, impolite intonation, and lack of respect for elders, which indicates that the role of parents in cultivating polite language in the family environment is not optimal. Parents have the responsibility to cultivate polite language through role models, guidance, education, supervision, and control of children’s language behavior. This study aims to describe the role of parents as role models, guides and educators, and supervisors in cultivating polite language in children aged 6-12 years in RW 02 Kampung Parakan Panjang Bandung. This study uses a qualitative approach with a case study method, with research subjects including parents, children, and community leaders of Koran Teacher. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that some parents have attempted to set an example and guide their children in using polite language in everyday life, but there are still parents who are not consistent in maintaining their speech, especially when angry or emotional, and are less than optimal in supervising and controlling their children’s use of language in social interactions and on gadgets. Therefore, it can be concluded that the role of parents as role models, guides, educators, and supervisors is very influential in cultivating polite language habits in children and needs to be done consistenly and continuously.
Abstrak. Kesantunan berbahasan merupakan bagian penting dalam pembetukan karakter anak yang sangat di pengaruhi oleh peran keluarga, khususnya orang tua. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku berbahasa anak yang kurang santun dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan kata-kata kasar, intonasi yang tidak sopan, serta kurangnya penghormatan kepada orang yang lebih tua, yang menunjukkan belum optimalnya peran orang tua dalam membiasakan kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab alam membiasakan penggunaan bahasa yang santun melalui keteladanan, pembimbingan, pendidikan, pengawasan, dan pengontrolan terhadap perilaku berbahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua sebagai teladan, pembimbing dan pendidik, serta pengawas dalam membiasakan kesantunan berbahasa pada anak usia 6-12 tahun di RW 02 Kampung Parakan Panjang Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan subjek penelitian meliputi orang tua, anak, dan tokoh masyarakat atau guru ngaji. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian orang tua telah berupaya memberikan teladan dan membimbing anak dalam menggunakan bahasa yang santun dalam kehidupan sehari-hari, namun masih ditemukan orang tua yang belum konsisten dalam menjaga tutur kata, terutama saat marah atau emosi, serta kurang optimal dalam melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap penggunaan bahasa anak dalam pergaulan dan penggunaan hp. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sebagai teladan, pembimbing, pendidik, dan pengawas sangat berpengaruh dalam pembiasaan kesantunan berbahasa anak dan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
References
al mahalli, imam J. (2017). TAFSIR JALALAIN. Sinar Baru Algensindo.
Al-Ghazali, I. (1100). Terjemahan Ihya Ulumuddin Jilid 1.pdf.
Isma Miftahul Jannah, Nan Rahminawati, & Heru Pratikno. (2023). Analisis Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Novel Si Anak Cahaya Karya Tere Liye. Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam, 129–136. https://doi.org/10.29313/jrpai.v3i2.3040
Manzilati, A. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma, Metode, Dan Aplikasi. Universitas Brawijaya Press.
Miyarso, E. (2017). Kultur Keluarga dan Kemampuan Berbahasa Anak. Dinamika Pendidikan, XXII(2), 97–111.
Naibaho, C. N., Tampubolon, F. A., Siburian, Y., Surip, M., William, J., Ps, I., Baru, K., Percut, K., Tuan, S., Serdang, K. D., & Utara, S. (2025). Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak Universitas Negeri Medan , Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 3(2), 150–161.
Oktavia, L. (2022). Penerapan Teori Belajar Behavioristik B . F Skinner dalam Memotivasi Siswa pada Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar. 53–61.
Putra, M. S. (2024). Analisis Teori Pendidikan Sosial Kognitif Albert Bandura dan Implikasinya Pada Pendidikan Sekolah Dasar. 3(1), 63–70.
Rahmah, A. Q. V., Salsabilah, N. R., & Sari, N. A. P. (2024). Pentingnya Pengetahuan Bahasa dan Adab Berinteraksi Sosial Menurut Pandangan Islam. Religion : Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(3), 28–37.
Rahmansyah, C., Asikin, I., & Al Ghazal, S. (n.d.). Metode Pendidikan Akhlak Dalam Buku “Akhlaqul Kariimah berdasarkan Mudaawamatu Dzikrillah” Karya Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul’arifin (Abah Anom). Retrieved https://journal.sbpublisher.com/index.php/imsak
Rasyad, M. R., Reza, M., Aqsa, S. Al, Sunan, U. I. N., Djati, G., Jl, B., Rasyad, M. R., Reza, M., & Saomi, M. (2023). Gunung Djati Conference Series , Volume 22 ( 2023 ) CONFERENCE SERIES LEARNING CLASS TAUHID AND AKHLAK PROSES PENCIPTAAN MANUSIA. 22, 198–214.
Sakila, S. M. (2024). Urgensi adab dalam belajar dan pembelajaran di dunia pendidikan. Journal Education and Government Wiyata, 2(3), 211.
Suyitno. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Konsep, Prinsip, dan Operasionalnya. Malang: Akademia Pustaka.
Tenri Awaru, A. O. (2021). Sosiologi Keluarga.
Tobing, M. S., & Nurjannah. (2024). Pola Asuh Anak Menurut Baumrind dengan Pola Asuh Perspektif Islam. 6, 1–20.
Zahrah, D. S., Hayati, F., & Khambali. (2021). Implikasi Pendidikan Menurut QS Ali Imran Ayat 35-37 tentang Cara Nabi Zakariya dalam Mendidik Anak Perempuan. Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam, 1(1), 36–42. https://doi.org/10.29313/jrpai.v1i1.157