Pengendalian Kualitas Jersey Sepeda dengan Metode Six Sigma
Abstract
Abcstract. Convection companies that produce bicycle jerseys, t-shirts, collared t-shirts, sports uniforms, pants and hoodies, face major challenges in managing product defects. In particular, bicycle jersey products have the largest defect rate, namely an average of 8% of the 1397 products produced in a year. This is interesting to study and carry out research to improve product quality by identifying the factors that cause defects and designing improvement proposals to minimize defects in the company's bicycle jersey products. This research was carried out using the six sigma method through the Define, Measure, Analyze, Improve and control stages with jersey product research samples. Defects experienced by bicycle jersey products consist of stitching defects, ink stains, spots and cracks. This has the potential to damage the company's reputation and reduce consumer confidence, as well as affecting competitiveness in the garment industry. This approach helps identify the causes of defects using cause and effect diagrams such as human, material, machine, method and environmental factors, as well as making quality improvement proposals to reduce variations in the process. The results of this study show that the main defects, namely seam defects, ink stains and chips, will be prioritized for analysis and repair. Proposed improvements include comprehensive training for operators, regular rest breaks, clear SOPs, and regular machine maintenance. Thus, the company strives to achieve higher quality and meet company performance targets.
Abstrak. Perusahaan konveksi yang memproduksi jersey sepeda, kaos, kaos berkerah, Seragam Olahraga, Celana, dan Hoodie, menghadapi tantangan utama dalam mengelola cacat produk. Terutama, produk jersey sepeda yang memiliki tingkat cacat terbesar yaitu rata-rata 8% dari 1397 produk yang dihasilkan dalam setahun. Hal ini menarik untuk dikaji dan dilakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecacatan serta merancang usulan perbaikan guna meminimasi kecacatan pada produk jersey sepeda pada perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode six sigma melaui tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan control dengan sampel penelitian produk jersey. Kecacatan yang dialami produk jersey sepeda terdiri dari cacat jahitan, noda tinta, bintik, dan krikel. Hal ini berpotensi merusak reputasi perusahaan dan mengurangi kepercayaan konsumen, serta mempengaruhi daya saing di industri garmen. Pendekatan ini membantu mengidentifikasi penyebab cacat yang dilakukan dengan menggunakan diagram sebab akibat seperti faktor manusia, material, mesin, metode, dan lingkungan, serta membuat usulan perbaikan kualitas untuk mengurangi variasi dalam proses. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa cacat utama yaitu cacat jahitan, noda tinta, dan krikel, yang akan diprioritaskan untuk di analisis dan dilakukan perbaikan. Usulan perbaikan meliputi pelatihan menyeluruh untuk operator, pengaturan istirahat rutin, penetapan SOP yang jelas, dan pemeliharaan mesin yang teratur. Dengan demikian, perusahaan ini berupaya keras untuk mencapai kualitas yang lebih tinggi dan memenuhi target kinerja perusahaan
References
Brue, G. (2004). Six Sigma For Managers, Cetakan III. Jakarta: Canary.
Gasperz. (2005). Sistem Manajemen Kinerja terintegrasi balanced scorecard. Jakarta: PT. Gramedia.
Gasperz, V. (2002). Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi Dengan ISO 9001:2000, MBNQA, dan HACCP. Bogor: Gramedia.
Haizer, J., & Barry, R. (2006). Manajemen operasi. Jakarta: Selemba empat.
Imai, M. (2008). The Kaizen Power (Menyikapi Falsafah Dan Seni Kompetisi Bisnis Orang
Jepang Menuju Sukses Dan Kebahagiaan Sejati). Yogyakarta: Think.
Kusnandar, V. B. (2022, 12 06). Databoks. Retrieved from Kata media network.
Maholtra, N. K. (2009). Riset Pemasaran. Jakarta: PT Indeks.
Nasution, M. N. (2015). Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Pande, P., & S, H. (2003). What s Six SIgma : Berpikir Cepat Six Sigma. Jogyakarta: Penerbit Andi.
Tobing, B. (2018). Seven basic tools & 8 langkah perbaikan. Deli Serdang: PT medan sugar industry.
Dzikron , M., Ceha, R., & Muhammad, C. R. (2016). Perbaikan Kinerja Operasional Industri Penyamakan Kulit Dengan Pendekatan Supply Chain dan Lean Manufacturing ( Kasus Industri Kulit Sukaregang). Teknokin Vol. 22, 584-594.
Dzikron, M., & Djamaludin. (2021). Lean Manufacturing Model, Supply Chain Management, and The Role Of Goverment Towards Industrial Competitiveness. Journal of Engineering Science and Technolog Vol.16, 2343 - 2355.
Rizky Ferdiansyah, Iyan Bachtiar, Selamat. Pengendalian Kualitas dengan Metode Taguchi pada Produk Cat Tembok di Pt XYZ. Jurnal Riset Teknik Industri. 2023 Dec 19;129–38.
Siti Nur Hamidah, Aprilia H. Pengendalian Kualitas Produk Cacat Produksi E-Clips Menggunakan Metode Six Sigma. Jurnal Riset Teknik Industri. 2024 Dec 30;141–54.
Elshadi F, Muhammad CR. Penerapan Metode Lean Six Sigma untuk Mereduksi Waste pada Produksi Sepatu Sandal. Jurnal Riset Teknik Industri. 2022 Jul 6;17–26.