Efektivitas Program Majlis Taklim Ma'rifatullah dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Jemaah Masjid Daarut Tauhiid Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.25871Keywords:
Efektivitas Program, Ma'rifatullah, Akhlak JemaahAbstract
Abstract. This research is prompted by an observed discrepancy between the theoretical comprehension of ma'rifatullah and the practical application of moral values among the congregation at the Daarut Tauhiid Mosque in Bandung. The primary objective of this study is to evaluate the efficacy of the Ma'rifatullah Majlis Taklim Program in enhancing the moral quality of its attendees. The study employs a descriptive quantitative methodology, utilizing observation, interviews, questionnaires, and documentation for data collection. Statistical analyses were conducted, grounded in the theoretical frameworks of program effectiveness and Al-Ghazali's conceptualization of ma'rifatullah.The empirical findings indicate that while the program's implementation is categorized as satisfactory, it does not exert a statistically significant influence on the moral improvement of the congregation. Nonetheless, both the overall effectiveness of the program and the respondents' baseline moral quality were independently classified within a favorable tier. The study concludes that moral development is not solely contingent upon programmatic interventions, but is also significantly mediated by intrinsic and environmental factors. Consequently, it is recommended that program administrators implement more rigorous periodic evaluations, provide targeted congregational mentorship, innovate pedagogical methods, and integrate digital media. Such measures are essential to facilitate a more robust and sustainable internalization of ma'rifatullah values and subsequent moral refinement.
Abstrak. Penelitian ini dipicu oleh ketidaksesuaian yang diamati antara pemahaman teoretis ma'rifatullah dan penerapan praktis nilai-nilai moral di antara jemaat di Masjid Daarut Tauhiid di Bandung. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Program Ma'rifatullah Majlis Taklim dalam meningkatkan kualitas moral para pesertanya. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif, menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Analisis statistik dilakukan, didasarkan pada kerangka teoretis efektivitas program dan konseptualisasi ma'rifatullah oleh Al-Ghazali. Temuan empiris menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan program dikategorikan sebagai memuaskan, program tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap peningkatan moral jemaat. Namun demikian, baik efektivitas keseluruhan program maupun kualitas moral dasar responden diklasifikasikan secara independen dalam tingkat yang menguntungkan. Studi ini menyimpulkan bahwa perkembangan moral tidak hanya bergantung pada intervensi programatik, tetapi juga secara signifikan dimediasi oleh faktor intrinsik dan lingkungan. Oleh karena itu, disarankan agar administrator program menerapkan evaluasi berkala yang lebih ketat, memberikan bimbingan jemaat yang terarah, berinovasi dalam metode pedagogis, dan mengintegrasikan media digital. Langkah-langkah semacam ini sangat penting untuk memfasilitasi internalisasi nilai-nilai ma'rifatullah yang lebih kuat dan berkelanjutan serta penyempurnaan moral selanjutnya.
References
Al-Ghazali, I. (t.t.). Ihya’ ’Ulumuddin (Jilid III-IV). Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
al-Jawziyya, I. Q. (t.t.). Madarijus Salikin. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Bauman, Z. (1991). Modernity and Ambivalence. Polity Press.
Dawud, A. (t.t.). Sunan Abi Dawud. Dar al-Fikr.
Dewi, R. (2025). Efektivitas Kegiatan Dakwah Majelis Taklim Ar-Riyadhoh dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Jemaah di Pekanbaru.
Dunn, W. N. (2018). Public Policy Analysis. Routledge.
Hafidhuddin, D. (1998). Dakwah Aktual. Gema Insani Press.
Hanbal, A. ibn. (t.t.). Musnad Ahmad. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Hanisa. (2020). Efektivitas Pengajian Majelis Taklim Dalam Peningkatan Literasi Al-Qur’an Masyarakat di Desa Leppanggang Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.
Indonesia, K. A. R. (2016a). Al-Qur’an dan Tafsirnya (Tafsir Tahlili) Jilid 9. Kemenag RI.
Indonesia, K. A. R. (2016b). Al-Qur’an dan Tafsirnya (Tafsir Wajiz). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Indonesia, K. A. R. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Kemenag RI.
Jusniati. (2024). Pengaruh Pengajian Rutin Terhadap Perilaku Keagamaan Anggota Majelis Taklim Permata Desa Karya Bersama. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Miskawayh, I. (t.t.). Tahdzib al-Akhlak. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Nasution, H. (1995). Falsafah dan Mistisisme dalam Islam. Bulan Bintang.
Shihab, M. Q. (1996). Wawasan Al-Qur’an. Mizan.
Shihab, M. Q. (2007). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.
Steers, R. M. (1985). Organizational Effectiveness. Goodyear.
Subarsono. (2011). Analisis Kebijakan Publik. Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (t.t.). Statistika untuk Penelitian. Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukardi. (2004). Metode Penelitian Pendidikan. Bumi Aksara.
Sukrita, C. S. (2024). Efektivitas Program Majelis Ta’lim terhadap Pembinaan Akhlak Masyarakat Desa Rantau Binuang Kecamatan Kluet Selatan.
Syukur, M. A. (2004). Tasawuf Sosial. Pustaka Pelajar.