Reduksi Waste dan Peningkatan Kinerja Produksi Sepatu Menggunakan Lean Six Sigma
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsies.v5i2.17410Keywords:
Lean Six Sigma, Process Cycle Efficiency, Level SigmaAbstract
Abstract. PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk is a company that produces various types of shoes, one of which is Tomkins school shoes. However, the company always produces defective products above tolerance, namely 2% of production output. In addition, types of waste (waste) other causes production lead time becomes longer, namely excessive transportation and waiting activities. Percentage calculation results Process Cycle Efficiency (PCE) current condition is 49.24%. Results of calculating the average value level sigma in January - November 2024 is 3.95. Based on these two indicators, it shows that improvement efforts are needed. Improvement efforts are carried out using the method Lean Six Sigma. Recommendations for improvement are made by increasing supervision during the production process, providing measuring tools and visual systems, rearranging component and mold storage areas, improving mold quality and material control, optimizing drying time and temperature settings, as well as changing transportation equipment from trolleys to transport cars. If the recommendations for improvement are implemented, it is hoped that there will be an increase in the PCE percentage value, namely to 58.74% and the average value level sigma increased to 4.19.
Abstrak. PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam jenis sepatu salah satunya adalah sepatu sekolah Tomkins. Namun perusahaan selalu menghasilkan produk cacat di atas toleransi yaitu 2% dari hasil produksi. Selain itu, ditemukan jenis pemborosan (waste) lain yang menyebabkan production lead time menjadi lebih panjang yaitu aktivitas transportasi dan menunggu yang berlebih. Hasil perhitungan persentase Process Cycle Efficiency (PCE) kondisi saat ini sebesar 49,24%. Hasil perhitungan rata-rata nilai level sigma pada bulan Januari - November 2024 adalah 3,95. Berdasarkan dua indikator tersebut menunjukkan bahwa perlu adanya upaya perbaikan. Upaya perbaikan dilakukan dengan menggunakan Metode Lean Six Sigma. Rekomendasi perbaikan dilakukan dengan melakukan peningkatan pengawasan selama proses produksi, penyediaan alat ukur dan sistem visual, penataan ulang area penyimpanan komponen dan cetakan, perbaikan kualitas cetakan dan kontrol material, optimalisasi pengaturan waktu dan suhu pengering, serta perubahan alat transportasi dari troli menjadi mobil angkut. Apabila rekomendasi perbaikan tersebut diimplementasikan, maka diharapkan terjadi peningkatan nilai persentase PCE yaitu menjadi sebesar 58,74% dan rata – rata nilai level sigma meningkat menjadi 4,19.
References
Elshadi, F. dan Muhammad, C. R. (2022). Penerapan Metode Lean Six Sigma untuk Mereduksi Waste pada Produksi Sepatu Sandal. Jurnal Riset Teknik Industri, 2(1), 17–26.
Gaspersz, V. (2002). Pedoman implementasi program six sigma terintegrasi dengan ISO 900 : 2000 MBNQA, dan HACCP. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Gaspersz, V. (2006). Continious cost reduction through lean sigma. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hines, P. (2004). Value stream mapping: theory and case. Cardiff: Cardiff University.
Marlyana, N. (2011). Upaya peningkatan kinerja melalui penerapan metode lean six sigma guna mengurangi non value added activities. Jurnal Teknik Industri, 1(1), 36-41.
Nash, M. dan Polling, S. (2008). Mapping the total value stream. New York: Taylor and Francis Group.
Nasution, M. (2005). Manajemen mutu terpadu (total quality management). Edisi 2. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sutalaksana, I. Z., Anggawisastra, R., dan Tjakraat. (2006). Teknik perancangan sistem kerja. Bandung: ITB.
Tjiptono, F. D. (2003). Total quality management. Yogyakarta: Andi Offset.
Wignjosoebroto, S. (2008). Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Jakarta: Guna Widya.
Witantyo dan Intifada, G. (2012). Minimasi Waste (Pemborosan) Menggunakan Value Stream Analysis Tool Untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Elshadi, F., & Muhammad, C. R. (2022). Penerapan Metode Lean Six Sigma untuk Mereduksi Waste pada Produksi Sepatu Sandal. Jurnal Riset Teknik Industri, 17–26. https://doi.org/10.29313/jrti.v2i1.664
Nurfaidah, S. A., & Hidayat, N. P. A. (2022). Reduksi Waste dan Peningkatan Kualitas pada Proses Produksi Brownies Kukus Cokelat dengan Menggunakan Metode Lean Six Sigma. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(2), 180–188. https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2.510
Rosdiana, H., Ashari, Y., & Fauzi Isniarno, N. (n.d.). Pengaruh Intensitas Curah Hujan terhadap Kegiatan Pemompaan pada Sump Berdasarkan Water Balance di PT XYZ. Jurnal Sangkuriang Bandung. https://journal.sbpublisher.com/index.php/minetech