Pengendalian Kualitas Menggunakan Metode Robust Design untuk Mengurangi Jumlah Cacat Produk

Authors

  • Adzani Sofyanti Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Rakhmat Ceha Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Luthfi Nurwandi Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.23069

Keywords:

Pengendalian Kualitas, Robust Design, Statistical Quality Control (SQC)

Abstract

Abstract. PT. X is an industrial company that produces footwear. The problem faced by the company is that the defect rate exceeds the company's established tolerance limit of 2% it must be minimized to reduce losses. The types of defects that occur include tilted shoe lasting and torn uppers. To minimize defects begin with identifying the factors causing defects using Statistical Quality Control (SQC). After obtaining the highest defect rate for the shoes produced, experiments are conducted based on the factors causing defects using the Robust Design method. This research aims to create an optimal composition design to minimize losses and losses experienced by the company. The factors used in developing the experimental plan were temperature (°C), pressure (kg), and shoe drying time (minutes). The results of the research indicated that the most dominant factor was pressing, with an optimal composition design of A2 – B1 – C2, encompassing a temperature of 46.57 °C, a pressure of 1.2 kg, and a shoe drying time of 13 minutes. This indicates that the company can minimize losses due to product loss during the production process at PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk.

Abstrak. PT. X merupakan sebuah perusahaan industri yang menghasilkan produk sepatu. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah tingkat kecacatan yang melebihi batas toleransi yang telah ditetapkan oleh perusahaan sebesar 2%, sehingga kecacatan tersebut harus diminimalisir guna mengurangi kerugian yang dialami. Jenis kecacatan yang terjadi yaitu lasting miring dan upper sepatu sobek. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kecacatan dimulai dengan mengindentifikasi faktor penyebab kecacatan dengan menggunakan Statistical Quality Control (SQC). Setelah memperoleh tingkat kecacatan tertinggi dari sepatu yang diproduksi, melakukan eksperimen berdasarkan faktor penyebab terjadinya kecacatan dengan menggunakan metode Robust Design. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan komposisi yang optimal untuk meminimalisir kecacatan dan kerugian yang dialami perusahaan. Faktor yang digunakan dalam membuat rancangan eksperimen tersebut yaitu suhu (⁰C), pressing (Kg) dan juga waktu pengeringan sepatu (menit). Hasil penelitian menujukan bahwa faktor paling dominan adalah faktor pressing dengan rancangan komposisi yang optimal yaitu A2 – B1 – C2 yang meliputi suhu sebesar 46,57 ⁰C, tekanan sebesar 1,2 kg dengan durasi pengeringan sepatu selama 13 menit. Hal tersebut memberikan indikasi bahwa dapat meminimalisir kerugian yang dialami perusahaan yang diakibatkan kecacatan produk saat proses produksi berlangsung di PT. X.

References

Antony, J. (2014). Design of Experiments for Engineers and Scientists 2nd Edition,. London: Elsevier.

Brassard, M. &. Ritter, D. (2010). The memory jogger II. ASQ Quality Press.

Evans, J. R. &. Lindsay, W. M. (2020). Managing for Quality and Performance Excellence.

Field, A. (2018). Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics. Newbury Park: 5th Edition, Sage.

Goetsch, D. L. & Davis, S. B. (2016). Quality Management for Organizational Excellence: Introduction to total quality (8th ed.). Pearson, Upper Saddle River.

Kutner, M. H. (2005). Applied linear statistical models. Boston: McGraw-Hill Irwin.

Montgomery, D. (2017). Design and Analysis of Experiments Arisona, State University. Ninth Edition. New York: John Wiley & Sons.

Montgomery, D. C. & Runger, G. C.(2014). Applied Statistics and Probability for Engineers. Wiley.

Oakland, J. S. (2014). Total Quality Management and Operational Excellence (4th ed.). Routledge.

Phadke, M. (1989). Quality Engineering Using Robust Design. Prentice Hall: Englewood Cliffs.

Wijaya, H. (2022). Analisis Pengendalian Kualitas Beras dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control di UD. Penggilingan Beras Putri Jaya. Jurnal Intent, 5(1), 131-142.

Wu, C. F. J., & Hamada, M. S. (2009). Experiments: Planning, Analysis, and Optimization (2nd ed.). Wiley

Siti Nur Hamidah, Aprilia H. Pengendalian Kualitas Produk Cacat Produksi E-Clips Menggunakan Metode Six Sigma. Jurnal Riset Teknik Industri. 2024 Dec 30;141–54. doi:10.29313/jrti.v4i2.5439

Muhammad Yudio Saralino, Puti Renosori. Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode SQCdan TRIZ. Jurnal Riset Teknik Industri. 2024 Jul 9;49–58. doi:10.29313/jrti.v4i1.3841

Saeful Nurochim, As’ad NR, Rukmana AN. Perancangan Produk Waistbag dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Jul 6;1(1):1–13. doi:10.29313/jrti.v1i1.91

Downloads

Published

2026-02-05