Perbaikan Kualitas Paving Block di PT. Herlina Pratama Putra

Authors

  • Mochamad Reza Ferdian Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Iyan Bachtiar Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Asep Nana Rukmana Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsies.v6i1.21989

Keywords:

Kualitas, Six Sigma, Kaizen

Abstract

Abstract. PT. Herlina Pratama Putra is a paving block manufacturing company that faces quality problems due to a high defect rate in its production process. Based on production data, the average defect rate reaches 8.36%, exceeding the company’s tolerance limit of 5%. Minor defects can still be sold at a lower price, but they increase costs and processing time, while major defects cause greater losses. The most common defects are cracked surfaces, porous surfaces, and chipped corners. This study applies the Six Sigma method using the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) framework to reduce defects by minimizing process variation. In the Improve stage, Six Sigma is integrated with the Kaizen approach to enhance continuous improvement. The results show that dominant defects consist of cracked surfaces (49%), porous surfaces (37%), and uneven corners (14%). The causes of defects are related to human factors, machines, methods, materials, and the work environment. Initial measurement indicates a Sigma level of 3.62, with a target of 4.50 Sigma. Proposed improvements include operator training, enhanced quality control, improved material storage, routine machine maintenance and calibration, SOP development, 5S implementation, and the use of checklists and control charts to sustain improvements.

Abstrak. PT. Herlina Pratama Putra merupakan perusahaan manufaktur paving block yang masih menghadapi permasalahan tingginya produk cacat dalam proses produksi. Berdasarkan data produksi, rata-rata tingkat kecacatan mencapai 8,36%, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5%. Cacat minor memang masih dapat dijual dengan harga lebih rendah, namun tetap menimbulkan kerugian akibat tambahan waktu dan biaya perbaikan, sedangkan cacat mayor berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar. Jenis cacat yang paling sering terjadi meliputi permukaan retak, permukaan berpori, dan sudut sompel. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecacatan dengan menerapkan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap Improve, Six Sigma dikombinasikan dengan pendekatan Kaizen untuk meningkatkan efektivitas perbaikan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan terdiri dari permukaan retak (49%), permukaan berpori (37%), dan sudut sompel (14%). Faktor penyebab kecacatan berasal dari manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Pengukuran awal menunjukkan tingkat Sigma sebesar 3,62 dengan target peningkatan menjadi 4,50 Sigma. Usulan perbaikan meliputi pelatihan operator, peningkatan pengendalian kualitas, penataan material, perawatan mesin, penyusunan SOP, penerapan 5S, serta penggunaan checklist dan peta kendali untuk menjaga keberlanjutan perbaikan.

References

Komara, E. (2021). Manajemen kualitas dalam meningkatkan daya saing produk manufaktur. Jurnal Manajemen Industri, 10(2), 85–94.

Mudiyono, R., Nugroho, S., & Prasetyo, A. (2019). Analisis mutu paving block berdasarkan kuat tekan dan daya serap air. Jurnal Teknik Sipil, 16(2), 101–109.

Slack, N., Brandon-Jones, A., & Burgess, N. (2019). Operations management (9th ed.). Pearson Education.

Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations management: Sustainability and supply chain management (13th ed.). Pearson Education.

Pyzdek, T., & Keller, P. (2018). The Six Sigma handbook (5th ed.). McGraw-Hill Education.

Masyitoh, S. (2020). Nilai-nilai perubahan dan perbaikan berkelanjutan dalam perspektif Al-Qur’an (Studi tafsir QS. Ar-Ra’d: 11). Jurnal Studi Al-Qur’an, 15(1), 45–56.

Pande, P. S., Neuman, R. P., dan Cavanagh, R. R. (2021). The Six Sigma Way (Bagaimana GE, Motorola, Dan perusahaan Terkenal Lainnya Mengasah Kinerja Mereka). Andi Publisher

Gaspersz, V. (2002). Manajemen Kualitas Penerapan konsep-konsep kualitas dalam bisnis. Jakarta: Gramedia.

Montgomery, D. C. (2019). Introduction to statistical quality control (8th ed.). John Wiley & Sons.

Faristy, A. Z., dan Apriliani, C. (2022). Analisis Pengendalian Kualitas Untuk Mengurangi cacat prouk tas dengan metode six sigma dan Kaizen. jurnal cakrawala ilmiah, [e-journal] 11(1) 2733-2744.

Muhammad Yudio Saralino, Puti Renosori. Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode SQCdan TRIZ. Jurnal Riset Teknik Industri. 2024 Jul 9;49–58. doi:10.29313/jrti.v4i1.3841

Renaldi R, Mulyati DS. Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Restoran Menggunakan Metode Servqual dan Kano. Jurnal Riset Teknik Industri. 2022 Dec 20;109–16. doi:10.29313/jrti.v2i2.1245

Nadia Adzkia, Mulyati DS, Selamat. Usulan Perbaikan Kualitas Layanan di Bengkel Motor dengan Pendekatan Metode Servqual. Jurnal Riset Teknik Industri. 2023 Dec 19;107–12. doi:10.29313/jrti.v3i2.2850

Downloads

Published

2026-02-03