Strategi Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 2021 dalam Menguatkan Adversity Quotient
Abstract
Abstract. The Teaching Campus Program is part of the Independent Learning Campus Independent policy which aims to improve the quality of basic education by involving students as assistant staff in the learning process in schools that experience limited resources. This research aims to analyze the strategies used by Teaching Campus Program students in increasing their Adversity Quotient (AQ) during the program. This study employs a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include interviews and documentation studies. The research findings indicate that students develop Adversity Quotient (AQ) through four main strategies: adapting to challenges at school, effective time management, enhancing problem-solving skills, and managing emotions and self-motivation. These results highlight the importance of teaching experience in shaping students' mental resilience and their ability to face unexpected difficulties.
Keywords: Adversity Quotient, Kampus Mengajar
Abstrak. Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pendamping dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang mengalami keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh mahasiswa Program Kampus Mengajar dalam meningkatkan Adversity Quotient (AQ) mereka selama menjalani program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengembangkan Adversity Quotient (AQ) melalui empat strategi utama: adaptasi terhadap tantangan di sekolah, pengelolaan waktu yang efektif, peningkatan keterampilan dalam problem-solving, serta pengelolaan emosi dan motivasi diri. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengalaman mengajar dalam membentuk ketahanan mental mahasiswa dan kemampuan mereka dalam menghadapi kesulitan yang tidak terduga.
Kata Kunci: Adversity Quotient, Kampus Mengajar
References
2. Utami EL, Mulyadiprana A, Saputra ER. Peran Program Kampus Mengajar Angkatan 5 dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar. Edu Cendikia J Ilm Kependidikan. 2023;3(02):302–12.
3. Sobri M. Peran Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan Empat Dalam Membantu Penataan Administrasi Sekolah di SDN 3 Pejanggik. J Ilm Wahana Pendidik. 2023;9(April):360–6.
4. Diyan Nurhasanah A, Nopianti H. Peran Mahasiswa Program Kampus Mengajar Dalam Meningkatkan Kompetensi SDN 48 Bengkulu Tengah. Peran Mhs Progr Kampus Mengajar Dalam Meningkat Kompetensi SDN 48 Bengkulu Teng. 2019;166–73.
5. Taja N, Nurdin ES, Kosasih A, Suresman E. Conceptual Model of Internalization of Religious Ethical Value in Education Perspective Islamic Characters. Ta’dib J Pendidik Islam [Internet]. 2020;9(2):99–110. Available from: https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/tadib/article/view/7004
6. Erhamwilda. Perilaku Nakal dan Menyimpang Pada Anak dalam perspektif psikologi serta implikasinya bagi pendidik. Ta’dib J Pendidik Islam. 2001;1(2):217–30.
7. Afni MN, Taja N. Nilai-nilai Pendidikan Karakter Religius dalam Film Omar dan Hana. J Ris Pendidik Agama Islam [Internet]. 2022;2(1):57–64. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRPAI/article/view/986/649