Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Islami dalam Novel Layangan Putus Karya Eka Nur Prasetyawati

  • Dhea Mardhiya Ani 10030121159 Pendidikan Agama Islam
  • Nan Rahminawati
  • Heru Pratikno

Abstract

Abstract. This research is motivated by the increasing phenomenon of divorce caused by the decline in the instillation of Islamic educational values in the family, which weakens the foundation for facing life's challenges. The purpose of this study is to identify and analyze the values of Islamic character education in the novel Broken Kiteby Eka Nur Prasetyawati. The study used a qualitative approach in the form of a literature study with critical discourse analysis by Teun Van Dijk to explore the implied Islamic values. Data were obtained through an in-depth study of the novel text, then analyzed based on Zayadi's Islamic character education theory. The results of the study showed that this novel contains two groups of Islamic character values, namely Divine values (faith, Islam, ihsan, piety, tawakkal, gratitude, patience) and Human values (silaturahmi, almusawah, al-'adalah, husnudzan, al-tawadlu', al-wafa', insyirah, amanah, iffah, qawamiyah, al-munfiqun). These values are seen in the journey of the main character facing conflicts, interpersonal relationships, and life challenges. This novel not only presents an interesting story but also provides moral lessons that are relevant to real life, especially in building a harmonious family according to Islamic teachings. Thus, the novel Broken Kitebecome a means of education in developing Islamic character education through literary media.

Keywords: Values, Islamic Character Education, Novel Layangan Putus.

Abstrak. Artikel ini dilatar belakangi oleh meningkatnya fenomena perceraian yang disebabkan oleh menurunnya penanaman nilai-nilai pendidikan Islam dalam keluarga, yang melemahkan pondasi menghadapi tantangan kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter Islami dalam novel Layangan Putus karya Eka Nur Prasetyawati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi literatur dengan analisis wacana kritis Teun Van Dijk untuk menggali nilai-nilai Islami yang tersirat. Data diperoleh melalui kajian mendalam terhadap teks novel, kemudian dianalisis berdasarkan teori pendidikan karakter Islami dari Zayadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung dua kelompok nilai karakter Islami, yaitu nilai Ilahiyah (iman, Islam, ihsan, takwa, tawakkal, syukur, sabar) dan nilai Insaniyah (silaturahmi, al-musawah, al-‘adalah, husnudzan, al-tawadlu’, al-wafa’, insyirah, amanah, iffah, qawamiyah, al-munfiqun). Nilai-nilai ini terlihat dalam perjalanan tokoh utama menghadapi konflik, hubungan interpersonal, dan tantangan hidup. Novel ini tidak hanya menyajikan kisah menarik tetapi juga memberikan pelajaran moral yang relevan dengan kehidupan nyata, terutama dalam membangun keluarga harmonis sesuai ajaran Islam. Dengan demikian, novel Layangan Putus menjadi sarana edukasi dalam pengembangan pendidikan karakter Islami melalui media sastra.

Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Karakter Islami, Novel Layangan Putus.

References

[1] Abdul, M., dan dkk. (2013). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.
[2] Ashila Asfa Nabila, dan Heru Pratikno. (2022). Analisis Nilai Agama Islam pada Novel “Cinta Suci Zahrana” Karya Habiburrahman El Shirazy. Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam, 121–126. https://doi.org/10.29313/jrpai.v2i2.1504
[3] Azryanti, E. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Modern dalam Buku Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’ani dalam Sistem Pendidikan Islam Karya Agil Husin Al-Munawar.
[4] Rahman, A., Munandar, S. A., Fitrianu, A., Karlina, Y., dan Yumriani. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 2.
[5] Riansyah, R. (2020). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Assalamu’alaikum Beijing (Karya Asma Nadia). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.
[6] Suharyo, Surono, dan Amin, M. F. (2014). Bahasa dan Ideologi Mengungkapkan Ideologi dan Kekuasaan Simbolik di Balik Penggunaan Bahasa (Kajian Teks Media Melalui Analisis Wacana Kritis). 19(1).
Published
2025-02-01