https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/issue/feedBandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication2025-02-24T16:29:24+08:00Unang Arifinuptpublikasi@unisba.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication</strong> merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional UNISBA yang diselenggarakan tahunan oleh UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung. <a title="BCSIBC" href="https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/" target="_blank" rel="noopener">BCSIBC</a> ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN <a title="ISSN BCSIBC" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220214531437957" target="_blank" rel="noopener">2828-2485</a> yang diterbitkan oleh <strong><a title="UPT Publikasi" href="https://portal-publikasi.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">UPT Publikasi Ilmiah</a></strong>, <a title="unisba" href="https://www.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Islam Bandung</a>. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Prosiding ini terindeks di <a href="Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>, <a title="Id Garuda" href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/27837" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>, <a title="DOI JRES" href="https://search.crossref.org/?q=unisba&from_ui=yes&publisher-name=Universitas+Islam+Bandung+%28Unisba%29" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, dan <a title="DOAJ" href="https://doaj.org/search/journals?ref=quick-search&source=%7B%22query%22%3A%7B%22filtered%22%3A%7B%22filter%22%3A%7B%22bool%22%3A%7B%22must%22%3A%5B%7B%22terms%22%3A%7B%22bibjson.publisher.name.exact%22%3A%5B%22Universitas%20Islam%20Bandung%22%5D%7D%7D%5D%7D%7D%2C%22query%22%3A%7B%22query_string%22%3A%7B%22query%22%3A%22universitas%20islam%20bandung%22%2C%22default_operator%22%3A%22AND%22%2C%22default_field%22%3A%22bibjson.publisher.name%22%7D%7D%7D%7D%7D" target="_blank" rel="noopener">DOAJ</a>. Terbit setiap <strong>Maret</strong> dan <strong>September</strong>.</p>https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/15934Implementasi Nilai-Nilai Dakwah pada Brand Kazami Exclusive Muslim Wear2025-02-24T16:29:24+08:00Faihanisa Rifada Augustaniaichafaihanisa@gmail.comBambang S. Ma’arifbambangmaarif76@gmail.comChairiawatichariawaty@gmail.com<p><strong>Abstract.</strong> This study, titled "The Implementation of Da'wah Values in the Kazami Exclusive Muslim Wear Brand," examines Kazami's unique marketing strategies that integrate Islamic da'wah values into promotions and marketing. A hallmark of Kazami's approach is the inclusion of motivational Islamic messages on greeting cards with every purchase, distinguishing it from other brands. The research aims to analyze the incorporation of da'wah values in Kazami’s marketing strategies. A qualitative descriptive-analytical method with the theoretical framework of Relationship Marketing is applied. This theory focuses on building long-term customer relationships through emotional, spiritual, and shared value approaches that align with da'wah principles. The findings indicate that Kazami employs an Islamic-compliant marketing mix strategy (7P), addressing aspects such as products that meet Islamic standards of purity and benefit, competitive pricing, online distribution, and creative promotions, including discounts, vouchers, free shipping, loyalty programs, and Islamic content. Key da'wah values integrated into these strategies include Siddiq (truthfulness), Amanah (reliability), Tabligh (Islamic messaging), and Fathanah (innovation). In conclusion, Kazami’s integration of da'wah values within Relationship Marketing not only ensures commercial success but also aligns its business practices with Islamic principles, making its operations a form of worship.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian berjudul "Implementasi Nilai-Nilai Dakwah pada Brand Kazami Exclusive Muslim Wear" ini mengkaji strategi pemasaran unik yang diterapkan Kazami dengan mengintegrasikan nilai-nilai dakwah Islam ke dalam promosi dan kegiatan pemasaran. Salah satu ciri khas pendekatan Kazami adalah menyertakan pesan motivasi Islami pada kartu ucapan dalam setiap pembelian, yang menjadi pembeda dari merek lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai dakwah dalam strategi pemasaran Kazami. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-analitis dengan kerangka teori Relationship Marketing. Teori ini berfokus pada pembangunan hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pendekatan emosional, spiritual, dan nilai bersama yang selaras dengan prinsip dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kazami menerapkan strategi bauran pemasaran (7P) yang sesuai dengan prinsip Islam, mencakup aspek produk yang memenuhi standar kesucian dan kemanfaatan Islam, penetapan harga yang kompetitif, distribusi daring, serta promosi kreatif seperti diskon, voucher, gratis ongkos kirim, program loyalitas, dan konten Islami. Nilai-nilai dakwah utama yang diintegrasikan dalam strategi ini meliputi Siddiq (kejujuran), Amanah (tanggung jawab), Tabligh (penyampaian pesan Islami), dan Fathanah (inovasi). Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai dakwah dalam pendekatan Relationship Marketing oleh Kazami tidak hanya memastikan kesuksesan komersial, tetapi juga menyelaraskan praktik bisnisnya dengan prinsip Islam, menjadikan operasionalnya sebagai bagian dari ibadah.</p>2025-01-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/16577Tren Fashion Gaya Berhijab Mahasiswi Fakultas Dakwah Angkatan 2022 Universitas Islam Bandung dalam Perspektif Syariat Islam2025-02-24T16:29:19+08:00Putri Kasih Riyantiputrikasihriyanti@gmail.comKomarudin Shalehkomarudinshaleh@gmail.comN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> Female students often make changes in their lives, including in their appearance. This research focuses on fashion trends that influence the hijab style of students from the Faculty of Da’wah, Class of 2022. The purpose of this study is to understand what kind of hijab fashion trends are used by the students of the Faculty of Da’wah, Class of 2022, and to assess their understanding and awareness of hijab usage. This research uses a descriptive qualitative method, meaning it gathers non-numerical data. The data for this study was obtained from primary sources through direct interviews with female students from the Faculty of Da’wah, Class of 2022. The results of the research show that the students of the Faculty of Da’wah, Class of 2022, are aware of and have an understanding of hijab usage. However, some of them do not fully meet the requirements of wearing hijab in accordance with Islamic law. The current hijab fashion trends have a positive impact, as many women who previously wore hijab only when attending campus now wear hijab in their daily lives, not just on campus. On the negative side, some students prioritize the style over the religious aspects of hijab.</p> <p><strong>Abstrak</strong>. Mahasiswi selalu melakukan perubahan dalam hidupnya, termasuk dalam hal penampilan. Penelitian ini fokus pada tren fashion yang memberi pengaruh kepada gaya berhijab mahasiswi Fakultas Dakwah Angkatan 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren fashion hijab seperti apa yang digunakan oleh mahasiswi Fakultas Dakwah Angkatan 2022 dan mengetahui pemahaman serta kesadaran penggunaan hijab pada mahasiswi Fakultas Dakwah Angkatan 2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penelitian pengumpulan data bukan angka. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber primeryang berasal dari wawancara langsung dengan mahasiswi Fakultas Dakwah Angkatan 2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswi fakultas dakwah Angkatan 2022 sudah mengetahui dan memiliki pemahaman dan kesadaran tentang penggunaan hijab. Akan tetapi dalam penerapannya ada beberapa yang belum memenuhi syarat memakai hijab sesuai syariat Islam. Dengan adanya tren fashion hijab saat ini memiliki Dampak positifnya yaitu membuat banyak wanita yang memilih untuk berhijrah mengenakan hijab setiap harinya yang sebelumnya hanya mengenakan hijab pada saat ke kampus saja tapi sekarang penggunaan hijab juga di kehidupan sehari-hari bukan hanya di kampus saja. Sedangkan dampak negatifnya mahasiswi lebih mementingkan modelnya daripada mementingkan unsur syar’inya.</p> <p><br><br></p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/16778Pengaruh Metode Dakwah Majelis Taklim Fastabiqul Khoirot Terhadap Peningkatan Religiusitas Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Cipedes Kota Bandung2025-02-24T16:28:15+08:00Finka Isvhiani LarythaLarythaf@gmail.comBambang Saiful Ma’arifbambangmaarif79@gmail.comN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> <span style="font-weight: 400;">This study aims to analyze the influence of the dakwah methods applied in majelis taklim on enhancing the religiosity of housewives. Majelis taklim, as a community-based religious education platform, plays a crucial role in shaping and deepening the religious understanding of its members, particularly housewives. </span><span style="font-weight: 400;">The study was conducted to understand the impact of the dakwah methods used by the Fastabiqul Khoirot majelis taklim in enhancing the religiosity of housewives in Cipedes Subdistrict, Bandung City. This research employs a qualitative descriptive approach, using interviews as the primary method, involving several housewives as respondents. Data were collected through structured questions designed to measure religiosity levels before and after regularly participating in majelis taklim activities. The results indicate that the dakwah methods applied in majelis taklim, Al-Hikmah, Mau’idzatul Hasanah, and Mujadalah, have a significant positive impact on enhancing the religiosity of housewives. This enhancement is evident in changes in attitude, increased devotion in worship, and a deeper understanding of religious teachings. These findings suggest that majelis taklim is an effective means of dakwah, particularly in nurturing and increasing the religiosity of housewives, which in turn can influence the religious atmosphere within families and the broader community.