Rancangan Perbaikan Lingkungan Kerja Fisik yang Ergonomis di PT. Multi Instrumentasi

Authors

  • Arya Bagas Sutrisno Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Yanti Sri Rejeki Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Nur Rahman As'ad Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.22509

Keywords:

Lingkungan Kerja Fisik, Fasilitas Kerja, Tata Letak Pabrik

Abstract

Abstract. A safety work environment is essential for maintaining productivity and occupational health. PT Multi Instrumentasi is a manufacturing company producing water meters and faces difficulties in achieving production targets. Initial observations showed workers taking breaks during working hours due to excessive heat. Measurements in the Plant division recorded an average temperature of 33.4°C, lighting of 145.1 lux, and noise of 91 dBA, while the Plastic division recorded 29.1°C, 353 lux, and 88 dBA. These conditions pose risks to workers’ health and comfort. This study aims to design an ergonomic work environment using a quantitative method. Measurements were carried out using a 4-in-1 Environment Meter. Lighting analysis used the Lumen method, thermal analysis used Computational Fluid Dynamics, and noise analysis used the Noise Exposure Limit. Proposed thermal improvements include installing furnace covers and providing wearpacks in the Plant division, as well as adding two turbine ventilators in the Plastic division. Lighting improvements include additional LED lamps, and noise control is addressed by providing earplugs. SolidWorks simulations showed temperature reductions to 29-30°C in the Plant division and 24-28°C in the Plastic division, while DIAlux simulations indicated uniform lighting of 300 lux in all divisions.

Abstrak. Lingkungan kerja yang aman merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas dan kesehatan kerja. PT. Multi Instrumentasi merupakan perusahaan manufaktur, yang memproduksi meteran air. Perusahaan menghadapi permasalahan tidak tercapainya target produksi. Observasi awal menunjukkan pekerja istirahat di jam kerja akibat panas berlebih. Pengukuran pada divisi Plant rata-rata suhu 33,4˚C, pencahayaan 145,1 lux, dan kebisingan 91 dBA. Divisi Plastik rata-rata suhu 29,1˚C, pencahayaan 353 lux, dan kebisingan 88 dBA. Kondisi tersebut berisiko bagi kesehatan dan kenyamanan pekerja. Penelitian bertujuan merancang lingkungan kerja yang ergonomis. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengukuran menggunakan alat 4 in 1 Environment Meter. Metode pengukuran pencahayaan menggunakan Lumen, termal menggunakan Computational Fluid Dynamics, dan kebisingan menggunakan Noise Exposure Limit. Hasil pengamatan divisi plant rata-rata suhu 33,4℃, pencahayaan 145,1 lux, kebisingan 91 dBA. Divisi plastik rata-rata suhu 29,1℃, pencahayaan 353 lux dan kebisingan 88 dBA. Rancangan perbaikan termal meliputi penambahan penutup tungku dan wearpack untuk divisi Plant, penambahan 2 unit turbin ventilator pada divisi Plastik. Pencahayaan dengan menambahkan 16 unit LED 80W pada divisi Plant dan 12 unit LED 50W divisi Plastik. Kebisingan dengan penyediaan earplug. Simulasi Solid Works menunjukkan penurunan suhu 29-30˚C pada divisi Plant dan 24-28˚C pada divisi Plastik. Simulasi DIAlux diperoleh pencahayaan merata 300 lux semua divisi.

References

Anizar, A. (2018). Teknik keselamatan dan kesehatan kerja di industri. Graha Ilmu.

DiLaura, D. L., Houser, K. W., Mistrick, R. G., & Steffy, G. R. (Eds.). (2011). The lighting handbook: reference and application (10th ed.). Illuminating Engineering Society of North America.

Hidayat, T., As’ad, N. R., dan Septiani, A., 2025. Usulan perbaikan kondisi lingkungan kerja dengan penerapan konsep 5S di CV. Svggest Semesta. Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science, Vol. 5, No. 2, hal. 301–312. https://doi.org/10.29313/bcsies.v5i2.21336.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2002). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Mahabella, L. S., & Waibo, O. R. G. (2020). Analisis nilai indeks suhu dan kelembaban ruang terbuka Taman Rekreasi Sengkaling. Media Teknik Sipil, 18(2), 75–82.

Reida, S. P., Rejeki, Y. S., & Septiani, A. (2024). Rancangan perbaikan lingkungan kerja yang ergonomis menggunakan software DIALux dan computational fluid dynamic. Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science, 4(1), 580–590. https://doi.org/10.29313/bcsies.v4i1.12154.

Sedarmayanti. (2018). Sumber daya manusia dan produktivitas kerja. CV Mandar Maju.

Soedirman, & Suma’mur, P. (2014). Kesehatan kerja dalam perspektif hiperkes dan keselamatan kerja. Erlangga.

Sopiana, R. (2012). Pembuatan peta bising (noise mapping) dengan software Golden Surfer 68 sebagai upaya pengendalian di PT Pertamina (Persero) Pabrik Aspal Gresik Jawa Timur [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel].

Tasyania, M. P., Fariza, R., Qurtubi, & Sari, D. K. (2022). Analisis lingkungan kerja fisik: Suhu dan kebisingan terhadap produktivitas pada ruang mesin 2 PT ABC. Jurnal Teknik Industri, 12(2), 111–116.

Yusuf, M. (2015). Efek pencahayaan terhadap prestasi dan kelelahan kerja operator. Seminar Nasional IENACO, 24–29.

Nggole MA, Yan Orgianus, Eri Achiraeniwati. Usulan Rancangan Perbaikan Pengelolaan Laboratorium Berdasarkan Hasil Gap Analysis dengan ISO 9001:2015 pada Laboratorium Teknik Industri Universitas Islam Bandung. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Oct 25;1(1):88–95. doi:10.29313/jrti.v1i1.234

Pranata YA, Amaranti R. Rancangan Strategi Pemasaran Media Sosial Menggunakan Model SOSTAC. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Dec 23;1(2):110–20. doi:10.29313/jrti.v1i2.397

Nadia Adzkia, Mulyati DS, Selamat. Usulan Perbaikan Kualitas Layanan di Bengkel Motor dengan Pendekatan Metode Servqual. Jurnal Riset Teknik Industri. 2023 Dec 19;107–12. doi:10.29313/jrti.v3i2.2850

Downloads

Published

2026-02-03