Peran Komunikasi Da'i dalam Toleransi Beragama di Kampung Toleransi Balonggede Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.25529Keywords:
Komunikasi Da'i, Toleransi Beragama, Retorika, Aristoteles, Kampung Toleransi BalonggedeAbstract
Abstract. This study examines the role of da'i (Islamic preacher) communication in building religious tolerance in Balonggede Tolerance Village, Bandung, a densely populated settlement with three places of worship from different religions standing side by side for 98 years without significant conflict, officially designated a Tolerance Village by the Bandung City Government on 9 July 2019. Using Aristotle's Rhetoric Theory, this research aims to identify the da'i's ethos (credibility), pathos (emotional approach), and logos (logical argumentation) in fostering tolerance. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through indepth interviews, observation, and documentation, analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that ethos is built through deep religious knowledge, integrity, and interfaith trust; pathos is manifested through a humanist emotional approach including friendliness, empathy, and involvement in interfaith activities; and logos is constructed through argumentation grounded in Qur'anic verses and hadith delivered rationally and contextually. These three rhetorical elements complement one another and prove effective in building and sustaining religious tolerance within a multireligious community.
Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran komunikasi da'i dalam membangun toleransi beragama di Kampung Toleransi Balonggede, Kota Bandung, sebuah permukiman padat penduduk yang memiliki tiga rumah ibadah dari agama berbeda—Masjid AsSalam, Gereja Kalam Kudus, dan Vihara Karuna Mukti—yang berdiri berdampingan sejak 98 tahun tanpa konflik berarti dan telah ditetapkan Pemerintah Kota Bandung sebagai Kampung Toleransi pada 9 Juli 2019. Penelitian bertujuan mengetahui ethos (kredibilitas), pathos (pendekatan emosional), dan logos (argumentasi logis) da'i dalam membangun toleransi tersebut dengan menggunakan Teori Retorika Aristoteles. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethos da'i terbangun melalui pengetahuan keagamaan yang mendalam, integritas dan keteladanan, serta kepercayaan masyarakat lintas agama. Pathos da'i diwujudkan melalui pendekatan emosional yang humanis berupa sikap ramah, empati, dan keterlibatan dalam kegiatan lintas agama. Logos da'i dibangun melalui argumentasi berbasis dalil AlQur'an dan hadis yang disampaikan secara rasional, kontekstual, dan komunikatif. Ketiga unsur retorika tersebut saling melengkapi dan terbukti efektif dalam membangun serta memelihara toleransi beragama di tengah masyarakat multireligius.
References
Fuhat, S., & Wahab, J. A. (2024). Rhetoric on Trial: An Aristotelian Insight into Najib Razak’s Corruption Case. GEMA Online Journal of Language Studies, 24(3), 73. https://ejournal.ukm.my/gema/issue/view/1733
Hasanah, U. (2020). Kualifikasi da’i: Komparasi konseptual retorika dakwah dan retorika Aristoteles. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 256–275. https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.2.256-275
Hasanah, U., & Tawang, N. A. (2022). Da’wah policy controversy: A case study of discourse on standardization and certification of Da’i in Indonesia’. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 16(1), 135–154. https://doi.org/10.15575/idajhs.v16i1.16531
Hermawati, R., Paskarina, C., & Runiawati, N. (2017). Toleransi antar umat beragama di Kota Bandung. Umbara, 1(2). https://doi.org/10.24198/umbara.v1i2.10341
Jena, Y. (2019). Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia dari Perspektif Etika Kepedulian. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 12(2), 183–195. https://doi.org/10.12962/j24433527.v12i2.5941
Malau, T. W. (2024). Dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama dalam penyelesaian konflik dan implementasinya untuk memperkuat toleransi. Jurnal Magistra, 2(1), 1–18.
MUSLIMAH, S. R. (n.d.). RETORIKA DAKWAH DR. ZAKIR NAIK DALAM MENDA’WAHKAN ISLAM KEPADA KAUM NASHRANI.
Pramudita, D. V, Hutapea, A. E. M., & Irwansyah, I. (2025). A Systematic Literature Review: Ethos, Pathos, Logos dalam Komunikasi Publik Pidato. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 8 (2), 183–201.
Rokhman, S., & Muslimah, M. (2021). Retorika Dakwah Dr. Zakir Naik Dalam Menda’Wahkan Islam Kepada Kaum Nashrani. Jurnal Da’wah: Risalah Merintis, Da’wah Melanjutkan, 4(01), 1–18. https://doi.org/10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v4i01.91
Subchi, I., Zulkifli, Z., Latifa, R., & Sa’diyah, S. (2022). Religious moderation in indonesian muslims. Religions, 13(5), 451.
Zulkarnaini, S. (2024). Teknik retorika dalam penggunaan pathos, logos, ethos dalam video pidato Joko Widodo di YouTube. JBI: Jurnal Bahasa Indonesia, 2(2), 74–81.