Perancangan Fasilitas Kerja Pelukisan dengan Memperhatikan Aspek-Aspek Ergonomi pada Proses Pembuatan Keramik

Authors

  • Irwansyah Tri Putra Jungjunan Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Harits Nu’man Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Iyan Bachtiar Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i2.24049

Keywords:

Fasilitas Kerja, BRIEF Survey, Antropometri

Abstract

Abstract. CV. XYZ is a company operating in the clay-based ceramic handicraft industry. The ceramic manufacturing process involves several stage: molding, shaping, drying, painting, glazing, and firing. Field observations revealed that operators at the painting workstation frequently experience fatigue and complain of pain in various body parts while performing tasks such as retrieving produts, setting up product for processing, painting, and storing finished products. These issues have led to delays in completing produts within the scheduled timeframe. This study employs the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and the Baseline Risk Identification of Ergonomics (BRIEF) Survey method. Results from the NBM questionnaire administered to three operators indicate frequent complaints of discomfort in the neck, shoulders, upper back, lower back, writs, knees, and ankles. Meanwhile, the BRIEF Survey analysis reveals that the highest occupational risk levels and the highest scores are associated with the tasks of product retrieval, product painting, and product storage. These high scores across all three operators indicate a significant risk of injury, necessitating immediate improvements based on anthropometric principles.

Abstrak. CV. XYZ merupakan industri yang bergerak di bidang industry kerjainan keramik yang berbahan baku tanah liat. Pembuatan keramik dilakukan melalui beberapa proses diantaranya proses percetakan, pembentukan, pengeringan, pelukisan, pengglasiran dan pembakaran. Berdasrakan observasi lapangan ditemukan operator pada stasiun kerja pelukisan sering mengalami kelelahan dan mengeluhkan rasa sakit pada beberapa bagian tubuhnya dengan elemen kerja yang dilakukan yaitu pengambilan produk, product setting process, pelukisan dan penyimpanan produk. Sehingga keterlambatan penyelesaian produk dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini ialah kuesioner Nordic Body Map (NBM), metode Baseline Risk Identification of Ergonomics (BRIEF) Survey. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa kuesioner Nordic Body Map (NBM) dari tiga operator menunjukkan keluhan yang sering dirasakan pada bagian tubuh yaitu leher, bahu, punggung bagian atas, punggung bagian bawah, pergelangan tangan, lutut dan pergelangan kaki. Sedangkan dari hasil pengamatan menggunakan metode BRIEF Survey menunjukkan bahwa tingkat risiko kerja tertinggi dan memiliki skor tertinggi terjadi pada elemen kerja pengambilan produk, pelukisan produk dan penyimpanan produk. Hal tersebut dikarenakan memiliki skor tertinggi untuk ketiga operator yang berarti pekerjaan yang diteliti memiliki risiko cedera yang tinggi sehingga diperlukan perbaikan sesegera mungkin menggunakan metode Antropometri.

References

Baiti, K. N., Djumali dan Kustiyah, E. (2020). Produktivitas kerja karyawan ditinjau dari motivasi, disiplin kerja dan lingkungan kerja pada PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. 04(01), 69–87.

Haryanto, K. A. (2001). Dasar gambar proyeksi. Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Iridiastadi, H. dan Y. (2016). Ergonomi suatu pengantar. PT. Remaja Rosakarya Offset.

Muhammad Fikri Boy, Eri Achiraeniwati, & Selamat. (2023). Perancangan Fasilitas Kerja Polishing untuk Mengurangi Gangguan Muskuloskeletal di CV X. Jurnal Riset Teknik Industri, 59–66. https://doi.org/10.29313/jrti.v3i1.1973

Nurmianto, E. (2003). Ergonomi konsep dasar dan aplikasinya. PT.Guna Widya.

Nursagita, C. (2017). Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis pada Stasiun Kerja Proses Som Kaos Kaki ( Studi Kasus : CV . Surya Jaya ). Prosiding Teknik Industri, 242–249.

Purnamasari, E. S. (2018). Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Berdasarkan Karakteristik Individu (Studi Pada Pekerja Pengasapan Ikan di Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang Dengan Teknik Brief Survey). 1–107.

Putu Juni Wirawan, Iyus Akhmad Haris, & Kadek Rai Suwena. (2018). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi pada Pt. Tirta Mumbul Jaya Abadi Tahun 2016. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 10(1), 305–315.

Rino, S., N. dan R. (n.d.). Pengaruh kemampuan dan fasilitas kerja terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada PT. Marita Makmur Jaya Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. 1–12.

Rosdiana, H., Ashari, Y., & Fauzi Isniarno, N. (n.d.). Pengaruh Intensitas Curah Hujan terhadap Kegiatan Pemompaan pada Sump Berdasarkan Water Balance di PT XYZ. Jurnal Sangkuriang Bandung. Retrieved https://journal.sbpublisher.com/index.php/minetech

Shifa Salimatusadiah, As’ad, N. R., & Renosori, P. (2021). Perancangan Fasilitas Kerja pada Operator Pemasangan Accesories di CV. X untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 28–35. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i1.93

Siska, M., Deviska Rizki, W., Taslim, R., & Yola, D. M. (2019). Analisa Perbaikan Postur Kerja Pada Aktivitas Manual Material Handling Menggunakan Metode BRIEF SURVEY di PT. IPKR KM. 0(0), 668–674.

Tarwaka. (2004). Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja, dan produktivitas. UNIBA Press.

Downloads

Published

2026-07-29