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode dakwah yang diterapkan dalam majelis taklim terhadap peningkatan religiusitas ibu rumah tangga. Majelis taklim, sebagai salah satu sarana pembelajaran agama yang berbasis komunitas, memainkan peran penting dalam membentuk dan memperdalam pemahaman keagamaan di kalangan jamaah, khususnya ibu rumah tangga. Penelitian ini dilakukan agar mengetahui pengaruh metode dakwah majelis taklim Fastabiqul Khoirot dalam meningkatkan religiusitas ibu rumah tangga di Kelurahan Cipedes Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode wawancara yang melibatkan sejumlah ibu rumah tangga sebagai responden. Data dikumpulkan melalui pertanyaan yang sudah disusun untuk mengukur tingkat religiusitas sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan majelis taklim secara rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang diterapkan dalam majelis taklim, seperti Al-Hikmah, Mau’idzatul Hasanah, dan Mujadalah, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan religiusitas ibu rumah tangga. Peningkatan ini terlihat dari perubahan sikap, peningkatan ketaatan dalam beribadah, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Temuan ini menunjukkan bahwa majelis taklim merupakan sarana efektif dalam dakwah, terutama dalam membina dan meningkatkan religiusitas ibu rumah tangga, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi suasana keagamaan dalam keluarga dan masyarakat.</span></p>2025-02-20T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/16779Strategi Dakwah Virtual Reality (VR) Journey Sebagai Media Dakwah Modern2025-02-24T16:28:10+08:00Nabila Yasmin Ramadhaniyasminnabila266@gmail.comIda Afidahidaafidah26@gmail.comParihat Kamilparihat.kamil2004@gmail.com<p><strong>Abstract.</strong> Islamic Da'wah is growing rapidly along with technological advances, transforming from traditional media to Virtual Reality (VR) which offers an immersive experience in conveying the stories of Prophets and Messengers. This innovation makes da'wah more attractive, especially for the digital generation who are accustomed to advanced technology. This research aims to understand the role of VR as a modern da'wah media, explore the strategies used in the VR Journey, and analyze the opportunities and challenges that arise. Using a descriptive qualitative approach, this research examines Al-Bayanuni's da'wah strategies that include Sentimental, Rational, and Sensory approaches. In Indonesia, the collaboration between Faheem Aref and Muhammad Bayazid with an American company gave birth to VR Journey. Although initially less accepted, VR Journey has now become a popular media for da'wah. The main challenge faced is the lack of public understanding of VR technology. However, promotions carried out by influencers have succeeded in increasing the popularity of VR Journey, showing the great potential of digital technology in expanding the reach and effectiveness of Islamic da'wah.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Dakwah Islam berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi, bertransformasi dari media tradisional ke Virtual Reality (VR) yang menawarkan pengalaman imersif dalam menyampaikan kisah Nabi dan Rasul. Inovasi ini menjadikan dakwah lebih menarik, terutama bagi generasi digital yang terbiasa dengan teknologi canggih. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran VR sebagai media dakwah modern, mengeksplorasi strategi-strategi yang digunakan dalam VR Journey, serta menganalisis peluang dan tantangan yang muncul. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji strategi dakwah Al-Bayanuni yang mencakup pendekatan Sentimental, Rasional, dan Indrawi. Di Indonesia, kolaborasi antara Faheem Aref dan Muhammad Bayazid dengan perusahaan Amerika Serikat melahirkan VR Journey. Meskipun pada awalnya kurang diterima, kini VR Journey telah menjadi media dakwah yang populer. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi VR. Namun, promosi yang dilakukan oleh influencer berhasil meningkatkan popularitas VR Journey, menunjukkan potensi besar teknologi digital dalam memperluas jangkauan dan efektivitas dakwah Islam.</p>2025-02-20T06:45:07+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/16835Studi Fenomenologi Pada Pengajian Reguler Setiap Hari Rabu di Masjid Jami Nurul Iman2025-02-24T16:29:14+08:00Asep Erick Tommy Saepudintommydelegg@gmail.comChairiawatychairiawaty@unisba.ac.idHendi Suhendihendisf.unisba@gmail.com<p><strong>Abstract.</strong> The mosque is one of the communication media suggestions for muslims. The da’wah activities carried out in the mosque in ancient times until now are the same, which is now better known as recitation. The Nurul Iman jami mosque is one of the mosque used as a medium for da’wah in the Cigugur Tengah area RT 04 RW 10. The large number of poeple in the area who lack understanding of religion encourages religious leaders and community leaders to start recitation at the Nurul Iman jami mosque in 1994. The purpose of this reseacrh is to find out: 1) To find out the community’s acceptance of the reguler Wednesday recittaion at the nurul iman jami mosque. 2) To find out the community’s attention to the routine Wednesday recittaion at the Jami Nurul Iman mosque. 3) To find out the community’s understanding of the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque. 4) To exploreand understand in depth how the community responds and reason for the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque. The reseacrh method used in this descriptive qualitative method with steps such as participant observation, interviews, documentation, analysis of interview result and conclusions. The technique used in the reseacrh is a phenomenological study according ro Alfred Schuts. Based on the result of the reseacrh obtained, regarding the community’s response to the routine Wednesday recitation activities at the Jami nurul Iman mosque, it can be concluded that the community’s response to the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque is quite good, namely the community’s response to the da’i, material, delivery, and the benefits of the recitation which can be followed by every group. In addition, there are several inhibiting and supporting factors in the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque. The suggestion that can be conveyed is that you should make social media so that it can be accessed by the wider community.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Masjid adalah salah satu sarana media komunikasi bagi jaum muslimin. Aktivitas dakwah yang dilakukan di masjid pada zaman dahulu hingga sekarang sama, yang sekarang lebih dikenal sebagai pengajian. Masjid jami Nurul Iman adalah salah satu masjid yang digunakan sebagai media dakwah di daerah Cigugur Tengah RT 04 RW 10. Tujuan penelitian ini : 1) untuk mengetahui penerimaan Masyarakat terhadap pengajian rutin rabu di masjid jmai Nurul Iman. 2) untuk mengetahui perhatian masyaralat terhadap pengajian rutin rabu di masjid Jami Nurul Iman. 3) untuk mengetahui pemahaman Masyarakat terhadap pengajian rutin rabu di Masjid Jami Nurul Iman. 4) untuk mendalami dan memahami secara mendalam bagaimana respon dan alasan Masyarakat terhadap pengajian rutin rabu di masjid jami Nurul Iman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mempunyai Langkah-langakah seperti participant observation, wawancara, dokumentasi, Analisa hasil wawancara dan penyimpulan. Teknik yang digunakan adalah studi fenomenologi menurut Alfred Schrutz. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menegani respon Masyarakat pada kegiatan pengajian rutin rabu di masjid jami Nurul Iman dapat disimpulkan bahwa respon masyrakat menegnai pengajian rutin rabu di masjid jami Nuruk Iman cukup baik yakni respon Masyarakat terhadap da’I, materi, penyampaian, hingga manfaat dari pengajian tersebut yang dapat diikuti oleh setiap kalangan. Selain itu terdapat beberapa faktor penghambat dan pendukung pada pengajian rutin rau masjid jami Nurul Iman. Saran yang dapat disampaikan ialah sebaiknya membuat media sosial sehingga dapat diakses oleh Masyarakat luas.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/16877Manajemen Dakwah pada Program Siaran Inspirasi Pagi Radio 102.7 MQFM Bandung2025-02-24T16:28:07+08:00Muhammad Azmi Habiburrahmanrahman.mazmi09@gmail.comChairiawatychairiawaty@gmail.comN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract. </strong>This research focuses on da'wah management applied in the broadcast program “Inspirasi Pagi” on Radio 102.7 MQFM Bandung. The purpose of this research is to analyze how da'wah management is managed in the broadcast program and its impact on the audience. The research method used is a case study with a qualitative approach. The results showed that da'wah management in the “Inspirasi Pagi” program involves careful content planning, the involvement of competent performers, and the use of effective communication strategies to deliver da'wah messages. The program utilizes various broadcast formats, including lectures, discussions, and Q&A, to maintain audience engagement and optimize message delivery. In addition, regular evaluation and feedback from the audience are integral to the management process to ensure the relevance and quality of the broadcast.