Pengendalian Cacat Produk Jaket Menggunakan Metode SQC dan FMEA

Authors

  • Asep Wiliansyah Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Selamat Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Asep Nana Rukmana Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23529

Keywords:

Kualitas, Statistical Quality Control (SQC), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

Abstract

Abstract. CV. XYZ is a garment manufacturing company whose main problem is a defective product rate that exceeds the company’s tolerance limit of 1% of total production. Based on 2024 production data, the average defective rate reached 3.5%. The types of defects identified include imperfect stitching, fabric holes or stains, design mismatches, and printing defects. This study aims to analyze the causes of jacket product defects and to propose improvement actions to enhance product quality. The methods used are Statistical Quality Control (SQC) to identify and analyze defect levels, and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to determine improvement priorities based on the Risk Priority Number (RPN). Improvement proposals are formulated using the 5W+1H approach. The results indicate that defect causes are influenced by human, material, machine, method, and environmental factors. The FMEA results show that the highest RPN value of 240 occurs in fabric hole or stain defects caused by workers’ lack of attention, making it the top priority for improvement. The proposed improvements include enhancing worker training and supervision, conducting regular machine maintenance, performing raw material inspections, and improving lighting in the production area.

Abstrak. CV. XYZ merupakan perusahaan manufaktur pakaian dengan permasalahan utama berupa tingkat produk cacat yang melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 1% dari total produksi. Berdasarkan data tahun 2024, rata-rata tingkat produk cacat mencapai 3,5%. Jenis kecacatan yang terjadi meliputi cacat jahitan tidak sempurna, cacat kain berlubang atau bernoda, cacat desain tidak sesuai, serta cacat pada sablon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kecacatan produk jaket dan memberikan usulan perbaikan guna meningkatkan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat kecacatan, serta Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Usulan perbaikan disusun menggunakan pendekatan 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kecacatan dipengaruhi oleh manusia, material, mesin, metode, dan lingkungan. Hasil analisis FMEA menunjukkan nilai RPN tertinggi sebesar 240 terdapat pada cacat kain berlubang atau bernoda akibat kurangnya ketelitian pekerja. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi peningkatan pelatihan dan pengawasan pekerja, perawatan mesin secara berkala, inspeksi bahan baku, serta penambahan pencahayaan area produksi.

References

Anwar, A. (2009). Statistika Untuk Penelitian Pendidikan Dan Aplikasinya Dengan SPSS dan EXCEL . Kediri: IAIT Press.

Besterfield, D. H. (2012). Total Quality Management (Revised Third Edition). Pearson Prentice Hall.

Chandrahadinata, D., Taptajani, S. D., & Ramdani, M. S. (2021). Analisis Kualitas Produk Karet Ribbed Smoked Sheet menggunakan SQC dan FMEA. Jurnal Kalibrasi 19(1), 90-98.

Fajar Insan Fauzan, & Nita P.A. Hidayat. (2024). Usulan Pengendalian Persediaan Komponen pada Produk Rectifier menggunakan Model Multi Item Single Supplier di PT. XYZ. Jurnal Riset Teknik Industri, 87–96. https://doi.org/10.29313/jrti.v4i1.3850

Fallah, S. (2023). Penerapan SQC dan FMEA dalam Analisis Produk Cacat di CV. Konveksi 3 Dara Bandung. Prosiding Seminar Sosial Politik, Bisnis, Akuntansi dan Teknik (SoBAT) ke-5.

Gaspersz, V. (2002). Pedoman implementasi program Six Sigma terintergrasi dengan ISO: 9001:2000, MBQNA, HACCP. Jakarta: Gramedia.

Haydar, R., & Nurrahman, A. A. (2022). Aplikasi Dashboard Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan EOQ Probabilistik pada Pabrik Beras. Jurnal Riset Teknik Industri, 151–160. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i2.1329

Heizer, J., & Render, B. (2017). Operations Management Sustainability And Supply Chain Management (12th ed.). New Jersey: Pearson Education.

Ibrahim, T., & Rusdiana. (2021). Manajemen Mutu Terpadu. Bandung: YRAMA WIDYA.

International Organization for Standardization. (2015). ISO 9000:2015 – Quality management systems – Fundamentals and vocabulary (4th ed.). ISO.

Mitra, A. (2016). Fundamentals of Quality Control and Improvement (4th ed.). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Octavia, A. (2021). Analisis Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Pendekatan Statistical Quality Control (SQC) di PT. Samcon. Jurnal Teknik Industri ITN Malang.

Ramlawati. (2020). Total Quality Management. Makassar: Mas Media Pustaka.

Relyence Corporation. (2020). How to Assess Risk Using FMEA. Pennsylvania: Relyence Corporation.

Siti Nur Hamidah, & Aprilia, H. (2024). Pengendalian Kualitas Produk Cacat Produksi E-Clips Menggunakan Metode Six Sigma. Jurnal Riset Teknik Industri, 141–154. https://doi.org/10.29313/jrti.v4i2.5439

Stamatis, D. H. (2019). Risk Management Using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Milwaukee: ASQ Quality Press.

Tague, N. R. (2023). The Quality Toolbox (3rd ed.). Milwaukee: Quality Press.

Utama, R. E., Jaharuddin, N. A., & Priharta, A. (2019). Manajemen Operasi. Tangerang: UM Jakarta Press.

Wicaksono, A., & Yuamita, F. (2022). Pengendalian Kualitas Produksi Sarden Mengunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Untuk Meminimumkan Cacat Kaleng Di PT. Maya Food Industries. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan(JTMIT) 1(3).

Downloads

Published

2026-02-05