Pengukuran Risiko Kerja Menggunakan Work Ergonomic Risk Assessment (WERA) pada Pekerjaan Finishing di PT Sanjaya Tekhnik

  • Adisty Mutia Khaerunnisa Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Nur Rahman As'ad Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Yanti Sri Rejeki Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: WERA, Perancangan Fasilitas Kerja, Antropometri

Abstract

Abstract. Fatigue and pain in body parts experienced by workers can affect performance. This is caused by physical conditions and workloads that do not match their capabilities. Fatigue and complaints can be reduced by avoiding unnatural working postures such as squatting, bending, and having bent legs. PT. Sanjaya Tekhnik is a manufacturing company producing industrial machine spare parts. The company is currently producing Kaki Stage. The number of products produced does not meet the target, especially in the finishing process for smoothing the Kaki Stage. Based on preliminary observations, operators frequently take breaks and stretch.. The research method used in this study is quantitative. Which work risk assessed using the Work Ergonomic Risk Assessment (WERA) method. The WERA work risk assessment was conducted for the work elements of the finishing work station operator. A work risk assessment was conducted on the finishing workstation operator's working posture, focusing on the setup of the hand grinding machine, the smoothing of the Kaki Stage, and the final setup of the hand grinding machine work elements, resulting in scores of 38, 44, and 40 for each element. A work risk assessment was conducted on the finishing workstation operator's working posture..

Abstrak. Kelelahan dan keluhan sakit pada bagian tubuh yang dirasakan pekerja dapat mempengaruhi kinerja. Hal tersebut diakibatkan oleh kondisi fisik dan beban kerja yang tidak sesuai kemampuannya. Kelelahan dan keluhan dapat dikurangi dengan menghindari sikap kerja yang tidak alamiah seperti berjongkok, membungkuk, dan kaki menekuk. PT. Sanjaya Tekhnik merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi sparepart mesin industri. Perusahaan saat ini sedang memproduksi produk kaki stage. Jumlah produk yang dihasilkan tidak mencapai target, terutama pada proses finishing untuk penghalusan kaki stage.  Berdasarkan pengamatan awal, operator sering melakukan istirahat dan peregangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur risiko yang dialami oleh operator di stasiun kerja finishing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Pengukuran risiko kerja menggunakan metode Work Ergonomic Risk Assessment (WERA). Penilaian risiko kerja dilakukan pada elemen kerja set up awal mesin gerinda tangan, menghaluskan kaki stage dan set up akhir mesin gerinda tangan. Final score yang diperoleh berdasarkan ketiga elemen kerja berturut-turut yaitu 38, 44, dan 40. Berdasarkan hasil penilaian risiko kerja, diperoleh untuk ketiga elemen kerja masuk ke dalam kategori Medium. Kategori Medium yang diperoleh dari hasil penilaian risiko kerja memiliki tindakan yang perlu diselidiki lebih lanjut dan memerlukan perubahan.

References

Atmojo, E. B. T. (2020). Analisis Nordic Body Map Terhadap Proses Pekerjaan Penjemuran Kopi Oleh Petani Kopi. Jurnal Valtech, 3(1), 30–33.

Hutabarat, Y. (2017). Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi. Malang: Media Nusantara Creative (1 ed.).

Iridiastadi, H., dan Yassierli. (2014). Ergonomi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Lakshmi, V. V., dan Deepika. (2020). Workplace Ergonomic Risk Assessment (wera) of Female Weavers. London Journal of Research in Science: Natural and Formal, 20(8), 39–53.

Pramuditta, L., dan Kunaefi, T. D. (2016). Pengaruh Paparan Getaran Mesin Terhadap Kelelahan dan Hand Arm Vibration Syndrome (HAVS) Pada Pekerja di Industri Beton Pracetak (Studi Kasus PT SCG Pipe And Precast Indonesia). Jurnal Tehnik Lingkungan, 22(2), 42–51.

Rahman, M. N. A., Rani, M. R. A., dan Rohani, J. M. (2011). WERA: an observational tool develop to investigate the physical risk factor associated with WMSDs. Journal of human ergology, 40(1–2), 19–36.

Susanti, Zadry, H., dan Yuliandra, B. (2012). Pengantar Ergonomi Industri. Padang: Tri Al Bros Publishing.

Tarwaka, Bakri, S. H. A., dan Sudiajeng, L. (2016). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA PRESS.

Wickens, C. (2004). An Introduction to Human Factors Engineering (2 ed.). New Jersey: Prentice Hall.

Widanarko, B., Kusmasari, W., Yassierli, Y., dan Iridiastadi, H. (2016). Instrumen Survei Gangguan Otot-Rangka. Persatuan Ergonomi Indonesia, 1–6. http://www.pei.or.id/images/dokumen/instrumen-survei-keluhan.pdf

Shifa Salimatusadiah, As’ad NR, Renosori P. Perancangan Fasilitas Kerja pada Operator Pemasangan Accesories di CV. X untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Jul 6;1(1):28–35.

Avrilio NF, Endang Prasetyaningsih, Nita P. A. Hidayat. Penerapan Planned Maintenance untuk Mereduksi Downtime Mesin MOJ-3 di Departemen Finishing PT. XYZ. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Oct 25;1(1):68–76.

Irsyad Ali Syahid, As’ad NR, Renosori P. Perancangan Fasilitas Kerja pada Stasiun Kerja Finishing dengan Metode Quality Exposure Checklist (QEC) di CV X Divisi Sarung Tenun. Jurnal Riset Teknik Industri. 2021 Jul 6;1(1):14–27.

Published
2025-01-31