Usulan Perancangan Meja dan Kursi Ergonomi Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an Menggunakan Metode Antropometri
Abstract
Abstract. Less ergonomic learning facilities can cause health problems in children. The lack of learning facilities that are suitable for children's posture at TKQ Al-Hikmah can be seen from the posture of children who bend over when they are studying. This can lead to health problems in children's musculoskeletal systems. This study uses the OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) method to determine the level of risk of injury to children's posture, and the anthropometric method to obtain the size of tables and chairs that are suitable for children's posture. Data collection was carried out in two ways, namely direct observation at TKQ Al-Hikmah and interviews The results showed that the posture of children when studying had a fairly high risk of injury, especially in the back. This study resulted in the design of ergonomic tables and chairs for children aged 4-6 years using percentiles 5 and 95.
Abstrak. Fasilitas belajar yang kurang ergonomis dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anak. Kurangnya fasilitas belajar yang sesuai dengan postur tubuh anak di TKQ Al-Hikmah dapat dilihat dari postur anak yang membungkuk ketika sedang belajar. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada sistem muskuloskeletal anak. Penelitian ini menggunakan metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) untuk mengetahui tingkat risiko cedera pada postur tubuh anak, dan metode antropometri untuk mendapatkan ukuran meja dan kursi yang sesuai dengan postur tubuh anak. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu observasi langsung di TKQ Al-Hikmah dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh anak pada saat belajar memiliki risiko cedera yang cukup tinggi, terutama pada bagian punggung. Penelitian ini menghasilkan rancangan meja dan kursi yang ergonomis untuk anak usia 4-6 tahun dengan menggunakan persentil 5 dan 95.
References
Anies, (2005). Penyakit akibat kerja. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Damayanti, P. J. (2021). Faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain pada penjahit sebuah kajian literatur review. S1. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Ginting, R. (2010). Perancangan produk. Yogyakarta: Graha Ilmu
Iridiastadi, H., dan Yassierli. (2016). Ergonomi suatu pengantar. Bandung: PT Remaja Rosakarya.
Karhu, O., Harkonen, R., Sorvali, P., dan Vepsalainen, P. (1981). Observing working posture in industry: Examples of OWAS aplication. Applied Ergonomics, 12(1), 13-17.
Lee, T. H. dan Han, C. S. (2013). Analysis of working postures at a construction site using the OWAS method. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 19(2), 245–250.
Mindayani, S. (2018). Perbaikan fasilitas kerja untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal. Jurnal Endurance, 3(2), 313-324
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Suriansyah, A. dan Aslamiah. (2011). Strategi pembelajaran anak usia dini. Banjarmasin: Comdes.
Tarwaka. (2010). Ergonomi industri. Surakarta: Harapan Press.
Rizqiyan W, Ferida Yuamita. Perancangan Produk Pemotong Adonan Kerupuk dengan Metode Ergonomi Fungction Deployment (EFD). Jurnal Riset Teknik Industri [Internet]. 2022 Dec 21;91–8. Available from: https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRTI/article/view/1084
Fajar AH, Rejeki YS. Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis pada Stasiun Persiapan Menggunakan Analisis Virtual Environment Modelling. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Dec 23;1(2):121–30.
Destian FA, Achiraeniwati E. Perancangan Fasilitas Kerja di Warehose dengan Metode Antropometri. Jurnal Riset Teknik Industri. 2022 Feb 11;1(2):154–63.