Pengendalian Kualitas Produk Simon 2000 di PT. Hariff Daya Tunggal Engineering

  • Mochamad Gevin Nandhika Teknik Industri
  • Iyan Bachtiar Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Selamat Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Statistical Quality Control, Faillure Mode and Effect Anaylisis, SIMON 2000


Abstract. PT. Hariff Daya Tunggal Engineering is a company engaged in telecommunications infrastructure, system planning and work on several telecommunication projects, control systems and IT Based Systems. The market strategy applied by the company is Engineering To Order (ETO). Currently PT. Hariff Daya Tunggal Engineering was faced with the problem of defects in SIMON 2000 products that exceeded established policy standards. Therefore, the Statistical Quality Control (SQC) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods to assess defects that occur in the company.This study was conducted to minimize disability that occurs by applying the SQC and FMEA methods. The stages carried out in this study are using 7 SQC tools, then analyzed using FMEA and providing proposals using 5W + 1H based on the highest Risk Priorty Number (RPN) value. The results obtained using the SQC and FMEA methods have defects that must be prioritized, namely poor solder and badfit defects. Both disabilities have the highest RPN values compared to other disabilities. The handling that can be done by the company is to procure closed container racks, display visualization, and procurement of Quality Control divisions of each process, then make Operational Standards (SOPs) as a reference for operators when carrying out the process.

Abstrak. PT. Hariff Daya Tunggal Engineering merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infrastuktur telekomunikasi, perencanaan system dan pengerjaan beberapa proyek telekomunikasi, control system dan IT Based System. Strategi pasar yang diterapkan oleh perusahaan yaitu Engineering To Order (ETO). Saat ini PT. Hariff Daya Tunggal Engineering dihadapkan dengan permasalahan yaitu terjadinya kecacatan pada produk SIMON 2000 yang melebihi standar kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analayisis (FMEA) untuk meminimalisir kecacatan yang terjadi di perusahaan.Penelitian ini dilakukan untuk menimalisir kecacatan yang terjadi dengan menerapkan metode SQC dan FMEA. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan 7 alat SQC, kemudian dianalisis dengan menggunakan FMEA serta memberikan usulan dengan menggunakan 5W+1H berdasarkan nilai Risk Priorty Number (RPN) tertinggi. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode SQC dan FMEA terdapat kecacatan yang harus diprioritaskan yaitu cacat poor solder dan badfit. Kedua kecacatan tersebut memiliki nilai RPN tertinggi dibanding kecacatan lainya.


[1] Oakland, Jhon&Oakland, & Robert. (Stastistical Procses Control 7th Ed. [ebook]). 2019. London: Taylor&Francis.
[2] Mitra.. (2012). Fundamental Of Quality Control and Improvment 4th [ebook]. New Jersey: Willey.
[3] Hairiyah, N., Amalia, R. R., & Luliyanti, E. (2019). Analisis
statistical quality control (SQC) pada Produksi roti di Aremania Bakery. Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 8(1), 41-48.
[4] Mitra.. (2012). Fundamental Of Quality Control and Improvment 4th [ebook]. New Jersey: Willey.