Pengukuran Risiko Kerja Menggunakan WERA pada Stasiun Kerja Penghalusan di PT XYZ

Authors

  • Rifan Mi'raji Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • A. Harits Nu’man Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Yanti Sri Rejeki Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.22957

Keywords:

Ergonomi, Risiko Kerja, WERA

Abstract

Abstract. Ergonomic risks in the manufacturing industry are still a common problem due to unnatural work postures and repetitive activities that have the potential to cause musculoskeletal disorders. PT XYZ is an oil and gas drilling equipment manufacturing company. At this time, the company is still facing the problem of delivery delays. One of the main causes of these delays is overload during the production process which has an impact on the accumulation of Work in Process (WIP), especially at smoothing workstations. The operator performs the smoothing process using a hand grinder with an unnatural working posture in a static state that has the potential to cause musculoskeletal disorders. This study aims to assess the level of ergonomic risk in smoothing workstation operators. The work at the smoothing workstation has three working elements, namely, installing the grinding edge, the smoothing process and removing the grinding edge. The research method used was quantitative with 6 operator respondents. The assessment of ergonomic risk levels was carried out using the Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) method which included factors such as work posture, repetition, force, vibration, contact pressure, and duration of work. The results of the analysis showed that the final WERA score on the three work elements was in the range of 31–40 which was included in the medium category, so the working conditions required improvement measures to reduce the level of ergonomic risk.

Abstrak. Risiko ergonomi pada industri manufaktur masih menjadi permasalahan umum akibat postur kerja tidak alamiah dan aktivitas berulang yang berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur peralatan pengeboran minyak dan gas bumi. Pada saat ini perusahaan masih menghadapi permasalahan keterlambatan pengiriman. Salah satu penyebab utama keterlambatan tersebut adalah overload pada saat proses produksi yang berdampak pada penumpukan Work in Process (WIP), khususnya pada stasiun kerja penghalusan. Operator melakukan proses penghalusan menggunakan gerinda tangan dengan postur kerja tidak alamiah dalam keadaan statis sehingga berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risiko ergonomi pada operator stasiun kerja penghalusan.  Pekerjaan pada stasiun kerja penghalusan memiliki tiga elemen kerja yaitu, memasang mata gerinda, proses penhalusan dan melepas mata gerinda. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan responden 6 orang operator. Penilaian tingkat risiko ergonomi dilakukan menggunakan metode Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) yang mencakup faktor postur kerja, pengulangan, gaya, getaran, tekanan kontak, dan durasi kerja. Hasil analisis menunjukkan skor akhir WERA pada tiga elemen kerja berada pada rentang 31–40 yang termasuk kategori medium, sehingga kondisi kerja memerlukan tindakan perbaikan untuk menurunkan tingkat risiko ergonomi.

References

Angelita, P. A., Rusni, N. W., dan Cahyawati, P. N. (2023). Hubungan antara Postur dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pegawai Mekanik Bengkel Motor di Denpasar. AMJ (Aesculapius Medical Journal), 3(1)86-92.

As'ad, N. R., Achiraeniwati, E., Rejeki, Y. S., dan Pradana, E (2028). Identifikasi Keluhan Pekerja

dan Pengukuran Tingkat Risiko Kerja dengan Pendekatan Ergonomi Untuk Mencegah Musculoskeletal Disorders (Msds) (Studi Kasus: Perusahaan Minuman Pt. X). Seminar Nasional VII Manajemen & Rekayasa Kualitas 2018.

Dzikrillah, N., Hardi Purba, H., Suwazan, D., dan Wahjoedi, N. (2016). Pengendalian Persediaan Melalui Penentuan Produk Strategi. Universitas Mercubuana Jl. Menteng Raya, 8(2), 169–174.

Ferusgel, A., Masni, dan Arti, N. A. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Risiko Musculoskeletal Disoders (MSDs) pada Driver Ojek Online Wanita Kota Medan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(1), 68–72.

Iridiastadi, H., dan Yassierli. (2014). Ergonomi suatu pengantar. Bandung: PT Rosda Karya

Larasandi, D. S., Suroto, dan Widjasena, B. (2016). Analisis Postur Kerja Terhadap Keluhan Musculoskeletal Pada Pekerja Di Tempat Pengasapan Ikan X Kali Asin, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(3), 352–361.

Mindhayani, I. (2020). Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Hazop Dan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus: UD. Barokah Bantul). Jurnal SIMETRIS, 11(1), 31–38.

Pramuditta, L., dan Kunaefi, T. D. (2016). Pengaruh Paparan Getaran Mesin Terhadap Kelelahan Dan Hand Arm Vibration Syndrome (Havs) Pada Pekerja Di Industri Beton Pracetak (Studi Kasus PT SCG Pipe And Precast Indonesia). Jurnal Teknik Lingkungan, 22(2), 42–51.

Purba, A., Amirah, N., Ariescha, P. A. Y., dan Batubara, S. (2025). Analisis Faktor Risiko Sumber

Bahaya Ergonomi Terhadap Keluhan Gangguan Otot Rangka Ekstremitas Atas Pada Pemanen Kelapa Sawit di PT Rap Kalimantan Barat Tahun 2024. Jurnal Teknik Lingkungan, 22(2), 42–51.

Rahman, M. N. A., Rani, M. R. A., dan Rohani, J. M. (2011). WERA: An observational tool development to investigate the physical risk factors associated with WMSDs. Journal of Human Ergology, 40(1–2), 19–36.

Rahmat, I. S., & Masrofah, I. (2024). Analisis Postur Pekerja Manufaktur dengan Menggunakan Metode Muscoloskeletal Disorder (MSDs) dan Ovako Work Posture Analysis Sistem (OWAS) (Studi Kasus: Cv. Sejahtera Abadi Bersama). Jurnal SENASTITAN, 1–6.

Suma’mur, P. K. (2009). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja. Jakarta: Sagung Seto.

Tantony, V., dan Sarvia, E. (2022). Redesain Fasilitas dan Perbaikan Postur Kerja Pada Stasiun Penggulungan dan Pengukusan Adonan Pembuatan Krupuk dengan Metode Rapid Entire Body Assessment. Journal Industrial Servicess, 7(2), 234–242.

Shifa Salimatusadiah, As’ad NR, Renosori P. Perancangan Fasilitas Kerja pada Operator Pemasangan Accesories di CV. X untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Jul 6;1(1):28–35. doi:10.29313/jrti.v1i1.93

Sari NPL, Achiraeniwati E. Perancangan Kebutuhan Jumlah Operator Berdasarkan Pengukuran Beban Kerja pada Bagian Produksi Dus Kemasan. Jurnal Riset Teknik Industri. 2022 Jul 6;9–16. doi:10.29313/jrti.v2i1.642

Susanti L, FD, dan KS. Pengukuran Produktivitas PTP Nusantara VI Unit Usaha Kayu Aro Dengan Metode Objective Matrix. 1st ed. Vol. 8. Jurnal Riset Teknik Industri; 2018. 17–21 p.

Downloads

Published

2026-02-03