Persepsi Siswa terhadap Program Sekolah Mengaji Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur`ān di SMP Penida Katapang Bandung

  • Dewi Juliyanti Pendidikan Agama Islam
  • Aep Saepudin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung
  • Nadri Taja Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung
Keywords: Persepsi siswa, Program Sekolah Mengaji, kuantitatif deskriptif

Abstract

Abstract The Qur`anic Learning Program is a policy implemented by the Bandung Regency Government aimed at reducing Qur`an illiteracy among elementary and middle school students. Many students struggle to read the Qur`an, partly due to their low perception of the importance of Qur`anic education. Student perceptions influence the effectiveness of the program, motivation, and learning outcomes. This study aims to analyze the perceptions of students at SMP Penida Katapang regarding the Quranic Learning Program, using a quantitative approach with a descriptive method. The research population consists of 90 eighth-grade students selected through total sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire. The findings indicate that 40% of students have a positive perception, with high scores in the indicators of acceptance, understanding, and evaluation. These results suggest that the program is well-received and relevant in enhancing Qur`an reading skills, and that positive perceptions can improve the program's effectiveness, particularly in the application of tajwid rules.

Abstrak Program Sekolah Mengaji adalah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengurangi buta huruf al-Qur`ān di kalangan siswa SD dan SMP. Banyak siswa yang kesulitan membaca al-Qur`ān, salah satunya disebabkan oleh rendahnya persepsi mereka terhadap pentingnya pembelajaran tersebut. Persepsi siswa mempengaruhi efektivitas program, motivasi, dan hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa SMP Penida Katapang terhadap Program Sekolah Mengaji, dengan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 90 siswa kelas VIII yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa memiliki persepsi positif, dengan skor tinggi pada indikator penerimaan, pemahaman, dan penilaian. Temuan ini menunjukkan bahwa program diterima dengan baik dan relevan dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur`ān serta persepsi positif dapat meningkatkan efektivitas program, khususnya dalam penerapan aturan tajwid.

References

1] Adnan N. MTQ dan Gerakan Korpri Mengaji [Internet]. Kementerian Agama Republik Indonesia. 2022. Available from: https://kemenag.go.id/opini/mtq-dan-gerakan-korpri-mengaji-io0n0e
[2] Hediana C. Kang DS Sebut Guru Ngaji yang Belum Terakomodir Bisa Diusulkan Untuk Mendapatkan Insentif [Internet]. Tabloid Reformasi. 2024. Available from: https://tabloidreformasi.com/kang-ds-sebut-guru-ngaji-yang-belum-terakomodir-bisa-diusulkan-untuk-mendapatkan-insentif/
[3] Putri I. Bupati Bandung Ajak Pengurus BKPRMI Wujudkan Zero Buta Huruf Al Quran [Internet]. Detik jabar. 2022. Available from: https://www.detik.com/jabar/berita/d-5952605/bupati-bandung-ajak-pengurus-bkprmi-wujudkan-zero-buta-huruf-al-quran
[4] Peraturan Bupati Bandung. Salinan Peraturan Bupati Provinsi Jawa Barat No. 78 Tahun 2021 Tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan. 2021;1–26.
[5] Badruzzaman MY, Zulaeha E. Strategi Pengentasan Buta Huruf Alquran di Kalangan Pelajar. 2019. 1–112 p.
[6] Stephen P. Robins TAJ. Perilaku Organisasi. 16th ed. Aklia Susila PPL, editor. Jakarta: Salemba Empat; 2015.
[7] Walgito B. Pengantar Psikologi Umum. 2004. 243 p.
[8] Amri F. Analisis Persepsi Siswa Tentang Pembelajaran Yang Dilaksanakan Oleh Guru Dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Belajar Siswa. JEKPEND J Ekon dan Pendidik. 2021;4(1):28.
Published
2025-02-01