Pengendalian Kualitas Sepatu Sekolah menggunakan Six Sigma pada Assembling (PT. XYZ)
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.21995Keywords:
Pengendalian Kualitas, Six sigma, KaizenAbstract
Abstract. PT XYZ is a footwear manufacturing company that produces school, casual, and sports shoes. During the period from January to June 2025, school shoe products showed a defect rate of 3.18%, exceeding the company’s tolerance limit of 2%. These defects caused product rejects and financial losses, leading to inefficiencies in time, labor, and production costs. Most defects occurred in the assembling process, the stage where the upper and bottom parts of the shoe are joined. Based on this condition, this study aims to measure the defect rate of school shoe products during the assembling process at PT XYZ, identify the main factors causing defects during assembling, and propose improvement actions to reduce the defect rate. This research applies the Six Sigma method using the DMAIC approach, supported by Fishbone Diagram analysis and the Kaizen 5M Checklist. Defect data show that skewed lasting (49.46%) and open bonding (31.07%) are the most dominant defect types, making them the main focus for analysis and improvement. The causes arise from human, material, machine, method, and environmental factors. Proposed improvements include micro-breaks of 5–10 minutes, operator training, FIFO implementation, regular machine maintenance, digital timers, and SOP socialization. These actions are expected to improve product quality.
Abstrak. PT. XYZ merupakan perusahaan industri alas kaki yang memproduksi sepatu sekolah, casual, dan olahraga. Pada periode Januari–Juni 2025, produk sepatu sekolah menunjukkan tingkat kecacatan sebesar 3,18%, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 2%. Kecacatan tersebut menimbulkan reject dan kerugian produk yang berdampak pada pemborosan waktu, tenaga kerja, dan biaya. Sebagian besar cacat terjadi pada proses assembling yang merupakan tahapan penyatuan upper dan bottom sepatu. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kecacatan produk dalam pembuatan sepatu sekolah pada proses assembling di PT. XYZ, mengidentifikasi faktor utama penyebab kecacatan produk selama proses assembling sepatu sekolah di PT. XYZ serta melakukan perbaikan untuk menurunkan tingkat cacat. Penelitian menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC yang dilengkapi analisis Fishbone dan Kaizen 5M Checklist. Data kecacatan menunjukkan bahwa lasting miring (49,46%) dan open bonding (31,07%) merupakan jenis cacat yang paling dominan, sehingga kedua jenis cacat ini menjadi fokus utama untuk di analisis dan diperbaiki. Faktor penyebabnya berasal dari aspek manusia, material, mesin, metode, dan lingkungan. Usulan perbaikan pada proses assembling meliputi pemberian micro-breaks selama 5–10 menit, pelatihan pada operator, penerapan FIFO, pemeliharaan mesin, penggunaan timer digital, sosialisasi SOP, serta penambahan exhaust fan. Upaya perbaikan dilakukan agar perusahaan mencapai kualitas lebih tinggi.
References
L. A. A. T. Sambodo, Y. Harsudiono, and A. Utami, Kajian Sektor Manufaktur Indonesia. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2021.
A. Papavasileiou, G. Michalos, and S. Makris, “Quality control in manufacturing–review and challenges on robotic applications,” International Journal of Computer Integrated Manufacturing, vol. 38, no. 1, pp. 79–115, 2024, doi: 10.1080/0951192X.2024.2314789.
D. N. Sari, A. Yani, and S. Isnaniati, “Analisis Quality Control dan Resiko Kerusakan Terhadap Biaya Kualitas Pada PT Sukses Mitra Sejahtera,” Jurnal Ilmiah Cendekia Akuntansi, vol. 8, no. 3, p. 9, 2023, doi: 10.32503/cendekiaakuntansi.v8i3.3543.
T. Sulamit and D. Garneta, “Prospek Industri Alas Kaki,” Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian, vol. 9, no. 2, Jakarta, pp. 26–28, 2019.
Rizky Ferdiansyah, Iyan Bachtiar, and Selamat, “Pengendalian Kualitas dengan Metode Taguchi pada Produk Cat Tembok di Pt XYZ,” Jurnal Riset Teknik Industri, pp. 129–138, Dec. 2023, doi: 10.29313/jrti.v3i2.2890.
R. Susilawati, “Kemenperin Optimis, Industri Alas Kaki Indonesia Cetak Rekor Baru di 2024,” Berita jatim. Accessed: Feb. 12, 2025. [Online]. Available: https://beritajatim.com/kemenperin-optimis-industri-alas-kaki-indonesia-cetak-rekor-baru-di-2024?utm_source
Siti Nur Hamidah and H. Aprilia, “Pengendalian Kualitas Produk Cacat Produksi E-Clips Menggunakan Metode Six Sigma,” Jurnal Riset Teknik Industri, pp. 141–154, Dec. 2024, doi: 10.29313/jrti.v4i2.5439.
A. Hadijah, T. Arfan, and A. Zarefar, “Pengaruh Biaya kualitas terhadap Produk Cacat Pada PT. Riau Andalan Pulp And Paper,” Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis, vol. 12, no. 2, pp. 57–66, 2019, doi: 10.35143/jakb.v12i2.3367.
Lubis, “Penerapan Aplikasi Metode Taguchi untuk Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Crude Palm Oil,” Jurnal Teknik Industri, vol. 9, no. 2, 2020.
V. Gaspersz, Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi dengan ISO 9001:2000, MBNQA, dan HACCP. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002.
D. C. Montgomery, Introduction to Statistical Quality Control, Seven. New York: Jhon Wiley & Sons Inch, 2013.
N. Štefanić, N. Tošanović, and M. Hegedić, “Kaizen workshop as an important element of continuous improvement process,” International Journal of Industrial Engineering and Management, vol. 3, no. 2, pp. 93–98, 2012, doi: 10.24867/ijiem-2012-2-112.