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini berfokus pada manajemen dakwah yang diterapkan dalam program siaran "Inspirasi Pagi" di Radio 102.7 MQFM Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana manajemen dakwah dikelola dalam program siaran tersebut terhadap audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah dalam program "Inspirasi Pagi" melibatkan Perencanaan konten yang matang, pelibatan pengisi acara yang kompeten, dan efektif untuk menyampaikan pesan dakwah. Program ini memanfaatkan berbagai format siaran, termasuk ceramah, diskusi, dan tanya jawab, untuk menjaga keterlibatan audiens dan mengoptimalkan penyampaian pesan. Selain itu, evaluasi rutin dan umpan balik dari audiens menjadi bagian integral dalam proses manajemen untuk memastikan relevansi dan kualitas siaran.</p>2025-02-20T07:00:47+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/16884Model Komunikasi Pengasuh Pondok Pesantren dalam Membentuk Akhlak Santri2025-02-24T16:29:10+08:00Mutiara Andini Dermawananraawndrmwn@gmail.comRodliyah Khuza’irodliyahkhuzai90@gmail.comAsep Ahmad Siddiqasepahmadsiddiq@gmail.com<p><strong>Abstract. </strong>Humans communicate in life and relationships. Moral development is the basis of every education, which protects humans from the influence of misleading outside cultures. The communication model used by the cottage caregiver in fostering the morals of the students of the Islamic Unity Pesantren Manbaul Huda is Harlod Lasswell's communication model which plays a role in shaping the morals of the cottage students. The method used in this research is descriptive analysis method. The results showed that the Islamic Unity Boarding School 110 Manba''ul Huda also has the main components of the boarding school by using the theory of pesantren by Manfred Ziemek. The results of the research on the caregiver communication model carried out by the Islamic Unity Boarding School 110 Manba'ul Huda can be seen in every activity and rules of the boarding school which are able to form students with morals: Discipline, Honest, Independent, and Responsible.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Manusia berkomunikasi dalam kehidupan dan pergaulan. Pembinaan akhlak adalah dasar dari setiap pendidikan, yang melindungi manusia dari pengaruh budaya luar yang menyesatkan. Model komunikasi yang digunakan pengasuh pondok dalam pembinaan akhlak santri Pesantren Persatuan Islam 110 Manbaul Huda adalah Model komunikasi Harlod Lasswell berperan dalam pembentukan akhlak santri pondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba''ul Huda juga memiliki komponen utama pondok pesantren dengan menggunakan teori pesantren oleh Manfred Ziemek. Hasil dari penelitian model Komunikasi pengasuh yang dilakukan pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba’ul Huda terlihat pada setiap kegiatan dan aturan pondok yang mampu membentuk santri yang berakhlak: Disiplin, Jujur, Mandiri, dan Bertanggung jawab.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17092Pemahaman Nilai-Nilai Berpakaian Islami Mahasiswi Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung2025-02-24T16:29:05+08:00Safira SalsabilaSafira1salsa@gmail.comIda Afidahidaafidah26@gmail.comN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong>This research is titled <em>Understanding Islamic Clothing Values Among Female Students of the Faculty of Da'wah, Universitas Islam Bandung, in Response to Fashion Trends on Social Media</em>. The study found that some female students from the Faculty of Da'wah, class of 2020, are interested in following fashion trends that do not fully align with the Islamic clothing values they have learned. The purpose of this research is to understand how these students comprehend the Islamic values of clothing while facing fashion trends on social media. This research employs a descriptive type and qualitative approach. Data was collected through interviews, observations, documentation, and literature review. After gathering data from the field, the results show that the female students of the Faculty of Da'wah, class of 2020, understand the Islamic values of clothing. However, in practice, there is inconsistency and variability due to the influence of fashion trends on social media, which do not always comply with Islamic principles.</p> <p><strong>Abstrak.</strong>Penelitian ini berjudulPemahaman Nilai-Nilai Berpakaian Islami Mahasiswi Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung Terhadap Trend Fashion di Media Sosial. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat mahasiswi Fakultas Dakwah angkatan 2020 yang tertarik mengikuti trend fashion yang belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai berpakaian Islami yang telah mereka pelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman mahasiswi Fakultas Dakwah tentang nilai-nilai berpakaian Islami dalam menghadapi tren fashion di media sosial. Metode peneliti penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan literatur. Setelah mendapat data yang diperoleh dari lapangan maka Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi Fakultas Dakwah angkatan 2020 memahami nilai-nilai berpakaian Islami. Namun, dalam penerapan adanya ketidakkonsistenan dan bervariasi yang disebabkan oleh trend fashion media sosial yang tidak selalu sesuai dengan syariat Islam.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17116Komunikasi Persuasif Prof. Dr. Kh. Miftah Faridl dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Kepada Masyarakat2025-02-24T16:29:01+08:00Annisa Huwaidahhuwaidahnisa@gmail.comMalki Ahmad Nasirmalki_tea@unisba.ac.idMuhammad Fauzi Arifmuhammadfauziarif@gmail.com<p><strong>Abstract.</strong> <em>This research is entitled "The Persuasive Communication of Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl in Conveying Da'wah Messages to the Society"</em><em>,</em><em> Which aims to identify and explain the characteristics of authority, credibility and attractiveness which is possessed by K.H. Miftah Faridl in conveying da'wah messages to the society. Apart from that, this research also analyzes technique of the persuasive communication that use by K.H. Miftah Faridl in conveying his preaching message. This research uses the descriptive qualitative methods with data collection techniques through literature study, observation and interviews. The research results show that K.H. Miftah Faridl has the characteristics of strong authority, high credibility, and significant appeal in his preaching. Apart from that, he effectively applied the various persuasive communication techniques, such as association techniques, integration techniques, pay off and fear arousing techniques, red herring techniques, and icing techniques, which succeeded in increasing the effectiveness of conveying da'wah messages to the public.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini berjudul “Komunikasi Persuasif Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Kepada Masyarakat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan menjelaskan karakteristik otoritas, kredibilitas, dan daya tarik yang dimiliki oleh K.H. Miftah Faridl dalam menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis teknik komunikasi persuasif yang digunakan oleh K.H. Miftah Faridl dalam menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Miftah Faridl memiliki karakteristik otoritas yang kuat, kredibilitas yang tinggi, serta daya tarik yang signifikan dalam dakwahnya. Selain itu, beliau secara efektif menerapkan beberapa teknik komunikasi persuasif, seperti teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik ganjaran dan teknik pembangkitan rasa takut, teknik <em>red herring</em>, serta teknik tataan, yang berhasil meningkatkan efektivitas penyampaian pesan dakwah kepada masyarakat.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17126Analisis Semiotika Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu “Satu” dari Grup Band Dewa 192025-02-24T16:28:56+08:00Muhammad Iqbal Muzaffarmuhammadiqbalmuzaffar30@gmail.comAsep Ahmad Siddiqasep.ahmad@unisba.ac.idMuhammad Fauzi Arifmuhammadfauziarif@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> The dynamics of the da'wah process are quite long and varied. It is clear that until now da'wah still shows its consistency even though it cannot be denied that there are many problems, both in the form of cultural and ideological problems. Now da'wah is no longer enough to be delivered only in the mosque without trying to find other alternatives to develop it by using various media, such as song media. At this time, not only religious songs have the purpose of da'wah but pop rock bands also have lyrics that mean da'wah such as in the song Satu Dewa 19. This study aims to determine the markers, signs, and messages of da'wah contained in the song. This study uses a qualitative descriptive approach. The data collection technique used in this study is the documentary technique, and the data analysis technique used is Ferdinand de Saussure's semiotic analysis. The results of this study indicate that in the song Satu there is a dominant da'wah message in this song, namely Aqidah.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Dinamika proses dakwah cukup panjang dan variatif. Terlihat jelas bahwa hingga saat ini dakwah masih tetap memperlihatkan konsistensinya walaupun tidak dapat dipungkiri banyak sekali permasalahan-permasalahan, baik berupa permasalahan kultur maupun ideologi. Kini dakwah tidak lagi cukup hanya disampaikan di masjid saja tanpa mencoba mencari alternatif lain untuk mengembangkannya dengan menggunakan berbagai macam media, seperti halnya media lagu. Pada saat ini tidak hanya lagu religi saja yang memiliki tujuan dakwah tetapi band bergenre pop rock pun memiliki lirik yang bermakna dakwah seperti pada lagu Satu Dewa 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanda, petanda, dan pesan dakwah yang terdapat dalam lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni teknik dokumenter, serta teknik analisis data yang digunakan adalah analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam lagu Satu terdapat pesan dakwah yang dominan dalam lagu ini adalah Aqidah.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17169Peran Majelis Taklim Nurul Iman Ciundil dalam Meningkatkan Religiusitas Remaja Putri2025-02-24T16:28:53+08:00Ahlun Najariaahlunnazari@gmail.comBambang Saiful Ma'arifbambang@unisba.ac.idAsep Ahmad Siddiqasep.ahmad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> This research focuses on the phenomenon of declining participation of teenage girls in religious activities in the modern era, influenced by technology and social changes. The Taklim Assembly is expected to serve as an effective preaching institution for the younger generation. The study centers on the role of the Nurul Iman Taklim Assembly in enhancing the religiosity of teenage girls in RW 01 Kampung Ciundil, Waringinkurung Village, Cimanggu District, Pandeglang Regency. The religiosity analyzed includes five dimensions: belief, worship, appreciation, religious knowledge, and experience, based on the theory of Glock and Stark. The research employs a qualitative method with a descriptive analytical approach through interviews, observations, and documentation. The results indicate that the Nurul Iman Taklim Assembly significantly contributes to improving the religiosity of teenage girls, particularly in the dimensions of worship and religious appreciation. Programs such as Quranic teachings, ethics, fiqh, and motivation for worship have proven effective. However, the primary challenge is the low interest and enthusiasm from teenage girls. Therefore, innovations in approaches and the use of social media are necessary to reach teenagers in a more relevant manner. This study concludes that the Taklim Assembly plays a vital role in strengthening the religiosity of teenage girls, although further efforts are needed to optimize its outcomes.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini berfokus pada fenomena penurunan partisipasi remaja putri dalam kegiatan keagamaan di era modern, yang dipengaruhi oleh teknologi dan perubahan sosial. Majelis taklim diharapkan menjadi lembaga dakwah yang efektif bagi generasi muda. Fokus penelitian adalah peran majelis taklim Nurul Iman Ciundil dalam meningkatkan religiusitas remaja putri di RW 01 Kampung Ciundil, Desa Waringinkurung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Religiusitas yang dianalisis mencakup lima dimensi: keyakinan, peribadatan, penghayatan, pengetahuan agama, dan pengalaman, berdasarkan teori Glock dan Stark. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa majelis taklim Nurul Iman Ciundil berperan signifikan dalam meningkatkan religiusitas remaja putri, terutama dalam dimensi peribadatan dan penghayatan agama. Program-program seperti pengajaran Al-Qur’an, akhlak, fiqh, dan motivasi ibadah terbukti efektif. Namun, tantangan utama adalah minat dan antusiasme yang rendah dari remaja putri. Oleh karena itu, inovasi dalam pendekatan dan penggunaan media sosial diperlukan untuk menjangkau remaja dengan cara yang lebih relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majelis taklim memiliki peran penting dalam memperkuat religiusitas remaja putri meskipun perlu upaya lebih lanjut untuk mengoptimalkan hasilnya.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17177Dakwah Transformatif Habib Ja'far pada Podcast LogIn2025-02-24T16:28:49+08:00Anisa Fradayanti NugrahaNugrahaanisa77@gmail.comWildan Yahyawildanbinyahya@unisba.ac.idAsep Ahmad Sidiqasep.ahmad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> This research aims to find out Habib Jaf'ar's Transformative Da'wah in the LogIn Podcast on Deddy Corbuzier's YouTube Channel. This research was carried out using a qualitative method with a descriptive approach that involves describing, explaining and validating related phenomena. The results of this study show that first, the method of reflection of habib jaf'ar in delivering his message on the login podcast. And the second is the action method applied by Habib Jaf'ar in the login podcast. In this study, it is explained that conveying the message of da'wah does not only depend on the mastery of religious knowledge, but also on the ability of a da'i to understand the socio-cultural context of the community, as well as the willingness to go directly to the field and interact with the community. And a dai is able to trigger changes in individual attitudes and behaviors, so that Islamic values can be implemented in real life in daily life.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dakwah Transformatif Habib Jaf’ar dalam Podcast LogIn di Channel YouTube Deddy Corbuzier. Penelitian Ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan mendeskripsikan, penjelasan dan validasi fenomena terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama, metode refleksi habib jaf’ar dalam penyampaian pesannya di podcast login. Dan yang kedua metode aksi yang diterapkan habib jaf’ar dalam podcast login. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa menyampaikan pesan dakwahnya tidak hanya bergantung pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada kemampuan seorang da'i untuk memahami konteks sosial budaya masyarakat, serta kemauan untuk turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan Masyarakat. Dan seorang dai mampu memicu perubahan sikap dan perilaku individu, sehingga nilai-nilai Islam dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari..</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17220Strategi Peningkatan Public Speaking Santri Muallimin Melalui Kegiatan Ihtifal2025-02-24T16:28:45+08:00Dzikri Fahrizaldidasiliwangi@gmail.comBambang Saiful Ma'arifbambangmaarif79@gmail.comKomarudin Shalehkomarudinshaleh@gmail.com<p><strong>Abstract. </strong>This study aims to explain the strategies for improving public speaking skills of students at Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung through the Ihtifal program. The theory utilized is Aristotle's rhetoric theory, encompassing the five canons of rhetoric: inventio, dispositio, elocutio, memoria, and pronuntiatio. This research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the Ihtifal program at Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung plays a significant role in enhancing students' public speaking skills. The strategies implemented include the manuscript method, memorization, impromptu, and extemporaneous delivery. Through this program, students receive intensive training covering argument structuring, confidence building, and effective delivery techniques. The Ihtifal program not only positively impacts the development of communication skills but also supports students in fulfilling their roles as future preachers and leaders. This research contributes to understanding how pesantren integrate dakwah values and communication education into their learning programs.</p> <p><strong>Abstrak</strong>. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi peningkatan kemampuan public speaking santri di Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung melalui kegiatan Ihtifal. Teori yang digunakan adalah teori retorika Aristoteles yang mencakup lima kanon retorika: inventio, dispositio, elocutio, memoria, dan pronuntiatio. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Ihtifal di Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan public speaking santri. Strategi yang diterapkan meliputi metode manuskrip, memoriter, impromptu, dan extemporaneously. Melalui kegiatan ini, santri mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup kemampuan menyusun argumen, kepercayaan diri, serta teknik penyampaian yang efektif. Kegiatan Ihtifal tidak hanya memberikan pengaruh positif pada pengembangan keterampilan komunikasi, tetapi juga mendukung santri dalam menjalankan peran mereka sebagai da’i dan pemimpin masa depan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana pesantren dapat mengintegrasikan nilai-nilai dakwah dan pendidikan komunikasi dalam program pembelajaran mereka.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17253Strategi Komunikasi Forum Silaturahmi Remaja Masjid Al-Muttaqin dalam Kegiatan Keagamaan2025-02-24T16:28:42+08:00Nurhayatinengnurhayati406@gmail.comRodliyah Khuza'ikhuzairodliyah90@gmail.comMuhammad Fauzi Arifmuhammadfauziarif@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> This research aims to formulate an effective communication strategy in increasing members' involvement in religious activities at the Mosque Youth Friendship Forum (FORSIREMA). This study used a qualitative approach with a descriptive method of analysis and Fred R. David, this research includes the formulation, implementation, and evaluation of strategies. The strategy formulation phase involves goal setting, audience segmentation, message preparation, and members' involvement in activity planning. Strategy implementation includes systematic activity planning, digital media utilization, persuasive approach, and support from parents and communities. The evaluation showed that even though the activities were well structured, the involvement of members and members still needed to be improved. Therefore, more interactive and innovative communication strategies are needed, such as open discussions, personal approaches, and more interesting use of media to increase members' participation and motivation in religious activities.</p> <p><br><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi komunikasi yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan anggota dalam kegiatan keagamaan di Forum Silaturahmi Remaja Masjid (FORSIREMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan teori Fred R. David, penelitian ini mencakup perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi. Tahap perumusan strategi melibatkan penetapan tujuan, segmentasi audiens, penyusunan pesan, dan pelibatan anggota dalam perencanaan kegiatan. Implementasi strategi mencakup perencanaan kegiatan yang sistematis, pemanfaatan media digital, pendekatan persuasif, serta dukungan dari orang tua dan masyarakat. Evaluasi menunjukkan bahwa meskipun kegiatan telah terstruktur dengan baik, keterlibatan anggota dan anggota masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang lebih interaktif dan inovatif, seperti diskusi terbuka, pendekatan personal, serta penggunaan media yang lebih menarik untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi anggota dalam kegiatan keagamaan.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17390Analisis Nilai Dakwah Dalam Konten Game Streaming di Channel Youtube Risco Aditama2025-02-24T16:28:39+08:00Dinar Rubyadha Rusamsidinarrubyadha@gmail.comMalki Ahmad Nasirmalki_tea@unisba.ac.idN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> This research is entitled "Analysis of Da'wah Values in Game Streaming Content on Risco Aditama's YouTube Channel," which aims to analyze the da'wah values contained in game streaming content, including the da'wah values of aqidah, shari'ah, and morals. This study also seeks to identify the most dominant da'wah values among the three. The research employs the descriptive qualitative methods, with the data collection techniques including observation, literature study, and interviews. The results of this analysis show that in the game streaming content analysis produced by Risco Aditama, there are the da'wah values that are delivered in a positive thing and entertaining manner, thus increasing the interest viewerst in Islamic teachings. Of the three da'wah values that are analyzed, there are moral values were found to be the most dominant. Risco Aditama consistently emphasizes the importance of good behavior, which is reflected in how Risco maintains his words and actions during game streaming. The delivery of moral values that is carried out in a relaxed and relatable manner, makes the da'wah message more easily accepted by the audience.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini berjudul "Analisis Nilai Dakwah dalam Konten Game Streaming di Channel YouTube Risco Aditama" yang bertujuan menganalisis nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam konten game streaming, termasuk nilai dakwah aqidah, syari'ah, dan akhlak. Penelitian ini juga berusaha untuk mengidentifikasi nilai dakwah yang paling dominan di antara ketiganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, studi literatur, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam konten game streaming yang dilakukan oleh Risco Aditama, terdapat nilai-nilai dakwah yang disampaikan secara positif dan menghibur, sehingga dapat meningkatkan ketertarikan mereka terhadap ajaran Islam. Dari ketiga nilai dakwah yang dianalisis, nilai akhlak ditemukan sebagai nilai yang paling dominan. Risco Aditama secara konsisten menekankan pentingnya berperilaku baik. Hal ini tercermin dari bagaimana Risco menjaga perkataan dan tindakannya selama melakukan game streaming. Penyampaian nilai akhlak yang dilakukan dengan cara santai dan relatable membuat pesan dakwah lebih mudah diterima oleh penonton.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17442Komunikasi Interpersonal dalam Memotivasi Penghafal Al-Qur’an RTQ SIB Baiturrahim Riung Bandung2025-02-24T16:28:36+08:00Arini Dewi Al-Faazarini.da08@gmail.comWildan Yahyawildanyahya@yahoo.comParihat Kamilparihat.kamil2004@gmail.com<p><strong>Abstract. </strong>This study aims to identify interpersonal communication strategies in motivating Qur'an memorizers at Rumah Tahfidz Qur'an Semai Insan Bestari Riung Bandung. This research is qualitative, with a descriptive analysis method approach and uses Hovland's S-O-R theory which includes Stimulus, Organism, and Response. The stimulus stage includes motivation, invitation, education, and creating positive activities. The organism stage includes students who understand, pay attention to, and accept any stimulus given by the teachers. And the response stage includes the effect, feedback, impact, or reaction of the given action (stimulus) and produces a positive, neutral, or negative response. In dealing with negative responses given by santri, ustadz/ah provides special treatment, namely through a personal approach or interpersonal communication. This study suggests that interpersonal communication strategies can be more varied in order to increase santri's motivation to memorize the Qur'an.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal dalam memotivasi penghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Qur’an Semai Insan Bestari Riung Bandung. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan pendekatan metode deskriptif analisis dan menggunakan teori S-O-R dari Hovland, yang meliputi Stimulus, Organisme, dan Respon. Tahap stimulus meliputi motivasi, ajakan, edukasi, dan menciptakan kegiatan yang positif. Pada tahap organisme meliputi santri yang mengerti, memperhatikan, dan menerima setiap stimulus yang diberikan oleh ustadz/ah. Dan pada tahap respon meliputi efek, <em>feedback</em>, dampak, atau reaksi dari aksi (stimulus) yang diberikan dan menghasilkan reaksi yang positif, netral, atau negatif. Dalam menghadapi respon negatif yang diberikan santri, ustadz/ah memberikan <em>treatment</em> khusus yaitu melalui pendekatan personal atau komunikasi interpersonal. Penelitian ini menyarankan agar strategi komunikasi interpersonal dapat dilakukan lebih bervariatif untuk meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17468Analisis Metode Dakwah Risyad Baya’sud Kepada Followersnya di Media Sosial Tiktok2025-02-24T16:28:05+08:00Syafa Raisyabillasyafaraisya98@gmail.comIda Afidahidaafidah26@gmail.comN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> Risyad Basya'sud is one of the young da'i who preaches through TikTok social media. Da'wah using social media has several advantages, one of which is that it can make it easier for da'is to convey da'wah material and the reach of da'wah dissemination is wider. However, da'wah using social media has its own challenges, namely what method is appropriate to use in da'wah using social media, whether the da'wah is acceptable and what if the da'wah causes controversy. This study aims to find out the right da'wah method to be used in tiktok social media. This research uses a qualitative method with data collection techniques through documentation, observation and interviews through questionnaires distributed to Risyad Basya'sud's social media followers. The results of the study can be concluded: (1) knowing the theme of da'wah to be discussed and anyone who is the target of Risyad Basya'sud's da'wah (2) can apply the right da'wah method to be used in tiktok social media (3) can find out what are the obstacles and opportunities when preaching using tiktok social media.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Risyad Basya’sud merupakan salah satu da’i muda yang berdakwah melalui media sosial tiktok. Berdakwah dengan menggunakan media sosial memiliki beberapa kelebihan salah satunya adalah dapat memudahkan para da’i dalam menyampaikan materi dakwah dan jangkauan penyebaran dakwah lebih luas. Namun dakwah menggunakan media sosial memiliki tantangan tersendiri yaitu metode apa yang tepat digunakan dalam berdakwah menggunakan media sosial, apakah dakwah tersebut dapat diterima dan bagaimana jika dakwah tersebut menimbulkan kontroversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dakwah yang tepat digunakan di dalam media sosial tiktok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, obsevasi dan wawancara dengan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengikut media sosial Risyad Basya’sud. Hasil dari penelitian tersebut dapat memperoleh kesimpulan: (1) mengetahui tema dakwah yang akan dibahas dan siapa saja yang menjadi sasaran dakwah Risyad Basya’sud (2) dapat menerapkan metode dakwah yang tepat untuk digunakan dalam media sosial tiktok (3) dapat mengetahui apa saja hambatan dan peluang ketika berdakwah menggunakan media sosial tiktok.</p>2025-02-20T07:45:56+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17584Fenomena Cafe Sebagai Media Dakwah Kepada Generasi Z di Kota Bandung2025-02-24T16:28:32+08:00Robby Arynalhaq Setiawansrobby080@gmail.comAsep Ahmad Siddiqasep.ahmad@unisba.ac.idMalki Ahmad Nasirmalki_tea@unisba.ac.id<p><strong>Abstract. </strong>The phenomenon of the <em>cafes</em> as a medium for <em>dakwah</em> represents an innovative approach to convey religious messages in a manner relevant to the lifestyle of Generation Z. This study aims to understand how Maringopi <em>Cafe</em>, located on Jl. Sidomukti, Bandung, is utilized as a <em>dakwah</em> space by its owner to reach Generation Z in Bandung City. Using a qualitative approach and descriptive method, the study explores the experiences and meanings of <em>dakwah</em> applied through in-depth interviews, observations, and documentation. The findings reveal that Maringopi <em>Cafe</em> functions is not only as a place for relaxation but also is as a platform for conveying the Islamic values through activities such as casual religious discussions, the Sunnah-based activities (archery and martial arts), and listening to the religious messages wich delivered in a relaxed and creative atmosphere. The <em>cafe</em> owner adopts a friendly, inclusive approach that resonates with the digital culture of Generation Z, leveraging social media and Islamic-themed events. This research highlights that the <em>dakwah</em> approach through <em>cafes</em> has significant potential to engage young people, especially since they are more drawn to non-formal and contextual methods. The <em>cafes</em> as <em>dakwah</em> spaces also create a positive ecosystem that fosters the social interaction, the dissemination of Islamic values, and the strengthening of Generation Z's religious identity amidst globalization.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Fenomena <em>cafe</em> sebagai media dakwah merupakan bentuk inovasi dalam menyampaikan pesan agama yang relevan dengan gaya hidup generasi z. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana <em>Cafe </em>Maringopi, yang berlokasi di Jl. Sidomukti, Bandung, dimanfaatkan sebagai ruang dakwah oleh pemiliknya kepada generasi z di Kota Bandung. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini menggali pengalaman dan makna dakwah yang diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Cafe </em>Maringopi tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai platform penyampaian nilai-nilai Islami melalui kegiatan seperti kajian santai, kegiatan sunnah-sunnah Rossul (Panahan dan beladiri), dan mendengarkan pesan agama yang dikemas dalam suasana yang santai dan kreatif. Pemilik <em>cafe</em> mengadopsi pendekatan yang ramah, inklusif, dan relevan dengan budaya digital generasi z, termasuk melalui media sosial dan event bertema Islami. Penelitian ini mengungkap bahwa pendekatan dakwah melalui <em>cafe</em> memiliki potensi besar untuk menjangkau generasi muda, terutama karena mereka lebih tertarik pada metode yang non-formal dan kontekstual. <em>Cafe</em> sebagai ruang dakwah juga menciptakan ekosistem positif yang mendorong interaksi sosial, penyebaran nilai-nilai Islam, dan penguatan identitas religius generasi z di tengah arus globalisasi.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17680Retorika Dakwah Mamah Dedeh Dalam Acara Rumah Mamah Dedeh di TVOne2025-02-24T16:28:03+08:00Muhammad Fatih Haqqanihaqifatih51@gmail.comWildan Yahyawildanbinyahya@unisba.ac.idMuhammad Fauzi Arifmuhammadfauziarif@unisba.ac.id<p class="p1"><strong>Abstract.</strong> Mamah Dedeh is one of the most popular female preachers in Indonesia. The rhetoric of Mamah Dedeh's preaching has its own appeal, as it is able to deliver religious messages in a simple, humorous, and easily understood manner. This study aims to analyze Mamah Dedeh's preaching rhetoric in the television program "Rumah Mamah Dedeh" on TVOne using the Modern Preaching Rhetoric Theory by Jalaludin Rakhmat. The method used in this research is qualitative. The results of the study show that Mamah Dedeh employs Contact Management, Vocal Management, and Visual Management. This rhetoric is not only effective in capturing the audience's attention but also helps convey the preaching messages persuasively and applicably to everyday life. This study concludes that the success of Mamah Dedeh's preaching rhetoric lies in her ability to build emotional connections with the audience whilealso providing relevant solutions to their problems. These findings are expected to serve as a reference for other preachers in developing more effective preaching communication methods. The results of this research are expected to contribute as a source of information and scientific literature for the study of preaching communication and to contribute specifically to the study of preaching rhetoric, particularly regarding Mamah Dedeh's preaching rhetoric in the program "Rumah Mamah Dedeh" on TVOne.</p> <p class="p1"><strong>Abstrak.</strong> Mamah Dedeh adalah salah satu da’iyah populer di Indonesia. Retorika dakwah yang digunakan oleh Mamah Dedeh menjadi daya tarik tersendiri, karena mampu menyampaikan pesan-pesan agama dengan cara yang sederhana, humoris, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis retorika dakwah Mamah Dedeh dalam program televisi “Rumah Mamah Dedeh” di Tvone dengan menggunakan pendekatan teori Retorika Dakwah Modern Jalaludin Rakhmat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mamah Dedeh menggunakan Olah Kontak, Olah Vokal, dan Olah Visual. Retorika ini tidak hanya efektif dalam menarikperhatian penonton, tetapi juga membantu menyampaikan pesan dawah secara persuasif dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Peneltian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan retorika dakwah Mamah Dedeh terletak pada kemampuannya membangun hubungan emosional dengan audiens, sekaligus memberikan solusi yang relevan terhadap permasalahan audiens. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pendakwah lain dalam mengembangkan metode komunikasi dakwah yang lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan pemikiran sebagai sumber informasi dan literatur ilmiah bagi kajian penelitian untuk pengembangan keilmuan komunikasi dakwah serta ikut kontribusi pada kajian retorika dakwah khususnya tentang Retorika Dakwah Mamah Dedeh dalam acara “Rumah Mamah Dedeh” di Tvone.</p>2025-02-20T07:53:12+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17717Strategi Dakwah Ustadz Dzaky Mubarok di Instagram dalam Memberikan Pemahaman Aqidah2025-02-24T16:28:01+08:00Dariel Muharom Mulyanadarielmhrm@gmail.comChairiawatychairiawaty@unisbal.ac.idParihat Kamilparihat.kamil2004@gmail.com<p><strong>Abstract : </strong>Most of Indonesia's population are social media users. Therefore, social interaction through social media is currently more frequent than direct social interaction, because it does not require a long time and is certainly easier to reach without having to meet in person. Dissemination of information or delivery of messages to others can be done indirectly through virtual media anywhere and anytime, for example, exchanging messages, teaching and learning, socializing with audiences and of course da'wah.In relation to Islamic da'wah, strategy means pointing to the expertise of a da'i in communicating the teachings of Islam to others. The better the strategy used by a da'i in the delivery of his da'wah, the more likely it is that the religious message conveyed can be accepted. The author raises the theme of aqidah as the content to be studied because the science of aqidah is the main discussion in Islam that must be studied. All da'wah activities, both planning, organizing, directing and controlling, involve various parties to achieve success, therefore, the author draws conclusions from the data findings based on the results of interviews with da'i, managers and mad'u as a form of reinforcement of the strategic steps implemented by Ustadz.</p> <p><strong>Abstrak</strong> : Sebagian besar penduduk Indonesia adalah pengguna media sosial. Oleh karena itu, interaksi sosial melalui media sosial saat ini terbilang lebih sering dilakukan dibanding interaksi sosial secara langsung, karena tidak memerlukan waktu lama dan tentunya lebih mudah menjangkau tanpa harus bertemu secara langsung. Penyebaran informasi ataupun penyampaian pesan kepada sesama dapat dilakukan secara tidak langsung melalui media virtual dimana pun dan kapan pun, contohnya adalah kegiatan bertukar pesan, belajar mengajar, bersosialisasi dengan khalayak dan tentunya dakwah. Dalam hubungannya dengan dakwah Islam, strategi berarti menunjuk pada kepiawaian seorang <em>da'i </em>dalam mengkomunikasikan ajaran Islam kepada orang lain. Semakin bagus strategi yang digunakan seorang <em>da'i </em>dalam penyampaian dakwahnya, maka akan semakin besar kemungkinan pesan agama yang disampaikan dapat diterima. Penulis mengangkat tema <em>aqidah </em>sebagai konten yang akan diteliti karena ilmu <em>aqidah </em>merupakan pembahasan utama dalam Islam yang harus dipelajari. Seluruh kegiatan dakwah baik perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengendalian, melibatkan berbagai pihak untuk mencapai keberhasilannya, oleh karena itu, penulis mengambil kesimpulan dari temuan data berdasarkan hasil wawancara bersama <em>da’i</em>, manager dan <em>mad’u </em>sebagai bentuk penguat langkah strategis yang dilaksanakan oleh Ustadz Dzaky Mubarok (Bara) sangat efektif untuk memberikan pemahaman aqidah kepada <em>followers</em>-nya. Seluruh aspek perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian terpenuhi pada kegiatan dakwah yang Bara laksanakan.</p>2025-02-20T07:57:36+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17768Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Buku Berdamai dengan Diri Sendiri Karya Muthia Sayekti 2025-02-24T16:27:59+08:00Ramadhitul Khudriramadhitulkhudri11@gmail.comIda Afidahida.afidah@unisba.ac.idHendi Suhendihendi.sf@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> This research aims to analyze the da'wah messages contained in the book Berdamai dengan Diri Sendiri by Muthia Sayekti. This book was chosen because of its relevance in providing spiritual and psychological guidance amidst modern challenges such as social pressure from social media, which often causes low self-esteem and social jealousy. The research method used is Holsti theory content analysis using a qualitative approach which aims to find the meaning of words and sentences. In this thesis research, the author categorizes the contents of da'wah messages to find out the da'wah messages in the book "Berdamai dengan Diri Sendiri". Based on the data obtained, the contents of the book Berdamai dengan Diri Sendiri contain many da'wah messages including: Aqidah messages, Sharia messages and moral messages. The contents of the messages examined in the book include sentences or statements containing the da'wah message contained in them.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam buku Berdamai dengan Diri Sendiri karya Muthia Sayekti. Buku ini dipilih karena relevansinya dalam memberikan panduan spiritual dan psikologis di tengah tantangan modern seperti tekanan sosial dari media sosial, yang sering kali menyebabkan rendah diri dan kecemburuan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (<em>content analysis</em>) teori Holsti dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mencari makna kata maupun kalimat. Di dalam penelitian skripsi ini, Penulis mengkategorikan isi pesan dakwah untuk mengetahui pesan dakwah dalam buku “Berdamai dengan Diri Sendiri”. Berdasarkan hasil data yang diperoleh adalah isi buku Berdamai dengan Diri Sendiri itu terdapat banyak Pesan dakwah meliputi : Pesan Akidah, pesan Syariah dan pesan Akhlak. Isi pesan yang diteliti dalam buku tersebut meliputi kalimat atau statement yang berisikan pesan dakwah yang terdapat dalamnya.</p>2025-02-20T08:01:10+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17794Strategi Komunikasi Humas dalam Meningkatkan Citra Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang2025-02-24T16:28:29+08:00Muhammad Hafizh Alifmuhammadhalif03@gmail.comWildan Yahyawildanyahya.1960@gmail.comAsep Ahmad Siddiqasepahmadsiddiq@gmail.com<p><strong>Abstract.</strong> Asshiddiqiyah 3 Islamic Boarding School Karawang is an Islamic educational institution that aims to educate students in religious and general knowledge. Communication plays a vital role in conveying information through social media, books, television, and direct interactions. Public Relations (PR) functions as a bridge between the organization and its public, fostering harmonious relationships and effective social interaction. To enhance its positive image amidst competition and contemporary challenges, the boarding school employs various communication strategies. This study aims to examine the communication strategies implemented by the PR of Asshiddiqiyah 3 Islamic Boarding School Karawang to improve the institution's image. The research method used is a case study with a descriptive qualitative approach, involving in-depth interviews with PR administrators, field observations, and document analysis. The findings show that the PR uses strategies such as social media development, active community engagement, information transparency, and cooperation with mass media. The evaluation reveals an improved positive image, marked by increased community participation and a rise in new student registrations. The study concludes that well-planned and directed communication strategies can significantly enhance the image of religious educational institutions like Islamic boarding schools. This study concludes that well-planned and directed communication strategies can significantly enhance the image of religious educational institutions such as Islamic boarding schools.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang merupakan lembaga pendidikan Islam yang bertujuan mendidik santri dalam bidang keagamaan dan pengetahuan umum. Komunikasi memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi, baik melalui media sosial, buku, televisi, maupun interaksi langsung. Hubungan Masyarakat (Humas) berfungsi sebagai jembatan antara organisasi dan publiknya, menciptakan hubungan yang harmonis dan memfasilitasi interaksi sosial yang efektif. Dalam menghadapi persaingan dan tantangan zaman, pesantren ini berupaya meningkatkan citra positifnya melalui berbagai strategi komunikasi yang diterapkan oleh Humas pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi yang diterapkan oleh Humas Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang dalam upaya meningkatkan citra pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan pengurus Humas, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas pesantren menggunakan berbagai strategi komunikasi, termasuk pengembangan media sosial, keterlibatan aktif dalam kegiatan komunitas, transparansi informasi, dan kerjasama dengan media massa. Evaluasi strategi komunikasi menunjukkan adanya peningkatan citra positif pesantren di mata masyarakat, yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pesantren dan meningkatnya jumlah pendaftar santri baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang terencana dan terarah dapat secara signifikan meningkatkan citra lembaga pendidikan agama seperti pesantren.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17801Pengaruh Konten Tiktok @Adihidayatofficial Terhadap Religiusitas Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Bandung2025-02-24T16:28:26+08:00Atma Wijayaatma9511@gmail.comIda Afidahidaafidah26@gmail.comAsep Ahmad Siddiqasepahmadsiddiq@gmail.com<p><strong>Abstract.</strong> Da'wah is an invitation to do good. Currently, technological developments, especially in the field of communication, are very rapid, so da'wah needs to adapt to these advances. One example is the emergence of new media, including social media, which can be used to disseminate information online. Tiktok is a platform for conveying important information today so that it can be accessed easily, quickly, and widely. One of them is the delivery of information about Islamic teachings or the delivery of da'wah which can be easily carried out by da'is, ustadz or Islamic preachers. Ustadz Adi Hidayat's da'wah content on TikTok shows that he conveys messages that focus on fiqh, tauhid, tasawuf, and Islamic motivation. With the availability of da'wah content on Tiktok that can be easily accessed, it can have an impact on the religiosity of those who watch it. This study aims to determine the content of Ustadz's TikTok content (@adihidayatoffical_) and to determine the influence of Ustadz's TikTok content (@adihidayatofficial_) on the religiosity of KPI students in the 2020 batch. This study uses a quantitative method approach with a descriptive quantitative research type. The population of this study were students of Islamic Broadcasting Communication in the 2020 batch of Bandung Islamic University who followed and had watched Ustadz's TikTok content (@adihidayatofficial_). The sample in this study was 31 respondents using a saturated sampling technique.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Dakwah adalah ajakan untuk melakukan kebaikan. Saat ini, perkembangan teknologi, terutama dalam bidang komunikasi sangat pesat, sehingga dakwah perlu beradaptasi dengan kemajuan tersebut. Salah satu contoh adalah munculnya media baru, termasuk media sosial, yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi secara daring. Tiktok menjadi wadah dalam menyampaikan informasi penting saat ini sehingga dapat diakses dengan mudah, cepat, dan meluas. Salah satunya penyampaian informasi mengenai ajaran-ajaran islam atau penyampaian dakwah yang dapat dengan mudah dilakukan oleh para dai, ustadz atau para penceramah Islam. Konten dakwah Ustadz Adi Hidayat di TikTok menunjukkan bahwa ia menyampaikan pesan-pesan yang berfokus pada fiqih, tauhid, tasawuf, dan motivasi keislaman. Dengan adanya konten dakwah di Tiktok yang dapat diakses dengan mudah bisa berdampak pada religiusitas yang menontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi konten Tiktok ustadz (@adihidayatoffical_) dan untuk mengetahui pengaruh konten Tiktok ustadz (@adihidayatofficial_) terhadap religiusitas mahasiswa KPI angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam angkatan 2020 Universitas Islam Bandung yang mengikuti dan pernah menonton konten Tiktok ustadz (@adihidayatofficial_). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 responden menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner dan wawancara khusus serta observasi.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17849Pengaruh Konten Animasi Dakwah TikTok @Bagussuhar Terhadap Tingkat Pengetahuan Agama Followers2025-02-24T16:27:57+08:00Aufa Salmaaufasalma1911@gmail.comNia Kurniatinia.kurniati@unisba.ac.idN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> The content of da'wah animations on TikTok has great potential in conveying religious messages, especially to Generation Z who are very familiar with digital technology. This study was conducted to measure the effect of TikTok @Bagussuhar's animated da'wah content on the level of religious knowledge of Generation Z teenage followers. This research uses quantitative methods with descriptive data analysis techniques, validity, reliability, and simple linear regression tests. Data were obtained through a questionnaire to 100 respondents who are followers of the @Bagussuhar account. The results showed that the content of @Bagussuhar's da'wah animation had an effect on increasing religious knowledge with a coefficient of determination of 28.7%. From the hypothesis test, the results show a significance value of <0.001, which means Ho is rejected and Ha is accepted. This indicates that the content of the da'wah animation has a significant influence on increasing the knowledge of creed, sharia, and morals in respondents. Overall, Generation Z showed a positive response to the content, which was designed with a visual approach and relevant messages.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Konten animasi dakwah di TikTok memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan agama, terutama kepada Generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi digital. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengaruh konten animasi dakwah TikTok @Bagussuhar terhadap tingkat pengetahuan agama follower remaja Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data deskriptif, uji validitas, reliabilitas, dan regresi linear sederhana. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 100 responden yang merupakan follower akun @Bagussuhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten animasi dakwah @Bagussuhar berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan agama dengan koefisien determinasi sebesar 28,7%. Dari uji hipotesis, hasilnya menunjukkan nilai signifikansi sebesar <0,001, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Ini mengindikasikan bahwa konten animasi dakwah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan akidah, syariah, dan akhlak pada responden. Secara keseluruhan, Generasi Z menunjukkan respons positif terhadap konten tersebut, yang dirancang dengan pendekatan visual dan pesan yang relevan.