Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Metode CORELAP

Authors

  • Muhamad Rizal Apriliansyah Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Chaznin R Muhammad Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Luthfi Nurwandi Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23079

Keywords:

Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP), From to Chart (FTC), Rectilinear Distance

Abstract

Abstract. Facility layout plays a crucial role in ensuring smooth material flow between production processes. An inappropriate layout can lead to long material handling distances, high movement frequency, and backtracking, which reduce production efficiency. This study aims to evaluate and improve the efficiency of a production facility layout by considering material handling distance, movement frequency, and material weight. The research was conducted as a case study at the production area of PT X, covering the casting workshop, machining workshop, water meter assembly workshop (BAM), and plastic machining and assembly workshop (BPK). Material flow analysis was carried out using the From to Chart (FTC) method to identify flow patterns and backtracking, while layout redesign was performed using the Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) method to generate layout alternatives. Each alternative was evaluated by calculating rectilinear distance multiplied by movement frequency to obtain the movement cost. The results indicate that the proposed layouts reduced movement cost by 1.13% for the overall workshop layout, 23% for the BAM workshop, and 11% for the BPK workshop. These findings demonstrate that the application of FTC analysis and the CORELAP method effectively improves material flow efficiency and overall production system performance.

Abstrak. Tata letak fasilitas produksi memiliki peranan penting dalam menjamin kelancaran aliran material antar proses. Tata letak yang tidak sesuai dengan pola aliran material dapat menyebabkan jarak perpindahan yang panjang, frekuensi perpindahan tinggi, serta terjadinya aliran balik, sehingga menurunkan efisiensi sistem produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan efisiensi tata letak fasilitas produksi dengan mempertimbangkan jarak perpindahan, frekuensi perpindahan, dan berat material. Studi kasus dilakukan pada area produksi PT Multi Instrumentasi yang meliputi bengkel pengecoran, permesinan, assembly meter air (BAM), serta permesinan plastik dan assembly (BPK). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis aliran material menggunakan From to Chart (FTC) untuk mengidentifikasi pola aliran dan backtracking, serta metode Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) untuk menghasilkan alternatif tata letak. Setiap alternatif dievaluasi menggunakan rectilinear distance yang dikalikan dengan frekuensi perpindahan untuk memperoleh movement cost. Hasil penelitian menunjukkan penurunan movement cost sebesar 1,13% pada tata letak keseluruhan bengkel, 23% pada bengkel BAM, dan 11% pada bengkel BPK. Dengan demikian, perancangan ulang tata letak menggunakan FTC dan CORELAP terbukti mampu meningkatkan efisiensi aliran material dan kinerja sistem produksi.

References

Adiyanto, O., & Clistia, A. F. (2020). Perancangan ulang tata letak fasilitas produksi UKM Eko Bubut dengan metode Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP). Jurnal Integrasi Sistem Industri, 7(1), 49–56. https://doi.org/10.24853/jisi.7.1.49-56

Apple, J. (1990). Tata letak pabrik & pemindahan bahan (Edisi ke-3). ITB.

Heragu, S. S. (2008). Facilities design (3rd ed.). CRC Press.

Montgomery, D. C., & Runger, G. C. (2014). Applied statistics and probability for engineers (6th ed.). John Wiley & Sons.

Muther, R. (1973). Systematic layout planning. Cahners Books.

Nisa, S. Z., & Setiafindari, W. (2023). Perancangan ulang tata letak fasilitas untuk meminimalkan jarak material handling menggunakan algoritma CORELAP. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT), 2(4), 250–260. https://doi.org/10.55826/tmit.v2i4.139

Nu’man, A. H. (2013). Perencanaan tata letak fasilitas. UPT Pusat Pembinaan dan Laboratorium Bahasa UNISBA.

Santoso, & Heryanto, R. (2023). Perancangan tata letak fasilitas. Alfabeta.

Stephens, M. P., & Meyers, F. E. (2013). Manufacturing facilities design and material handling (5th ed.). Pearson Education.

Sule, D. R. (2008). Manufacturing facilities location, planning, and design (3rd ed.). CRC Press.

Tompkins, J. A. (1996). Facilities planning. John Wiley & Sons.

Wignarsoebroto, S. (2009). Tata letak pabrik dan pemindahan bahan (Edisi ke-3). Guna Widya.

Sodikin VAZ, Reni Amaranti, Djamaludin. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Gudang PT. X. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Oct 25;1(1):58–67. doi:10.29313/jrti.v1i1.141

Firmansyah RD. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Persediaan UD. X. Jurnal Riset Teknik Industri. 2022 Jul 8;47–56. doi:10.29313/jrti.v2i1.940

Destian FA, Achiraeniwati E. Perancangan Fasilitas Kerja di Warehose dengan Metode Antropometri. Jurnal Riset Teknik Industri. 2022 Feb 11;1(2):154–63. doi:10.29313/jrti.v1i2.486

Downloads

Published

2026-02-05