Perancangan Lingkungan Kerja Fisik Bagian Produksi pada PT Sunrise Abadi Jaya

  • Fikri Hawari Azhar Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Eri Achiraeniwati Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Anis Septiani Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Lingkungan Kerja Fisik, Perancangan

Abstract

Abstract. The physical work environment at PT Sunrise Abadi Jaya, based on measurements conducted over 16 days, showed temperature results ranging from 29.0℃ to 32.5℃. According to Minister of Health Regulation No. 48 of 2016, the maximum temperature to meet health requirements is 26℃. The room humidity was recorded at 58%, whereas, according to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 1405/Menkes/SK/XI/2002 on Health Requirements for Office and Industrial Work Environments, the ideal humidity should range between 65% and 95%. The noise level measurement was recorded at 87 dBA. Based on Minister of Manpower Regulation No. 5 of 2018, the noise exposure limit for an 8-hour workday is 85 dBA. Measurements using a Multifunction Envirometer showed lighting levels of 10.22 lux for the milling machine, 14.91 lux for the hobbing machine, and 27.56 lux for the lathe machine. According to the Occupational Safety and Health Administration (OSHA, 2010), the standard lighting requirement is 250 lux. These conditions cause the company to replace new products in accordance with the number of defective ones. The purpose of this study is to identify the physical work environment and design improvements that meet established standards. Improvements to temperature and humidity conditions include the addition of two 24-inch turbine ventilators. Natural lighting improvements involve adding 10 windows and skylight roofs, each measuring 1 m², while artificial lighting improvements include the installation of seven LED lamps.

Abstrak. Lingkungan kerja fisik di PT Sunrise Abadi Jaya berdasarkan pengkukuran yang dilakukan selama 16 hari didapatkan hasil untuk suhu 29,0℃-32,5℃, berdasarkan Permenkes nomor 48 tahun 2016 standar suhu agar memenuhi persyaratan kesehatan maksimal 26℃. Kelembaban ruangan sebesar 58%, sedangkan menurut KEP-MENKES RI No. 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, kelembaban berkisar 65%-95%. Pengukuran tingkat kebisingan sebesar 87 dBA, berdasarkan PERMENAKER No. 5 tahun 2018 batas untuk paparan kebisingan kerja adalah 85 dBA untuk waktu paparan selama 8 jam per hari. Hasil pengukuran menggunakan alat Multifungtion Envirometer pencahayaan pada mesin milling sebesar 10,22 lux, mesin hobing sebesar 14,91 lux, mesin bubut 27,56 lux, menurut (Occupational Safety and Health Administration (OSHA), 2010) mengenai standar kelistrikan adalah 250 Lux. Kondisi tersebut mengakibatkan perusahaan harus mengganti produk baru sesuai dengan jumlah yang cacat. Tujuan pada penelitian ini untuk mengidentifikasi lingkungan kerja fisik serta merancang perbaikan lingkungan kerja fisik yang sesuai standar yang sudah ditetapkan. Perbaikan lingkungan kerja fisik suhu dan kelembaban berupa penambahan turbin ventilator sebanyak 2 unit berjenis berukuran 24 inch. Perancangan pencahayaan alami menambahkan jendela ruangan dan atap skylight berjumlah 10 unit dengan ukuran 1 m2 serta pencahayaan buatan menambahkan lampu LED berjumlah 7 lampu

References

Darmadi, D. (2020). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Indomaret Cabang Kelapa Dua Gading Serpong Kabupaten Tangerang. JIMF (Jurnal Ilmiah Manajemen Forkamma), 3(3), 240-247.

Iridiastadi, H. (2014). Ergonomi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/2002., 2022. Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri

Mukti, I. F., Huda, L. N., dan Matondang, A. R. (2013). Desain Perbaikan Lingkungan Kerja Guna Mereduksi Paparan Panas Kerja Operator di PT. XY. Jurnal Teknik Industri USU, 1(1), 219169.

Nitisemito (2001) Manajemen personalia ghalia Indonesia, Jakarta.

OSHA. (2010). Safety & Health Topics: Ergonomics.

PERMENAKER RI Nomor 5. (2018). Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Sedarmayanti. (2011). Tata Kerja dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju.

Siagian, Sondang P (2014), Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Bumi Aksara

SNI. Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan. Badan Standardisasi Nasional (BSN)

Firdaus MR, As’ad NR. Perancangan Fasilitas Kerja Stasiun Kerja Pemotongan dengan Metode PEI Menggunakan Virtual Environment Modelling. Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2022 Dec 21;171–8. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/1399

Destian FA, Achiraeniwati E. Perancangan Fasilitas Kerja di Warehose dengan Metode Antropometri. Jurnal Riset Teknik Industri. 2022 Feb 11;1(2):154–63.

Rohman AS, Muhammad CR. Peningkatan Throughput Garmen melalui Perbaikan Stasiun Kerja Bottleneck dengan Theory of Constraint. Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2022 Dec 20;99–108. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/1138

Published
2025-01-31