Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Dimensi Gotong Royong di Kelas X SMA Muhammadiyah 4 Kab. Bandung
Abstract
Abstract. This study aims to describe the implementation of the Pancasila student profile in the gotong royong dimension at SMA Muhammadiyah 4 Bandung Regency. The research subjects in this study were principals, teachers, and students. The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The results of this study indicate that in learning P5 in the dimension of mutual cooperation in class X SMA Muhammadiyah 4 Bandung Regency, it is carried out in a structured manner through several stages such as 1) Planning begins with the formation of a facilitator team, identifying school readiness, determining themes, dimensions, and time allocations, and designing modules that integrate the values of the gotong royong dimension. 2) Implementation, the three elements of the gotong royong dimension, namely collaboration, caring, and sharing, are realized through collaborative learning integrated in several series of project activities in the introduction, contextualization, real action, and reflection stages. 3) Evaluation, which is carried out using assessment and reporting of project results aimed at seeing the development of the dimensions of mutual cooperation in students, then evaluation is also used as material for reflection and follow-up plans. One of the supporting factors is adequate facilities, and one of the inhibiting factors is the ineffective module creation.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi profil pelajar Pancasila pada dimensi gotong royong di SMA Muhammadiyah 4 Kab. Bandung. Subjek penelitian pada penelitian ini ialah kepala sekolah, guru, serta siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya dalam pembelajaran P5 pada dimensi gotong royong di kelas X SMA Muhammadiyah Kab. Bandung, dilakukan secara terstruktur melalui beberapa tahapan seperti 1) Perencanaan yang dimulai dengan pembentukan tim fasilitator, identifikasi kesiapan sekolah, penetapan tema, dimensi, dan alokasi waktu, serta merancang modul yang mengintegritaskan nilai-nilai dimensi gotong royong. 2) Pelaksanaan, pada ketiga elemen dimensi gotong royong yaitu kolaborasi, kepedulian, dan berbagi diwujudkan melalui pembelajaran kolaboratif yang terintegrasi dalam beberapa rangkaian aktivitas projek baik dalam tahap pengenalan, kontekstualisasi, aksi nyata, hingga refleksi. 3) Evaluasi, yang dilakukan menggunakan asesmen serta pelaporan hasil projek yang bertujuan melihat perkembangan dimensi gotong royong pada siswa, kemudian evaluasi juga dijadikan bahan refleksi dan rencana tindak lanjut. Salah satu faktor pendukungnya fasilitas yang memadai, dan salah satu faktor penghambatnya pembuatan modul yang tidak efektif.