Usulan Perbaikan Kecacatan Komponen Hinge FWD pada Pesawat Airbus A350
Abstract
Abstract. PT. XYZ is an aircraft company in Indonesia that produces aircraft components, including the Hinge FWD on the A350 aircraft. In its production process, PT. XYZ has challenges regarding component quality. This study focuses on the defects of the Hinge FWD components at PT. XYZ, using the Seven Quality Control Tools method, especially the Pareto diagram and cause-and-effect diagram. Inspections were carried out on all components, especially the Hinge FWD as many as 380 units with the result that 33 units of components were defective. The types of defects found were discoloration as many as 30 units, while the types of defects were dimension incorrect, dimension undersized, and depth slot oversized each recorded 1 unit. Determination of the priority scale was carried out using a Pareto diagram with the results of the discolouration type of defect being the highest priority, with a total of 30 defective units out of 385 units produced. The results of the analysis showed that the main factors causing component defects were caused by material, method, environment, and human factors. These factors include the quality of raw materials that do not meet specifications, non-compliance with production SOPs, dirty work environments, and operator negligence. To address these issues, proposed improvements include operator supervision, stricter raw material inspections, regular cleaning of work areas, revision of production SOPs, periodic machine maintenance, and the use of inspection checklists to improve component quality and reduce defect rates.
Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan pesawat terbang di Indonesia yang memproduksi komponen pesawat, termasuk Hinge FWD pada pesawat A350. Dalam proses produksinya, PT. XYZ memiliki tantangan terhadap kualitas komponen. Penelitian ini berfokus pada kecacatan komponen Hinge FWD di PT. XYZ, dengan menggunakan metode Seven Quality Control Tools, khususnya diagram Pareto dan diagram sebab-akibat. Pemeriksaan dilakukan atas semua komponen khususnya Hinge FWD sebanyak 385 unit dengan temuan 33 unit komponen cacat. Temuan jenis kecacatan yaitu discoloration sebanyak 30 unit, sementara jenis kecacatan dimension incorrect, dimension undersized, dan depth slot oversized masing-masing tercatat sebanyak 1 unit. Penentuan skala prioritas dilakukan perbaikan menggunakan diagram pareto dengan hasil jenis cacat discolouration menjadi prioritas tertinggi, dengan total 30 unit cacat dari 385 unit yang diproduksi. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor utama terjadinya kecacatan komponen disebabkan oleh faktor material, metode, lingkungan, dan manusia. Faktor-faktor tersebut meliputi kualitas bahan baku yang tidak sesuai spesifikasi, ketidakpatuhan terhadap SOP produksi, lingkungan kerja yang kotor, dan kelalaian operator. Untuk mengatasi masalah ini, usulan perbaikan yang diajukan mencakup pengawasan operator, pemeriksaan bahan baku yang lebih ketat, pembersihan area kerja secara rutin, revisi SOP produksi, perawatan mesin berkala, serta penggunaan checklist pemeriksaan guna meningkatkan kualitas komponen dan mengurangi tingkat kecacatan.
References
Airbus, 2024. [Online]
Available at: https://www.airbus.com/en/products-services/commercial-aircraft/market/orders-and-deliveries
[Diakses 3 Januari 2025].
Besterfield, D. H., 2003. Total Quality Management Second Edition. New Jersey: Pretince Hall Internasional.
Dzikron, M., Ceha, R. & Muhammad, C. R., 2016. Perbaikan Kinerja Operasional Industri Penyamakan Kulit Dengan Pendekatan Supply Chain dan lean Manufacturing (Kasus Industri Kulit Sukaregang). Teknologi Industri (TEKNOIN), 22(8), pp. 584-594.
Dzikron, M. & Djamaludin, 2021. Lean Manufacturing Model, Supply Chain Management, And The Role Of Government Towards Industrial Competitiveness. Journal of Engineering Science and Technology (JESTEC), 16(3), pp. 2342-2355.
Iskandar, A., 2022. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung.
Kemenperin, 2022. Industri Penerbangan dan Dirgantara Indonesia Punya Masa Depan Cerah. [Online]
Available at: https://kemenperin.go.id/artikel/23518/Menperin:-Industri-Penerbangan-dan-Dirgantara-Indonesia-Punya-Masa-Depan-Cerah
PT. XYZ, 2024. Jumlah Produksi & Kecacatan Tahun 2020, s.l.: PT. XYZ.
Puspasari, A. & Mustomi, D., 2019. Proses Pengendalian Kualitas Produk Reject dalam Kualitas Kontrol Pada PT. Yasufuku Indonesia Bekasi. WIDYA CIPTA Jurnal Sekretari dan Manajemen, 3(1), pp. 71-78.
Srimurni, R. R., Nugraha, W. & Listiani, E., 2023. Analisis Reject Produk Sayap Pesawat Terbang Komponen Ref D-Nose Panel Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) di PT XYZ. JUTIN (Jurnal Teknik Industri Terintegrasi), 6(1), pp. 91-100.
Syidiq, M. I., Dzikron, M. & Bachtiar, I., 2021. Perbaikan Kualitas Produk Tas Kulit dengan Menggunakan Metode Teorija Rezhenija Izobretatelskih Zadach (TRIZ) pada CV. X-Bandung. Journal Riset Teknik Industri, 1(1), pp. 43-48.
Wahyuni, H. C. & Sulistiyowati, W., 2020. Pengendalian Kualitas Industri Manufaktur dan Jasa. Sidoarjo: UMSIDA Press.
Wardana, A. P. & Widiasih, W., 2023. Penerapan DMAIC dan FMEA Untuk Pengendalian Kualitas Produk Kemasan Kertas Perusahaan Percetakan PT.XYZ. Jurnal Senopati, 5(1), pp. 47-55.
Almira Refriani Adinda Putri, Iyan Bachtiar. Usulan Perbaikan Kualitas Produk Tas Ransel Berdasarkan Quality Control New Seven Tools dan Kaizen. Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2024 Jul 9;11–8. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/3803
Reza Nugraha A, M.Dzikron, Iyan Bachtiar. Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) dan Model Importance Performance Analysis (IPA). Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2023 Jul 27;9–16. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/1830
Fikran Nur Fauzan, Nur Rahman As’ad, Asep Nana Rukmana. Perancangan Meja Makan Multifungsi dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment dan Antropometri (Studi Kasus: CV Tunas Interior). Jurnal Riset Teknik Industri. 2023 Jul 31;35–42.