Usulan Perbaikan Kualitas Produk Sepatu Sport Menggunakan Metode SQC dan FMEA
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23489Keywords:
Perbaikan Kualitas, Statistical Quality Control, Failure Mode and Effect AnalysisAbstract
Abstract. PT. XYZ, a sports shoe manufacturing company, recorded a product defect rate of 2.6% in 2024, exceeding the company’s tolerance limit of 1%. This study aims to propose quality improvement strategies using Statistical Quality Control (SQC) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). SQC tools were used to identify dominant defect types and evaluate process stability, while FMEA was applied to prioritize improvement actions based on the Risk Priority Number (RPN). The results indicate that sewing defects are the most critical defect type with the highest RPN value. Improvement proposals were formulated using the 5W+1H approach, including operator training, work standardization, routine machine maintenance, and material inspection. These improvements are expected to reduce the defect rate below the company’s tolerance limit and improve overall production quality.
Abstrak. PT. XYZ., merupakan perusahaan manufaktur sepatu sport yang mencatat tingkat kecacatan produk sebesar 2,6% pada tahun 2024, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan perbaikan kualitas produksi menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode SQC digunakan untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan dan mengevaluasi kestabilan proses produksi, sedangkan FMEA digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat salah jahitan merupakan jenis cacat paling kritis dengan nilai RPN tertinggi. Usulan perbaikan dirumuskan menggunakan pendekatan 5W+1H, meliputi pelatihan operator, standarisasi kerja, pemeliharaan mesin secara rutin, dan pemeriksaan material. Usulan ini diharapkan mampu menurunkan tingkat kecacatan hingga di bawah batas toleransi perusahaan serta meningkatkan kualitas produksi.
References
Adji, W. N. (2022). Pengendalian Kualitas Proses Produksi Konveksi pada PT Kaosta Sukses Mulia. Jurnal Kewirausahaan.
Assauri, S. (2016). Manajemen Operasi Produksi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Besterfield, D. H. (2012). Total Quality Management Revised 3rd Edition. United States: Pearson Education, Inc.
Damayanti, K., Fajri, M., & Adriana, N. (2022). Pengendalian Kualitas di Mabel PT. Jaya Abadi Dengan Menggunakan Metode Seven Tools. Bulletin of Applied Industrial Engineering Theory, Vol. 3 No.1.
Dr. Teddy Chandra, S. M., Stefani Chandra, B. M., & Layla Hafni, S. S. (2020). Service Quality, Consumer Satisfaction, dan Consumer Loyalty: Tinjauan Teoritis. Malang: CV IRDH.
Montgomery, D. C. (2013). Introduction to Statistical Quality Control. New York: John Wiley & Sons.
Muhammad Yudio Saralino, & Puti Renosori. (2024). Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode SQCdan TRIZ. Jurnal Riset Teknik Industri, 49–58. https://doi.org/10.29313/jrti.v4i1.3841
Mulia, N. A., & Rochmoeljati, R. (2021). Pengendalian Kualitas Pengelasan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) di PT. PAL Indonesia. Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi, 60-71.
Pratama, A. W., & Rochmoeljati, R. (2022). Pengendalian Kualitas Produk Kendang Jimbe dengan Menggunakan Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) pada UD. Budi Luhur. Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi, 109-120.
Renaldi, R., & Mulyati, D. S. (2022). Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Restoran Menggunakan Metode Servqual dan Kano. Jurnal Riset Teknik Industri, 109–116. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i2.1245
Reza Nugraha, A., M.Dzikron, & Iyan Bachtiar. (2023). Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) dan Model Importance Performance Analysis (IPA). Jurnal Riset Teknik Industri, 9–16. https://doi.org/10.29313/jrti.v3i1.1830
Ririn, M., Izzah, N., & Najahi, T. K. (2020). Seven Tools untuk Menurunkan Kecacatan Pada Produk Kopi. Jurnal Optimalisasi, Vol.6 No.2, 142-155.
Stamatis, D. H. (2003). Failure Mode and Effect Analysis: FMEA from Theory to Execution. Milwaukee: ASQ Quality Press.
Supriyadi, E. (2018). Analisis Pengendalian Kualitas Produk dengan Statistical Proses Control (SPC) di PT. Surya Toto Indonesia, Tbk. JITMI, 1, 63-73.