Penerapan Metode Quality Control Circle (QCC) pada Produk Tahu

  • Kristal Rylla Marisa Nurhidayah Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Atep Harits Nu’man Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Luthfi Nurwandi Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Pengendalian Kualitas, Quality Control Circle (QCC), Simulasi Monte Carlo

Abstract

Abstract. Defective or damaged tofu products that occur during the production process cannot be reworked; therefore, companies need to pay attention to the tofu production process to maintain the quality of the marketed products (Mulyadi, 2011). This final project research focuses on the Quality Control Circle (QCC) method and an effective way to implement it using seven tools on tofu products at CV.NJ. It was found that many product returns were due to texture defects, making the tofu damaged and unsuitable for consumption. Other customer complaints included differences in size, thickness, and mismatched tofu types with orders. The company also has not established a standard, so this study aims to determine the standard to be implemented. The results show that texture defects are the main issue, with defect rates of 90% in 2022 and 87% in 2023, caused by factors such as materials, human errors, and production methods. Improvement proposals were made using work standardization tools and control charts to monitor the production process. Control chart analysis for 2022, 2023, and their combination revealed a high amount of uncontrolled data, leading to a revision by eliminating out-of-control sample data. Since more uncontrolled data was found than controlled data, a simulation was conducted to establish control limits as company standards. The determined control limits are 0.0034 and 0.0031, with a process capability of 1, a mean of 923,521, a median of 899,699, and a mode of 885,520. By implementing and standardizing these improvement proposals, the number of product returns can be reduced.

Abstrak. Produk tahu cacat atau rusak yang terjadi selama proses produksi tidak dapat dikerjakan ulang, oleh karena itu perusahaan perlu memperhatikan proses produksi tahu tersebut agar dapat menjaga mutu produk yang dipasarkan (Mulyadi, 2011). Penelitian tugas akhir ini berfokus pada metode Quality Control Circle (QCC) dan cara efektif menerapkannya dengan menggunakan seven tools pada produk tahu di CV. NJ. Diketahui banyak pengembalian produk akibat cacat tekstur yang menyebabkan tahu rusak dan tidak layak konsumsi. Keluhan lain dari pelanggan meliputi perbedaan ukuran, ketebalan, serta jenis tahu yang tidak sesuai pesanan. Perusahaan ini juga belum memiliki standar, sehingga penelitian ini bertujuan menentukan standar yang akan diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat tekstur menjadi masalah utama dengan tingkat cacat 90% pada 2022 dan 87% pada 2023, yang disebabkan oleh faktor material, manusia, dan metode produksi. Perbaikan diusulkan menggunakan alat standarisasi kerja dan peta kendali untuk mengontrol proses produksi. Analisis peta kendali tahun 2022, 2023, dan gabungan keduanya menunjukkan banyak data tidak terkendali, sehingga dilakukan revisi dengan menghapus data sampel out of control. Setelah ditemukan lebih banyak data tidak terkendali dibanding data terkendali, dilakukan simulasi untuk menetapkan batas kendali yang dijadikan standar perusahaan. Batas kendali yang ditetapkan adalah 0,0034 dan 0,0031 dengan kapabilitas proses 1, serta nilai mean 923.521, median 899.699, dan modus 885.520. Dengan menerapkan dan menstandarisasi usulan perbaikan, jumlah retur dapat dikurangi.

References

[[BSN] Badan Standar Nasional Indonesia.1998. Tahu. Dewan Standarisasi Nasional

Mahmudah, I. (2009). Peningkatan Umur Simpan Tahu Menggunakan Bubuk Kunyit Serta Analisa Usaha (Kajian: Lama Perendaman dan Konsentrasi Bubuk Kunyit). [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Salim, E. (2012). Kiat Cerdas Wirausaha Aneka olahan Kedelai. Yogyakarta: Lily Publisher.

Mitra, A. (2016). Fundamentals of Quality Control and Improvement (4th ed.). John Wiley & Sons.

Hugh J. Watson, J. H. (1989). Computer Simulation. Universitas India: Wiley.

Ishikawa, P. (1984). Quality Control Circle At Work. Tokyo: Asian Productivity Organization Tokyo.

Besterfield, D. H., Besterfield, G. H., Besterfield-Sacre, M., Urdhwareshe, R., Besterfield-Michna, C., dan Urdhwareshe, H. (2012). Total Quality Management Revised Third Edition For Anna University (3rd ed.). Prentice Hall.

Hayu K. (2013). “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cpe Film Dengan Metode Statistical Process Control Pada Pt. Msi”. Jurnal Ilmiah Teknik Industri 1 (1), 46-52.

Devani, V., dan Wahyuni, F. (2017). Pengendalian Kualitas Kertas Dengan Menggunakan Statistical Process Control di Paper Machine 3. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 15(2), 87-93

Almira Refriani Adinda Putri, Iyan Bachtiar. Usulan Perbaikan Kualitas Produk Tas Ransel Berdasarkan Quality Control New Seven Tools dan Kaizen. Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2024 Jul 9;11–8. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/3803

Reza Nugraha A, M.Dzikron, Iyan Bachtiar. Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) dan Model Importance Performance Analysis (IPA). Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2023 Jul 27;9–16. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/1830

Published
2025-01-31