Usulan Perbaikan Kualitas Roti Kopyor di CV Sawargi Bakery Menggunakan FMEA

Authors

  • Rizki Riyanto Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Chaznin R Muhammad Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Reni Amaranti Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23357

Keywords:

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Modifikasi Oven, Roti Gosong

Abstract

Abstract. Product quality is a crucial factor in the food industry because it influences consumer trust and company competitiveness. Bread, as a high-demand product, requires a consistent and well-controlled production process to maintain its quality. CV Sawargi Bakery in Bandung faces quality problems, especially burnt bread defects caused by unstable oven temperatures, inconsistent baking time, dull cutting blades, and the absence of written Standard Operating Procedures (SOP). These issues lead to decreased product quality and increased defective products. This study aims to identify the causes of defects and propose improvement strategies using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. FMEA analyzes severity, occurrence, and detection levels to determine improvement priorities. The results indicate that uncontrolled oven temperature has the highest Risk Priority Number (RPN). Proposed improvements include modifying the oven by adding temperature control systems, developing written SOP, and using check sheets to control raw material quality. These improvements are expected to enhance product quality and ensure long-term consistency.

Abstrak. Kualitas produk merupakan faktor penting dalam industri makanan karena berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen dan daya saing perusahaan. Roti sebagai produk dengan permintaan tinggi memerlukan proses produksi yang konsisten agar mutunya terjaga. CV Sawargi Bakery di Kota Bandung mengalami permasalahan kualitas, khususnya cacat roti gosong yang disebabkan oleh suhu oven tidak stabil, waktu pemanggangan tidak konsisten, pisau pemotong tumpul, serta tidak adanya SOP tertulis. Kondisi ini berdampak pada penurunan mutu dan meningkatnya produk cacat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan dan memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode ini menganalisis tingkat keparahan, frekuensi, dan kemampuan deteksi untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu oven tidak terkontrol memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Usulan perbaikan meliputi modifikasi oven, penyusunan SOP, serta penggunaan check sheet bahan baku. Implementasi perbaikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan konsistensi produk.

References

Badan Pusat Statistik., 2022. Rata-rata konsumsi per kapita seminggu menurut kelompok makanan dan minuman jadi per kabupaten/kota. [Online]. Badan Pusta Statistik.

Caniago, E. R., (2010). Sistem Pengontrolan Mesin Case Packer (Mesin Pengisi Krat) dengan Menggunakan PLC Tipe Siemens S7 – 200. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan.

Dudek, M., dan Burlikowska (2011). Application of FMEA Method in Enterprise Focused on Quality. Journal of Achievement in Materials and Manufacturing Engineering, 45(1), 89-102.

Garvin,D. A. 2012. Kualitas Produk (Dimensi of Quality) [ebook] Tersedia pada https://www.opentextbooks.org.hk/ditatopic/10614

Gupta, B. C. (2021). Statistical Quality Control Using Minitab, R, JMP, and Python. Edisi 1. Portland: John Wiley & Sons.

Heizer, J., Render, B., dan Munson, C. (2020). Operation Management Sustainability and Supply Chain Management. Edisi 3. United Kingdom: Pearson Education, Inc.

Muhammad Yudio Saralino, & Puti Renosori. (2024). Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode SQCdan TRIZ. Jurnal Riset Teknik Industri, 49–58. Badan Pusat Statistik., 2022. Rata-rata konsumsi per kapita seminggu menurut kelompok makanan dan minuman jadi per kabupaten/kota. [Online]. Badan Pusta Statistik.

Nasution, M. N. (2005). Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management. Edisi 2. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nurairin, D. A., & Yan Orgianus. (2022). Perbaikan Strategi Pengembangan Perusahaan dengan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Jurnal Riset Teknik Industri, 161–170. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i2.1335

Prasastono, N. dan Pradapa, S. Y. F. (2012). Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen Kentucky Fried Chicken Semarang Candi. Jurnal Pengembangan Ilmu-Ilmu Kepariwisataan & Perhotelan, 11(2), 13-23.

Renaldi, R., & Mulyati, D. S. (2022). Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Restoran Menggunakan Metode Servqual dan Kano. Jurnal Riset Teknik Industri, 109–116. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i2.1245

Rosita, L. D., Dan Hidayati, E. (2018). Penyakit psikologis yang sering dialami pada buruh pabrik di PT. Ungaran Indah Busana. Jurnal Keperawatan Komunitas, 2(2), 70-75

Whiteley, M., Dunnett, S. J., dan Jackson, L. (2015). Failure Mode and Effect Analysis and Fault Tree Analysis of Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cells. International Journal of Hydrogen Energy, 41(2), 1187–1202. https://doi.org/10.29313/jrti.v4i1.3841

Downloads

Published

2026-02-06