HUBUNGAN PANDANGAN SISWA TENTANG METODE PEMBELAJARAN GURU PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA AL FALAH KOTA BANDUNG
Abstract
Abstract : His study aims to analyze the relationship between students' perceptions of Islamic Religious Education (PAI) teachers' teaching methods and students' learning motivation at SMA Al Falah Kota Bandung. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 90 eleventh-grade students, selected using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability. The findings revealed that the lecture method remains the primary teaching approach used by PAI teachers, but most students perceive it as monotonous and less engaging. In contrast, the discussion method is considered more appealing and can enhance student engagement in learning. The simple regression analysis indicated a significant relationship between students' perceptions of teaching methods and their learning motivation, with a correlation value of r = 0.558, classified as a moderate correlation. These findings confirm that varied and interactive teaching methods can significantly improve students' learning motivation. Therefore, it is recommended that teachers adopt more creative and engaging teaching strategies, such as project-based learning, interactive discussions, and the use of digital media, to create a more engaging and conducive learning environment for students.
Keywords: teaching methods, learning motivation, Islamic Religious Education, lecture method, discussion method
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pandangan siswa terhadap metode pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan motivasi belajar siswa di SMA Al Falah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian ini terdiri dari 90 siswa kelas XI, yang dipilih dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah masih menjadi metode utama yang digunakan oleh guru PAI, namun sebagian besar siswa menganggapnya monoton dan kurang menarik. Sebaliknya, metode diskusi dinilai lebih menarik dan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pandangan siswa terhadap metode pembelajaran dengan motivasi belajar siswa, dengan nilai korelasi r = 0,558 yang berada dalam kategori hubungan sedang.Temuan penelitian ini menegaskan bahwa metode pembelajaran yang bervariasi dan interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Oleh karena itu, disarankan agar guru lebih kreatif dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi interaktif, serta pemanfaatan media digital, guna menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan kondusif bagi siswa.
Kata Kunci: metode pembelajaran, motivasi belajar, Pendidikan Agama Islam, metode ceramah, metode diskusi
References
2. Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
3. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior. Pearson.
4. Sardiman, A. M. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
5. Schunk, D. H., Pintrich, P. R., & Meece, J. L. (2014). Motivation in Education: Theory, Research, and Applications. Pearson.
6. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
7. Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
8. Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
9. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
10. Sudjana, N. (2017). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.