</p>2025-02-20T08:16:48+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17876Pemaknaan Mahasiswi Fakultas Dakwah Unisba Mengenai Informasi Syari’at Berpakaian Melalui X-Banner2025-02-24T16:28:12+08:00Melinda Permatasarimelinprmtas@gmail.comChairiawatychairiawaty@unisba.ac.idN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract. </strong>The purpose of this study is to find out how students of the Faculty of Da'wah, Islamic University of Bandung interpret the information on shari'a in dress that is conveyed through X-Banner. The study investigates students' experiences, motivations, and their internalization processes in understanding the information. This was done using the phenomenological methodology of Alfred Schutz. The results of the study show that most students understand and like information; However, not all students adhere to dress etiquette. It is influenced by a person's personal experiences, environmental motivations, and the relationship of messages to daily life. The study emphasizes how important it is to provide institutional information and support to increase student awareness about Islamic dress.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswi Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung memaknai informasi syari'at berpakaian yang disampaikan melalui X-Banner. Studi ini menyelidiki pengalaman mahasiswi, motivasi, dan proses internalisasi mereka dalam memahami informasi tersebut. Ini dilakukan dengan menggunakan metodologi fenomenologi dari Alfred Schutz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami dan menyukai informasi; namun, tidak semua siswa mematuhi etika berpakaian. Ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadi seseorang, motivasi lingkungan, dan hubungan pesan dengan kehidupan sehari-hari. Studi ini menekankan betapa pentingnya memberikan informasi dan dukungan institusi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang berpakaian Islami.</p>2025-02-20T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/17878Analisis Semiotika Nilai-Nilai Islam Dalam Film Ketika Berhenti Di Sini2025-02-24T16:28:23+08:00Hasbiya Amatulloh 'Ainal Yaqinhsbyaay@gmail.comHendi Suhendihendisfunisba@gmail.comMuhammad Fauzi Arifmuhammadfauziarif@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> Ketika Berhenti Di Sini is a story of loss inspired by personal experience. The movie explores the sense of loss and how humans come to terms with it, especially the loss of the closest person due to death. This research aims to find out the Islamic values in the movie Ketika Berhenti Di Sini. The research method used is semiotic analysis method according to Charles Sanders Peirce’s view. The data collection techniques used were observation and documentation. From the results of the study found scenes containing semiotics in the form of conversations, gestures, and expressions. As in scene four, it shows the meaning of stress through implusive behavior and is shrouded in high guilt. Then in other scenes it contains the meaning of acceptance, hard work, and caring for others. The Islamic values contained in this movie are more dominated by moral values compared to the values of creed and shari’ah.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Ketika Berhenti Di Sini mengangkat kisah kehilangan yang terinspirasi dari pengalaman personal. Film yang mengeksplorasi rasa kehilangan dan bagaimana manusia berdamai dengan kehilangan itu, khususnya kehilangan orang terdekat karena kematian yang menjemputnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai islam dalam film Ketika Berhenti Di Sini. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode analisis semiotika menurut pandangan Charles Sanders Peirce. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi dan dokumentasi. Dari hasil penilitan ditemukan scene yang mengandung semiotika berbentuk percakapan gerak tubuh dan ekspresi. Seperti pada scene empat menunjukkan makna stress melalui perilaku implusif dan diselimuti rasa bersalah yang tinggi. Kemudian pada scene lainnya mengandung makna penerimaan kerja keras, dan peduli kepada sesama. Adapun nilai-nilai islam yang terdapat dalam film ini lebih didominasi oleh nilai akhlak dibandingkan dengan nilai akidah dan syari’ah.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/18079Strategi Dakwah Pendamping Desa YBM PLN dalam Program Desa Cahaya di Kabupaten Cianjur2025-02-24T16:28:20+08:00Sukron Nurhadisyukronenha@gmail.comBambang Saiful Ma'arifbambang@unisba.ac.idN. Sausan M. Sholehsausan.muhammad@unisba.ac.id<p><strong>Abstract.</strong> This research aims to understand the da’wah strategies employed by the Village Assistants of Yayasan Baitul Maal PLN in the Cahaya Village program in Gelarpawitan, Cianjur Regency. This study uses a qualitative method with a descriptive case study approach, focusing on the description of the processes or sequences of events related to the realization of individual roles of village assistants from YBM PLN UID West Java in executing their duties within the community, particularly in realizing the focus on five pillars, especially in the aspect of da’wah within the Cahaya Village Program in Gelarpawitan, Cianjur Regency. This research discusses the concepts, programs, and da’wah strategies implemented by Village Assistants concerning the five pillars of YBM PLN, which include economic, educational, social community, health, and da’wah aspects in addressing community issues and leveraging existing potentials in Gelarpawitan Village. The findings indicate that village assistants have integrated da’wah aspects with other pillars. This study also explores the relationship between al-Bayanuni's da’wah strategy theory and the implementation of the Cahaya Village Program by YBM PLN UID West Java's Village Assistants.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah Pendamping Desa Yayasan Baitul Maal PLN dalam program desa cahaya di Gelarpawitan, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kasus deskriptif yang berfokus pada deskripsi suatu proses atau rangkaian kejadian-kejadian pada realisasi individu pendamping desa YBM PLN UID Jawa Barat sebagai fasilitator dilingkungan masyarakat dalam merealisasikan fokus lima pilar khususnya aspek pilar dakwah pada Program Desa Cahaya di Gelarpawitan, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini membahas konsep, program dan strategi dakwah yang diterapkan oleh Pendamping Desa pada fokus lima pilar YBM PLN dalam pada program Desa Cahaya yang meliputi pilar ekonomi, pendidikan, sosial masyarakat, kesehatan, serta dakwah dalam mengatasi permasalahan yang ada pada masyarakat dan mengupayakan potensi yang ada di Desa Gelarpawitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping desa telah menerapkan dan mengintregasikan aspek dakwah pada pilar lainnya. Penelitian ini juga membahas keterkaitan teori strategi dakwah al-bayanuni dengan realisasi Program Desa Cahaya oleh Pendamping Desa YBM PLN UID Jawa Barat.</p>2025-02-03T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communicationhttps://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIBC/article/view/18334Strategi Dakwah Islam di Kalangan Masyarakat Muslim Minoritas di Kecamatan Larantuka2025-02-24T16:28:17+08:00Shoharifal Laga Wajashoharifal12@gmail.comAsep Ahmad Siddiqasep.ahmad@unisba.ac.idMuhammad Fauzi Arifmuhammadfauziarif@unisba.ac.id<p class="PROSIDING-ABSTRAK"><strong>Abstract.</strong> Larantuka District in East Flores is one of the Muslim minority areas in Indonesia. Dakwah activities in Larantuka certainly face various obstacles and the right da'wah strategy is needed. This research aims to identify effective Islamic da'wah strategies among Muslim minority communities in Larantuka District, East Flores Regency, East Nusa Tenggara and to find out the supporting and inhibiting factors for da'wah success. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through participatory observation, documentation, and in-depth interviews with religious leaders, community leaders, and the general public. The results of the research are inclusive and adaptive to the socio-cultural conditions of the local community. The applied da'wah strategy includes: (1) understanding the object of da'wah, (2) determination of da'wah material, (3) selection of da'wah methods, use of da'wah media, and evaluation of da'wah. Supporting factors for da'wah in Larantuka are in the form of social and community support, accommodating da'wah strategies, education and religious awareness, and government support. Factors inhibiting da'wah include: domination of minority communities, lack of human resources, economic factors and limited access, and cultural resistance. Efforts to overcome problems: strengthening the Muslim community, using media and technology, inclusive da'wah approaches, education and training, and good financial planning.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kecamatan Larantuka di Flores Timur merupakan salah satu daerah minoritas muslim di Indonesia. Kegiatan dakwah di Larantuka tentu menghadapi berbagai hambatan dan diperlukan strategi dakwah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dakwah Islam yang efektif di tengah masyarakat Muslim minoritas di Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat keberhasilan dakwah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumenasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Hasil penelitian bersifat inklusif dan adaptif terhadap kondisi sosio-kultur masyarakat setempat. Strategi dakwah yang diterapkan meliputi: (1) memahami objek dakwah, (2) penentuan materi dakwah, (3) pemilihan metode dakwah, penggunaan media dakwah, dan evaluasi dakwah. Faktor pendukung dakwah di Larantuka adalah berupa dukungan sosial dan komunitas, strategi dakwah yang akomodatif, pendidikan dan kesadaran agama, serta dukungan pemerintah. Faktor penghambat dakwah meliputi: dominasi masyarakat minoritas, kurangnya sumber daya manusia, faktor ekonomi dan keterbatasan akses, serta resistensi budaya. Upaya menangani permasalahan: penguatan komunitas muslim, penggunaan media dan teknologi, pendekatan dakwah inklusif, pendidikan dan pelatihan, serta perencanaan keuangan yang baik.</p>2025-02-06T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication