Implementasi Kegiatan Ihtifal dalam Membentuk Al-Akhlaqul Karimah Santri: Studi Deskriptif di Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu, Kabupaten Bandung

  • Sri Puspa Aeni 10030120048 Pendidikan Agama Islam
  • Sri Puspa Aeni
  • Sri Puspa Aeni
Keywords: Kegiatan Ihtifal, Pondok Pesantren, Pembentukan Akhlak

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kemerosotan moral dan penyimpangan nilai-nilai etika, yang berawal dari kurangnya penerapan akhlak berlandaskan nilai-nilai agama dalam kehidupan seseorang. Dalam konteks ini, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang implementasi kegiatan ihtifal dalam membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hasilnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan di Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis untuk mengetahui berbagai tahapan kegiatan ihtifal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ihtifal efektif dalam membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri melalui serangkaian kegiatan seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk melatih kedisiplinan, pembacaan bai’at yang mengandung nilai-nilai Islam, latihan dakwah sebagai persiapan santri menjadi penerus dakwah, serta tausiyah dari asatidz yang menguatkan pengamalan akhlak mulia. Sebagai hasilnya, santri Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu menunjukkan peningkatan dalam berbagai aspek, seperti lebih rajin membaca Al-Qur'an di luar jam pelajaran, sopan santun kepada guru baik di dalam maupun di luar pesantren, lebih menghargai teman, dan peduli terhadap lingkungan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ihtifal, Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu berhasil membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri.

This research is motivated by the rampant moral decline and deviation of ethical values, which originates from the lack of application of morals based on religious values in one's life. In this context, Islamic boarding schools as Islamic educational institutions have an important role in shaping the morals of students. This study aims to explore more deeply the implementation of ihtifal activities in shaping the morals of students, which includes planning, implementation, evaluation, and results. This research used a qualitative approach with a descriptive method conducted at the Islamic Unity Pesantren 45 Rahayu. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and documentation studies, which were then analyzed to determine the various stages of ihtifal activities. The results showed that ihtifal activities were effective in shaping the morals of students through a series of activities such as the Marching Regulations (PBB) to train discipline, recitation of bai’at which contains Islamic values, da'wah training as a preparation for students to become successors of da'wah, and tausiyah from asatidz which strengthens the practice of noble morals. As a result, the students of Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu showed an improvement in various aspects, such as being more diligent in reading the Qur'an outside of class hours, being polite to teachers both inside and outside the pesantren, having more respect for friends, and caring for the community environment. Thus, it can be concluded that through ihtifal activities, the Islamic Unity Boarding School 45 Rahayu succeeded in shaping the morals of the students.

References

Araditio, S. (2024). Kasus Perundungan di Sekolah Meningkat Selama 2023. Kompas.Id. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/12/31/kasus-perundungan-di-sekolah-semakin-meningkat-pada-2023
2. Hamad, I. (2022). Pengertian Perencanaan Program. Modul 1, 1–41. http://repository.ut.ac.id/4418/1/SKOM4206-M1.pdf
3. Marzuki, I. (2024). Implementasi Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tadarus Tarbawy, 6(1), 91–97.
4. Mentor, K. P. (2022). Penguatan Pendidikan Akhlak pada Pendidikan Dasar/MI. Jurnal Auladuna, 144–154.
5. Miftahul Ulum. (2023). Pergaulan Siswa, Lingkungan Masyarakat, Keluarga, dan Pembentukan Akhlak. 4(5).
6. Muliyah, P. (2020). Moderasi Beragama di Pesantren. In Journal Geej (Vol. 7, Issue 2).
7. Niken Ristianah. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman Perspektif Sosial Kemasyarakatan. Range Management and Agroforestry, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2017.06.020
8. Sahara, N. I., & Choiriyah, I. U. (2024). Kinara BumDes: Enhancing Management Strategies for Community Prosperity. Indonesian Journal of Public Policy Review, 25(1), 1–16. https://doi.org/10.21070/ijppr.v25i1.1364
9. Sholihah, A. M., & Maulida, W. Z. (2020). Pendidikan Islam sebagai Fondasi Pendidikan Karakter. Qalamuna: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 12(01), 49–58. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v12i01.214
Published
2025-01-31