Pengukuran Beban Kerja dengan Metode Work Load Analysis di Pabrik Keripik

Authors

  • Ahmad Faozan Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Nur Rahman As’ad Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Yanti Sri Rejeki Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23496

Keywords:

Work Load Analysis (WLA), Beban Kerja, Perancangan Beban Kerja

Abstract

Abstract. Excessive workload can lead to physical fatigue and work-related stress, which may reduce worker performance. This study was conducted at Avatar Chips Factory. The production process is still carried out manually using a make-to-order system based on customer demand and a make-to-stock system to serve local consumers. However, current production has not been able to meet all customer demand.The company employs eight workers, and several workers perform more than one task, resulting in an uneven distribution of workload. Therefore, this study aims to measure the workload of each worker and determine the required number of workers to meet customer demand. This research uses a quantitative method with the Work Load Analysis (WLA) approach. Workload measurement was conducted by determining the standard time for each production process using a stopwatch, and the data were used as input for WLA calculations.The results show that the highest workload occurs at operator four with a WLA value of 163 %, while the lowest workload occurs at operator eight with a WLA value of 17 %. Based on these results, the study recommends adding one worker and redistributing job assignments to achieve a more balanced workload and improve production efficiency.

Abstrak. Beban kerja yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan mental sehingga menimbulkan stres kerja serta menurunkan produktivitas pekerja. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Keripik Avatar. Proses produksi masih dilakukan secara manual dengan sistem make to order berdasarkan pesanan konsumen serta make to stock untuk memenuhi permintaan masyarakat sekitar. Namun, kapasitas produksi belum mampu memenuhi permintaan konsumen. Perusahaan memiliki delapan orang pekerja, di mana beberapa pekerja melakukan lebih dari satu jenis pekerjaan sehingga pembagian beban kerja tidak merata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengukur beban kerja setiap pekerja dan menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Work Load Analysis. Pengukuran beban kerja dilakukan dengan menentukan waktu baku setiap proses produksi menggunakan metode jam henti. Data waktu kerja digunakan sebagai input perhitungan WLA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja tertinggi terdapat pada operator empat dengan nilai WLA sebesar 163 %, sedangkan beban kerja terendah terdapat pada operator delapan dengan nilai WLA sebesar 17 %. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan penambahan satu orang pekerja dan pembagian ulang tugas kerja untuk meningkatkan efisiensi produksi.

References

Firdaus, M. R., & As’ad, N. R. (2022). Perancangan Fasilitas Kerja Stasiun Kerja Pemotongan dengan Metode PEI Menggunakan Virtual Environment Modelling. Jurnal Riset Teknik Industri, 171–178. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i2.1399

Irsyad Ali Syahid, As’ad, N. R., & Renosori, P. (2021). Perancangan Fasilitas Kerja pada Stasiun Kerja Finishing dengan Metode Quality Exposure Checklist (QEC) di CV X Divisi Sarung Tenun. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 14–27. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i1.92

Junipriansa, D. (2014). Perencanaan & Pengembangan SDM.

Kasus, S., Laksana, C. V, Semarang, K., Ristika, N., & Prastawa, H. (n.d.). Penggunaan Metode Work Load Analysis ( WLA ) dalam Pengukuran Beban Kerja Produksi Jok Bus Seri Sr 2 Hddg Suite Class ( Sleeper ) untuk Optimalisasi Jumlah Tenaga Kerja. 1–8.

Nabila, V. S., & Syarvina, W. (2022). Analisis Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV Medan. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 2788–2797.

Nurhayani, N. (2022). Pengukuran Beban Kerja pada SDM Operator Produksi dengan Metode Cardiovascular Load (Cvl) Dan NASA-TLX. Media Nusantara, XVIII(Cvl), 29–36.

Prabowo, A., Setiawan, H., & Umiyati, A. (2017). Analisa Beban Kerja dan Penentuan Tenaga Kerja Optimal dengan Pendekatan Work Load Analysis ( WLA ). Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 1 Maret 2017, 5(1), 40–45.

Purbasari, A., & Purnomo, A. J. (2019). Penilaian Beban Fisik pada Proses Assembly Manual Menggunakan Metode Fisiologis. Sigma Teknika, 2(1), 123. https://doi.org/10.33373/sigma.v2i1.1957

Saefullah, E., Listiawati, & Amalia, N. A. (2017). Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja terhadap Produktivitas Kerja di PT.Venia Agape Indonesia. Akademika Journal, 15(2).

Sari, N. P. L., & Achiraeniwati, E. (2022). Perancangan Kebutuhan Jumlah Operator Berdasarkan Pengukuran Beban Kerja pada Bagian Produksi Dus Kemasan. Jurnal Riset Teknik Industri, 9–16. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i1.642

Shabirin, M., & Putra, B. I. (n.d.). Workload Analysis As The Basis for Determining Incentives Using Method Workload Analysis ( WLA ) At PT . XYZ Analisis Beban Kerja Sebagai Dasar Penentuan Insentif Menggunakan Metode Workload Analysis ( WLA ) DI PT . XYZ. 1–13.

Tarwaka, & Bakri, S. H. A. (2016). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas.

Wenefrida Ardhian Ayu Hardiani. (2021). Pengaruh Work Family Conflict dan Beban Kerja terhadap Burnout dan Dampaknya pada Cyberloafing. Jurnal Visi Manajemen, 7(1), 14–30. https://doi.org/10.56910/jvm.v7i1.149

Widyanti, A., Johnson, A., & Waard, D. De. (2010). Pengukuran Beban Kerja Mental dalam Searching Task dengan Metode Rating Scale Mental Effort (RSME). Jati Undip, 5(1), 1–6.

Downloads

Published

2026-02-06