Perancangan Pengendalian Risiko K3 Menggunakan HIRARC di PT. XYZ

Authors

  • Agus Wibowo Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Aviasti Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Yanti Sri Rejeki Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.22968

Keywords:

HIRARC, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Pengendalian Risiko

Abstract

Abstract. Occupational safety and health (OSH) is an important factor in ensuring worker safety and maintaining the continuity of production processes in the manufacturing industry. PT XYZ is a company operating in the technical rubber industry. During the period of January–December 2024, the company recorded eight occupational accident cases. The types of accidents included entanglement in machinery, cuts from cutting tools, crushing by molds, as well as exposure to heat and process steam. These accidents occurred repeatedly at the rubber milling, rubber sheet cutting, and press machine workstations. These conditions indicate the presence of occupational hazards that have not been optimally managed and pose risks to worker safety and production target achievement. This study aims to identify potential hazards, assess risk levels, and develop occupational safety and health risk control measures in the production area. The study employed descriptive qualitative and quantitative methods, with risk analysis using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. Data were collected through field observations, interviews, and company document reviews. The results identified 29 hazard sources across four workstations. These consisted of 14 physical hazards, 4 chemical hazards, 3 mechanical hazards, 4 ergonomic hazards, and 4 psychosocial hazards. Risk assessment results showed that high and medium risks each accounted for 41%, extreme risks accounted for 14%, and low risks accounted for 4%. Extreme and high risks were predominantly found at the rubber milling and press machine workstations. Based on these findings, risk control measures are prioritized through engineering controls, supported by administrative controls and the use of personal protective equipment.

Abstrak. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor penting dalam menjaga keselamatan tenaga kerja dan kelancaran proses produksi di industri manufaktur. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri karet teknik. Selama periode Januari–Desember 2024, perusahaan mencatat delapan kasus kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan meliputi tersangkut mesin, tersayat alat potong, terjepit cetakan, serta paparan panas dan uap proses. Kecelakaan tersebut terjadi berulang pada stasiun kerja rubber milling, pemotongan lembaran karet, dan mesin press. Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi bahaya kerja yang belum dikelola secara optimal dan berisiko terhadap keselamatan pekerja serta pencapaian target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta merancang pengendalian risiko K3 di area produksi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan analisis risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumen perusahaan. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 29 sumber bahaya pada empat stasiun kerja. Bahaya tersebut terdiri atas 14 bahaya fisika, 4 bahaya kimia, 3 bahaya mekanik, 4 bahaya ergonomi, dan 4 bahaya psikologi. Penilaian risiko menunjukkan risiko tinggi dan sedang masing-masing sebesar 41%, risiko ekstrem sebesar 14%, dan risiko rendah sebesar 4%. Risiko ekstrem dan tinggi dominan terdapat pada stasiun kerja rubber milling dan mesin press. Berdasarkan hasil analisis tersebut, rancangan pengendalian risiko diprioritaskan pada pengendalian rekayasa. Pengendalian ini didukung oleh pengendalian administratif serta penggunaan alat pelindung diri.

References

Candrianto, C., Ningsih, R., Satrianto, A., dan Lubis, R. F. (2020). Analisis beban kerja dan jumlah tenaga kerja pada bagian bahan baku menggunakan metode Workload Analysis. Inventory: Industrial Vocational E-Journal on Agroindustry, 1(1), h. 36. https://doi.org/10.52759/inventory.v1i1.21

Churniawan, E., Priyanto, S., dan Bramantika, P. A. S. (2022). Penilaian dan pengendalian risiko kecelakaan kerja petugas perawat jalan rel. Jurnal Impresi Indonesia, 1(11), 1134–1148.

Hanifah, J. I., Dzikron, M., dan Rejeki, Y. S. (2023). Identifikasi Bahaya pada Aktivitas Perusahaan Peleburan Logam Alumunium Menggunakan Metode HIRARC. Jurnal Riset Teknik Industri, 89-98.

Hasibuan, A., Purba, B., Marzuki, I., Sianturi, M. E., Armus, R., Gusty, S. M. C., Sitorus, E., Khariri, K., Bachtiar, E., dan Susilawaty, A. (2020). Teknik keselamatan dan kesehatan kerja (Ed. 1). Yayasan Kita Menulis.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 5 Tahun 2018. Tentang keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan kerja. Jakarta: Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan. (2024). Kasus kecelakaan kerja tahun 2024 (Data prioritas ketenagakerjaan SDI 2024). Satu Data Kemnaker. https://satudata.kemnaker.go.id/

Latif, I., Yulyanti, D., dan Jubaedi, I. T. (2023). Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja: Penggunaan APD dalam pengangkutan sampah. Penerbit Adab.

Pebriyanti, D. O., Dewi, N., Febiyani, A., Sitepu, F. B., dan Astoeti, I. D. L. (2024). Buku ajar K3 rumah sakit. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Ramadhan, F. (2021). Analisis kesehatan dan keselamatan kerja menggunakan metode Hazards Identification, Risk Assessment and Determining. http://eprints.umg.ac.id/5293/

Ramli, S. (2014). Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Jakarta: Dian Rakyat.

Nurdyansyah MF. Analisis Cacat Proses Pembuatan Air Mineral Dalam Kemasan dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis pada CV. Al Azhar Mandiri. Jurnal Teknik Industri. 2023.

Apriliyanti. Penerapan Desain Eksperimen Taguchi untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Batu Bata Ringan dari Sekam Padi. Jurnal Teknik Industri. 2020;12(1):45–53.

Downloads

Published

2026-02-03