Pengukuran Risiko Kerja Menggunakan Occupational Repetitive Action (OCRA) pada CV. XYZ
Abstract
Abstract. Manual Material Handling (MMH) is an activity of moving objects manually, generally used in small-medium industries because it is cheap and simple. CV. XYZ is a roof tile manufacturing company, all work activities are carried out using manual labor. This study was conducted at the work station for taking raw materials, grinding clay, molding, smoothing, drying, firing, painting and packaging. The problem faced by the company is the failure to achieve production targets every month. This is caused by the high number of worker absences, either due to illness or permission. The study was conducted to reduce the risk of injury and pain complaints caused by MMH activities. Based on these problems, the method used, namely the Occupational Repetitive Action (OCRA) method, was carried out to identify work risks and design work aids that are in accordance with the dimensions of the worker's body in order to minimize the resulting work risks. The results obtained from the assessment of the level of work risk using showed that the OCRA Index value obtained in the work task of taking clay with the work element of taking clay lumps to the mill was 16.34 for the left hand and 16.49 for the right hand. Based on the classification of the OCRA Index value, this job is included in the work risk value in the red-medium risk area. Therefore, it is necessary to design clay cutting tools and handlifts to minimize the work risks that occur to workers.
Abstrak. Manual Material Handling (MMH) adalah aktivitas memindahkan benda secara manual, umumnya digunakan di industri kecil-menengah karena biayanya murah dan sederhana. CV. XYZ merupakan salah satu perusahaan pembuat genteng, seluruh aktivitas kerja yang dikerjakan menggunakan tenaga manual. Penelitian ini dilakukan pada stasiun kerja pengambilan bahan baku, penggilingan tanah liat, pencetakan, penghalusan, pengeringan, pembakaran serta pengecatan dan pengepakan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah tidak tercapainya target produksi setiap bulannya. Hal ini disebabkan oleh tingginya ketidakhadiran pekerja, baik karena sakit maupun izin. Penelitian dilakukan untuk mengurangi risiko cidera dan keluhan rasa sakit yang disebabkan oleh aktivitas MMH. Berdasarkan permasalahan tersebut, metode yang digunakan yaitu metode Occupational Repetitive Action (OCRA) dilakukan untuk mengidentifikasi risiko kerja dan melakukan perancangan ala bantu kerja yang sesuai dengan dimensi tubuh pekerja agar dapat meminimasi risiko kerja yang dihasilkan. Hasil yang didapatkan dari penilaian tingkat risiko kerja menggunakan menunjukkan bahwa nilai OCRA Index yang didapatkan pada tugas kerja pengambilan tanah liat dengan elemen kerja mengambil bongkahan tanah liat ke penggilingan adalah sebesar 16,34 untuk tangan kiri dan 16,49 untuk tangan kanan. Berdasarkan pengklasifikasian nilai OCRA Index, pekerjaan ini termasuk kedalam nilai risiko kerja pada area red-medium risk. Maka dari itu perlu perancangan alat potong tanah liat dan handlift untuk meminimasi risiko kerja yang terjadi pada pekerja.
References
Wingjosoebroto, Sritomo. (2003). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Jakarta: PT. Guna Widya.
Hapsari, D. S. D. (2018). Analisis Perbaikan Workstation Pada Finish Produk Inner Karung Dengan Menggunakan Metode Niosh Lifting Equation, Skripsi pp.1–86.
Soleman, Aminah. (2011). Analisis Beban Kerja Ditinjau dari Faktor Usia dengan Pendekatan Recommended Weiht Limit (Studi Kasus Mahasiswa Unpatti Poka). Jurnal ARIKA, Vol.05, No. 2 ISSN: 1978-1105A.
Laksana, A. J. and Srisantyorini, T. (2019). Analisis risiko musculoskeletal disorders (MSDs) pada operator pengelasan (welding) bagian manufakturing di PT. X tahun 2019’. Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat. 01(01), pp. 64– 73.
Amalia T dan Wicaksana A.B. (2020). Identifikasi Potensi Bahaya Di Laboratorium Formulasi Pt X. Jurnal Inkofar. Volume 1 No 1 Juli.
Health and Safety Executive., 2010. Manual handling at work A brief guide. [Online] United Kingdom: Health and Safety Executive.
Suma’mur, P.K., (2014). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.
Suryaningtyas Y, Widajati N. (2017). Iklim kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja di. J Manaj Kesehat. 2017;3(1):99–114.
Samjaya, Faizal Sandra. (2018) Analisis Perbaikan Sistem Kerja Pekerja Bagian Pengemasan Produk Menggunakan Metode OCRA Index dan QEC di PT Batu Bhumi Suryatama. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.
ISO 11228-3. (2007). Ergonomics – Manual Handing. Switzerland: University Of Milan.
Analia XV, Aviasti. Perbaikan Kinerja Rantai Pasok Halal Berdasarkan Pengukuran dengan Model Supply Chain Operation Reference (SCOR). Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Dec 23;1(2):103–9.
Shifa Salimatusadiah, As’ad NR, Renosori P. Perancangan Fasilitas Kerja pada Operator Pemasangan Accesories di CV. X untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Jul 6;1(1):28–35.
Fitra AA, Rakhmat Ceha. Pengukuran Prioritas Pelayanan pada Sektor Pariwisata Muslim Friendly di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Dec 23;1(2):96–102.