Perancangan Frekuensi Waktu Istirahat pada Operator Bagian Produksi
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23471Keywords:
Beban Kerja Fisik, 10 Denyut, Frekuensi Waktu IstirahatAbstract
Abstract. Physical workload is one of the main factors affecting worker fatigue, which can reduce productivity and increase product defects. Djongko Azella Collection is a creative industry company engaged in knitted garment production, where a relatively high defect rate was found in the linking process. This study aims to design an optimal rest break frequency for production operators based on physical workload. The research method uses working and resting heart rate measurements with the 10-pulse method. The collected data are analyzed using the cardiovascular load (CVL) method to determine the level of physical workload, followed by the calculation of rest time requirements based on physiological methods and work allowance factors.The results show that the operator's physical workload is classified as heavy, with a CVL value of 87.29%, indicating the need for immediate corrective action. Based on the analysis, the required rest time is 27 minutes during an 8-hour workday, divided into several short breaks.
Abstrak. Beban kerja fisik merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kelelahan kerja sehingga dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan kecacatan produk. Djongko Azella Collection merupakan perusahaan industri kreatif yang bergerak di bidang produksi pakaian rajut, di mana pada proses linking ditemukan tingkat kecacatan produk yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang frekuensi waktu istirahat yang optimal bagi operator bagian produksi berdasarkan beban kerja fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi kerja dan denyut nadi istirahat operator menggunakan metode 10 denyut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode cardiovascular load (CVL) untuk menentukan tingkat beban kerja fisik, kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan waktu istirahat berdasarkan metode fisiologi dan faktor kelonggaran kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja fisik operator termasuk dalam kategori berat dengan nilai CVL sebesar 87,29%, sehingga diperlukan tindakan perbaikan segera. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh kebutuhan waktu istirahat sebesar 27 menit dalam satu hari kerja 8 jam yang dibagi ke dalam beberapa periode istirahat singkat.
References
Bahri, S. d. (2012). Analisis Penentruan Waktu Istirahat Pendek Berdasarkan Beban Kerja Fisik Dan Asupan Energi. 1. Retrieved November 05, 2024
Destian, F. A., & Achiraeniwati, E. (2022). Perancangan Fasilitas Kerja di Warehose dengan Metode Antropometri. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(2), 154–163. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2.486
Faradilla, A. R. (2019). Pemilihan Intervensi Ergonomi untuk Mengurangi Beban Kerja Mental pada Operator. 25.
Grandjean, E. (1993). Fitting the Task to the Man, 4th edt.
Konz, S. (1996). Physiology of Body Movement. (A. &. Battacharya, Ed.) 47-61.
Manuaba, A. (2000). Ergonomi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja. (S. W. Wiranto, Ed.) 1-4.
Ramadhan, R. T. (2014). Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Work Sampling dan NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Operator (Studi Kasus: PT. XYZ). 2, 5.
Sholikhah. (2015). Perencanaan Lama Waktu Istirahat Berdasarkan Beban Kerja dan Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kelelahan. Retrieved Januari 11, 2025
Sidik, P. (2013). Pengaruh Kemampuan Kerja Dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Serta Implikasinya Pada Kinerja Pegawai Dinas Pertambangan Dan Energi Provinsi Jawa Barat Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship. 7. Retrieved Desember 11, 2024
Sodikin, V. A. Z., Reni Amaranti, & Djamaludin. (2021). Perancangan Sistem Informasi Manajemen Gudang PT. X. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 58–67. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i1.141
Somantri, A. R., & Endang Prasetyaningsih. (2021). Reduksi Waste untuk Meningkatkan Produktivitas pada Proses Produksi Bracket Roulet Gordyn Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(2), 131–142. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2.416
Sutalaksana, A. T. (2006). Teknik Perancangan Sistem Kerja.
Tarwaka. (2010). Ergonomi Industri. Uniba Press.
Tarwaka, S. B. (2004). Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas.