Implementasi Kegiatan Pembiasaan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius Siswa
Abstract
Abstract. This research is motivated by the importance of character education, especially to form attitudes and behaviors that reflect religious values in the world of education. Elementary School Maleber Utara Bandung has implemented religious habituation activities such as 30-minute literacy through short letters of the Qur'an and asmaul husna in the guidance of the Qur'an, duha prayer, and congregational dzuhur prayer as evidence that its education has implemented and adjusted to the national education system. This research aims to: (1) Analyzing the planning process in religious habituation activities in shaping religious character, (2) Knowing the implementation process of religious habituation activities that are currently taking place, (3) Describing the evaluation process in religious habituation activities. The research subjects in this study are the principal and an Islamic education teacher. The methodology is qualitative and includes descriptive analytical approaches, data gathering methods via observation, interviews, and documentation studies. The results showed that the implementation of religious habituation activities in shaping religious character was carried out by: (1) Planning the formation of religious character habituation, (2) Implementation of religious habituation activities (3) Evaluation of religious habituation activities. Periodically, administrators and instructors participate in evaluations of the programs to determine how much they help shape the religious character of the pupils. It may be said that the religious character has improved significantly as a result of the use of this religious habituation exercise. The challenges of this religious habituation activity are in the external factors, namely the community environment and parenting patterns.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter, terutama untuk membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai religius dalam dunia pendidikan. Sekolah Dasar Maleber Utara Bandung telah melaksanakan kegiatan pembiasaan keagamaan seperti literasi 30 menit melalui al-qur’an surat-surat pendek dan asmaul husna dalam pembinaan al-qur’an, shalat duha, dan shalat dzuhur berjamaah sebagai bukti bahwa pendidikannya telah mengimplementasikan dan disesuaikan dengan sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis proses perencanaan pada kegiatan pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter religius, (2) Mengetahui proses pelaksanaan dari kegiatan pembiasaan keagamaan yang tengah berlangsung saat ini, (3) Menggambarkan proses evaluasi pada kegiatan pembiasaan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang meliputi pendekatan deskriptif analitis, prosedur pengumpulan data melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Kepala sekolah dan instruktur Pendidikan Agama Islam termasuk dalam topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini orang-orang yang melakukan latihan pembiasaan agama untuk mengembangkan karakter keagamaan: (1) Perencanaan pembentukan pembiasaan karakter religius, (2) Pelaksanaan kegiatan pembiasaan keagamaan (3) Evaluasi kegiatan pembiasaan keagamaan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara berkala dengan melibatkan guru dan kepala sekolah untuk menilai sejauh mana kegiatan ini berkontribusi terhadap pembentukan karakter religius siswa. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan pembiasaan keagamaan ini dapat disimpulkan bahwasanya terjadi peningkatan yang baik dalam karakter religiusnya. Adapun tantangan dari kegiatan pembiasaan keagamaannya ini dibagian faktor eksternal yaitu lingkungan masyarakat dan pola asuh orang tua.
References
[2] Fitriani, I. K. (2022). Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah. Jurnal Basicedu, 6(3), 4612–4621. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2913
[3] Hariyani, D., & Rafik, A. (2021). Pembiasaan Kegiatan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius di Madrasah. AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 32–50. https://doi.org/10.35719/adabiyah.v2i1.72
[4] Iii, B. A. B., Pendekatan, A., & Penelitian, J. (n.d.). Dr. Lexy J. Moleong, M.A, Metode Penelitian Kualitatif ,(PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002) 3 31. 31–44.
[5] Indriani, N., Suryani, I., & Mukaromah, ul. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Peserta Didik Di Sekolah Dasar. Khazanah Pendidikan , 17(1), 242–252. https://doi.org/10.30595/jkp.v17i1.16228
[6] Jannah, A. (2023). Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membina karakter Religius Siswa Sekolah Dasar. Pendidikan Dasar, VIII(I), 1–19.
[7] Laksana, S. D. (2016). Integrasi Empat Pilar Pendidikan (UNESCO) Dan Tiga Pilar Pendidikan Islam. Al-Idarah : Jurnal Kependidikan Islam. https://doi.org/10.24042/alidarah.v6i1.789
[8] Puspitasari, N., Relistian. R, L., & Yusuf, R. (2022). Peran Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik. Atta’dib Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 57–68. https://doi.org/10.30863/attadib.v3i1.2565
[9] Somad, M. A. (2021). Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Anak. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 13(2), 171–186. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v13i2.882
[10] Suastika, I. N. (2022). Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(2), 291–300. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPP/article/view/46959
[11] Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.