Strategi Dakwah Karang Taruna Buniaga dalam Penanggulangan Kecanduan GIM Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.25952Keywords:
Strategi Dakwah, Karang Taruna, Kecanduan Gim Online, RemajaAbstract
Abstract. The rapid advancement of information technology has increased the intensity of online gaming among adolescents, leading to negative impacts on academic performance, social interaction, and religious practices.This phenomenon is also evident among adolescents in Buniaga Village, Ciherang, Pacet District, Cianjur Regency. This study aims to analyze the dakwah strategy implemented by the Buniaga Youth Organization (Karang Taruna) in addressing online game addiction among adolescents and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving Karang Taruna administrators, adolescents, parents, and community leaders. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that online game addiction is characterized by excessive gaming duration, poor time management, and decreased participation in social and religious activities. The dakwah strategies implemented include religious guidance, personal approaches, counseling, youth involvement in community activities, and collaboration with parents. The effectiveness of these strategies is supported by the commitment of Karang Tarunamembers, community support, and a strong culture of mutual cooperation. However, easy access to the internet and low participation of some adolescents in community activities remain significant challenges. Overall, the dakwah strategy implemented by Karang Taruna plays an important role in reducing the negative impacts of online game addiction among adolescents.
Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan intensitas penggunaan gim online di kalangan remaja, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas belajar, interaksi sosial, dan pelaksanaan ibadah. Fenomena tersebut juga terjadi pada remaja di Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dakwah Karang Taruna Buniaga dalam menanggulangi kecanduan gim online pada remaja, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus Karang Taruna, remaja, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gim online ditandai dengan tingginya intensitas bermain, rendahnya pengendalian waktu, serta menurunnya partisipasi remaja dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Strategi dakwah yang diterapkan meliputi pembinaan keagamaan, pendekatan personal, pemberian nasihat, pelibatan remaja dalam kegiatan sosial, serta kerja sama dengan orang tua. Keberhasilan strategi didukung oleh komitmen pengurus, dukungan masyarakat, dan budaya gotong royong, sedangkan kemudahan akses internet dan rendahnya minat sebagian remaja terhadap kegiatan organisasi menjadi faktor penghambat. Strategi dakwah Karang Taruna terbukti berperan dalam mengurangi dampak negatif kecanduan gim online pada remaja.
References
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dunn, W. N. (2018). Public Policy Analysis: An Integrated Approach (6th ed.). Routledge.
Fa'iza. (2017).
Novrialdy, E. (2019). Kecanduan game online pada remaja: Dampak dan pencegahannya. Buletin Psikologi, 27(2), 148-158.
Putra. (2022).
SaldaƱa, J. (2014). The Coding Manual for Qualitative Researchers (2nd ed.). SAGE Publications.
Santika. (2019)
Santika. (2019).
Saputra. (2012).
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi terbaru). Alfabeta.
World Health Organization. (2019). International Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11). World Health Organization.