Pengukuran Risiko Kerja dengan Metode KIM-LHC pada Pekerjaan Penirisan Bakso
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23298Keywords:
Penanganan Material Secara Manual, Risiko Kerja, KIM-LHCAbstract
Abstract. Repetitive manual material handling activities with relatively heavy loads can increase occupational risks, particularly musculoskeletal disorders. One workstation with a high potential risk is the meatball draining workstation at CV. Tasifa Jaya, where operators manually lift and move large sieves containing meatballs from the boiling process to the draining area. This study aims to reduce occupational risks at the meatball draining workstation based on manual material handling activities using the Nordic Body Map questionnaire and the Key Indicator Method for Lifting, Holding, and Carrying (KIM-LHC). Working conditions were identified through observations and operator complaints, followed by a work risk assessment using the KIM-LHC method. The results showed that the existing work risk measurement had an increased risk level due to non-ergonomic work postures, heavy workloads, and high lifting frequency. Based on these results, a proposed work risk measurement was designed to reduce the level of work risk. The proposed work risk measurement is expected to improve operator safety and health.
Abstrak. Aktivitas manual material handling yang dilakukan secara berulang dengan beban relatif berat dapat meningkatkan risiko kerja, khususnya gangguan musculoskeletal. Salah satu stasiun kerja dengan potensi risiko tinggi adalah stasiun kerja penirisan bakso di CV. Tasifa Jaya, di mana operator melakukan pengangkatan dan pemindahan saringan besar berisi bakso secara manual dari proses perebusan ke area penirisan. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan risiko kerja pada stasiun kerja penirisan bakso berdasarkan aktivitas manual material handling dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan metode Key Indicator Method for Lifting, Holding, and Carrying (KIM-LHC). Identifikasi kondisi kerja dilakukan melalui observasi dan keluhan operator, kemudian dilakukan penilaian risiko kerja menggunakan metode KIM-LHC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran risiko kerja eksisting memiliki tingkat risiko yang meningkat akibat postur kerja tidak ergonomis, beban kerja yang berat, serta frekuensi pengangkatan yang tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang usulan pengukuran risiko kerja untuk menurunkan tingkat risiko kerja. Usulan pengukuran risiko kerja diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja operator.
References
Al Ghani. (2023). Perancangan fasilitas kerja ergonomis untuk mengurangi risiko kerja pada stasiun pengadonan di CV. Tasifa Jaya. Teknik Industri.
Asl, M., & Pouya, B. (2018). Ergonomic evaluation of occupational tasks in a sofa making workshop based on KIM and presentation of corrective actions. International Journal of Musculoskeletal Pain Prevention, 3(1), 1–5.
Bridger, R. S. (2003). Introduction to ergonomics. London: Taylor & Francis.
Destian, F. A., & Achiraeniwati, E. (2022). Perancangan Fasilitas Kerja di Warehose dengan Metode Antropometri. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(2), 154–163. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2.486
Federal Institute of Occupational Safety and Health. (2019). Key indicator method for assessing and designing physical workloads with respect to manual lifting, holding and carrying of loads ≥ 3 kg (KIM-LHC) [PDF].
Iridiastadi, H., & Yassierli. (2016). Ergonomi suatu pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Irvan. (2023). Perancangan fasilitas kerja pada stasiun kerja penimbangan untuk mengurangi risiko kerja (Studi kasus: CV. Tasifa Jaya). Teknik Industri.
Klussmann, A., Liebers, F., Brandstädt, F., et al. (2017). Validation of newly developed and redesigned key indicator methods for assessment of different working conditions with physical workloads based on mixed-methods design: A study protocol. BMJ Open, 7(10), 1–12.
Nurmianto, E. (2008). Ergonomi: Konsep dasar dan aplikasinya. Surabaya: Guna Widya.
Raharjo, A., & Sutrisno, H. (2020). Analisis risiko ergonomi pada aktivitas manual material handling di industri manufaktur. Jurnal Teknik Industri, 21(2), 105–112.
Rohman, A. S., & Muhammad, C. R. (2022). Peningkatan Throughput Garmen melalui Perbaikan Stasiun Kerja Bottleneck dengan Theory of Constraint. Jurnal Riset Teknik Industri, 99–108. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i2.1138
Shifa Salimatusadiah, As’ad, N. R., & Renosori, P. (2021). Perancangan Fasilitas Kerja pada Operator Pemasangan Accesories di CV. X untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 28–35. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i1.93
Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja (Edisi 2). Surakarta: Harapan Press