Perencanaan Kapasitas Produksi dengan Metode Theory Of Constraints pada Konveksi
Abstract
Abstract. Production delays at Thanksdream Garment’s pants production line, which produces jeans, stem from bottlenecks at cutting, sewing, and finishing stations. These constraints limit capacity, delay orders, and reduce profitability. The Theory of Constraints (TOC) was applied to identify and resolve these issues through steps such as identifying, exploiting, subordinating, and elevating bottlenecks.Research findings show that constraint elevation through overtime effectively increases capacity. Adding one hour of overtime to cutting station 1 raised capacity from 120,960 to 138,240 minutes, reducing workload from 111.17% to 97.35%. Sewing station 7’s capacity increased from 161,280 to 184,320 minutes, lowering workload from 110.47% to 96.74%. Finishing station 3’s capacity improved from 80,640 to 92,160 minutes, decreasing workload from 110.25% to 96.55%.These improvements enhanced efficiency, enabling timely order fulfillment. Additionally, throughput or profitability rose significantly from Rp. 647,272,300 to Rp. 713,498,700. This study highlights the importance of addressing bottlenecks to optimize production, improve efficiency, and boost profitability. By applying TOC, Thanksdream Garment successfully reduced delays, increased capacity, and achieved better operational performance.
Abstrak. Keterlambatan produksi di lini produksi celana Thanksdream Garment, yang memproduksi jeans, disebabkan oleh bottleneck di stasiun pemotongan, jahit, dan finishing. Kendala ini membatasi kapasitas, menunda pesanan, dan mengurangi profitabilitas. Teori Kendala (TOC) diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah ini melalui langkah-langkah seperti identifikasi, eksploitasi, subordinasi, dan elevasi bottleneck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas melalui lembur efektif dalam meningkatkan produksi. Penambahan satu jam lembur di stasiun pemotongan 1 meningkatkan kapasitas dari 120.960 menjadi 138.240 menit, mengurangi beban kerja dari 111,17% menjadi 97,35%. Kapasitas stasiun jahit 7 meningkat dari 161.280 menjadi 184.320 menit, menurunkan beban kerja dari 110,47% menjadi 96,74%. Kapasitas stasiun finishing 3 meningkat dari 80.640 menjadi 92.160 menit, mengurangi beban kerja dari 110,25% menjadi 96,55%. Peningkatan ini meningkatkan efisiensi, memungkinkan pemenuhan pesanan tepat waktu. Selain itu, throughput atau profitabilitas meningkat secara signifikan dari Rp. 647.272.300 menjadi Rp. 713.498.700. Studi ini menyoroti pentingnya mengatasi bottleneck untuk mengoptimalkan produksi, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan profitabilitas. Dengan menerapkan TOC, Thanksdream Garment berhasil mengurangi keterlambatan, meningkatkan kapasitas, dan mencapai kinerja operasional yang lebih baik.
References
Dimyati, T. T. dan Dimyati, A. (2015). Operations research: model-model pengambilan keputusan. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Goldratt, E.M. dan Cox, J. (2004). The goal: a process of ongoing improvement, New York: Nort
River Press
Goldratt, E.M. (1997). What is this thing called theory of constraints and how should it be implemented? New York: North River Press.
Hansen, D. R. dan Mowen, M. (2007). Managerial accounting. 8 th ed. USA: Boston: Thomson Learning.
Heizer, J. dan Render, B. (2011). Operations management. 10th ed. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Hunusalela, Z. F. (2013). Usulan penjadwalan produksi dengan menggunakan menggunakan theory of constraint pada bagian welding rear body PT. Krama Yudha Ratu Motor, Jurnal Factor Exacta. 6(1) 70-86.
Krajewski, L. J., Ritzman, L. P., dan Malhotra, M. K. (2013). Operations management: processes and supply chains. London: Pearson Education.
Prasetyaningsih,E., Defrinanda, C. A., Amaranti, R. (2019). Bottleneck Reduction at The Shoes Production Line using Theory of Constraints Approach,2019 International Conference on Sustainable Engineering and Creative Computing (ICSECC). 170-175
Sutalaksana, I., Anggawisastra, R., dan Tjakraatmadja, J. H. (2006). Teknik perancangan sistem kerja. Bandung: ITB Press.
Tersine, R. (1994). Principles Of Inventory And Materials Management. New York: Prentice Hall, Inc.
Salimah S, M. Dzikron, Nita P. A. Hidayat. Reduksi Stasiun Kerja Bottleneck pada Produksi Pakaian Gamis dan Koko dengan Menggunakan Theory of Constraints. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Oct 25;1(1):49–57.
Istikomah M, Endang Prasetyaningsih, Chaznin R. Muhammad. Usulan Perbaikan Lintasan Produksi untuk Mereduksi Waste pada Departemen Kerja Produksi dengan Kombinasi Lean Manufacturing dan Theory of Constraints. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Oct 25;1(1):77–87.
Afif Syarifuddin Muflih, Reni Amaranti, Agus Nana Supena. Usulan Perencanaan Produksi dengan Pendekatan Material Requirement Planning (MRP). Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2024 Jul 9;59–68. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/3845