Manajemen Program Pembiasaan Bai'at Sebagai Upaya Pengembangan Keberagamaan Santri Di Ma Persis 84 Ciganitri
Abstract
Abstract. This study examines the implementation of the bai'at habituation program as an effort to develop the religious character of students at MA Persis 84 Ciganitri, Bandung Regency. The program aims to shape students' character to exhibit Islamic morals (akhlaqul karimah) through the internalization of Islamic values conducted routinely. This study utilizes a qualitative descriptive approach, employing interviews, observations, and documentation as data collection methods. The findings reveal that the management of the bai'at habituation program involves four key stages: planning, organizing, implementation, and supervision. Factors influencing the program's effectiveness include active involvement of program managers, facility support, and student participation. The program's impact includes increased religious awareness and discipline among students in their daily lives. This study makes a significant contribution to the field of moral and Faith-based education by proposing a structured habituation strategy as an effective step to enhance students' character quality. The bai'at habituation program is designed to serve as an exemplary framework for other educational institutions to follow in fostering a generation that is faithful, devout, and morally upright.
Keywords: Bai'at habituation, students religiosity, Islamic character, moral education, and program management.
Abstrak. Penelitian ini mengkaji implementasi program pembiasaan bai’at sebagai upaya pengembangan keberagamaan santri di MA Persis 84 Ciganitri, Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah melalui internalisasi nilai-nilai Islami yang dilakukan secara rutin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa manajemen program pembiasaan bai’at melibatkan empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program meliputi keterlibatan aktif pengelola, dukungan fasilitas, serta partisipasi santri. Dampak yang dihasilkan mencakup peningkatan kesadaran religius dan kedisiplinan santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berperan signifikan dalam memperkaya wawasan dan pengembangan di bidang Pendidikan baik moral dan agama dengan mengusulkan strategi pembiasaan yang terstruktur sebagai langkah efektif untuk meningkatkan kualitas karakter peserta didik. Program pembiasaan bai’at diharapkan dapat berfungsi sebagai contoh atau pedoman bagi institusi pendidikan lainnya dalam upaya pembentukan generasi muda yang taat beragama, bertakwa, dan memiliki akhlak yang baik.
Kata Kunci: Pembiasaan bai’at, keberagamaan santri, karakter Islami, pendidikan moral, dan manajemen program.
References
Hadi, A., et al. (2024). Manajemen Program Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Santri. Jakarta: Pustaka Pesantren.
Mansyur, A., et al. (2021). Pendidikan Karakter Islami Berbasis Pembiasaan Bai'at di Pesantren. Yogyakarta: Penerbit Tarbiyah.
Ningsih, S. (2015). Implementasi Program Bai'at dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri. Bandung: Jurnal Pendidikan Islam.
Saepullah, M. (2015). Strategi Pembiasaan Nilai-Nilai Islam dalam Pendidikan Santri. Jakarta: Pustaka Tarbiyah.
Sudrajat, A. (2013). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam. Bandung: Pustaka Muslim.
Terry, G. R. (1993). Principles of Management. Homewood, IL: Richard D. Irwin.