Persepsi Jamaah Masjid Al-Lathiif tentang Pengalaman Pelaksanaan Program Kajian Siniar Afterwork
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.25160Keywords:
Persepsi Jamaah, Kajian Siniar Afterwork, Dakwah Bil HalAbstract
Abstract. This study identifies and describes how the congregation (jamaah) of Al-Lathiif Mosque, Bandung, perceives the implementation of the Kajian Siniar Afterwork, a da'wah program held every Monday evening for young people and urban workers. The problem is focused on how sensation, attention, and interpretation are formed among the congregation during their participation. A qualitative approach with a descriptive-evaluative method was used. Data were collected through observation, interviews with six informants, and documentation, then analyzed with the Miles and Huberman interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing, guided by Deddy Mulyana's perception theory. The results show that the congregation's sensation was formed through sensory stimuli in the form of sound, venue conditions, and physical comfort that were generally received positively, despite occasional audio disturbances. Attention was shaped by the suitability of facilities, delivery technique, material content, presenter style, and committee management with the congregation's needs, in line with the da'wah bil hikmah and mau'izah hasanah principles. Interpretation was positive and personal, viewing the program as a form of da'wah service that brings Islamic values closer to everyday urban life, although technical improvement is still needed.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan persepsi jamaah Masjid Al-Lathiif Kota Bandung terhadap pelaksanaan program kajian siniar Afterwork, sebuah program dakwah yang diadakan setiap Senin malam bagi kalangan muda dan pekerja perkotaan. Masalah penelitian difokuskan pada pembentukan sensasi, atensi, dan interpretasi jamaah selama mengikuti program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-evaluatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap enam informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan mengacu pada teori persepsi Deddy Mulyana. Hasil penelitian menunjukkan sensasi jamaah terbentuk melalui rangsangan indrawi berupa suara, kondisi tempat, dan kenyamanan fisik yang diterima positif meski disertai gangguan teknis pada sistem audio. Atensi jamaah terbentuk dari kesesuaian fasilitas, teknis penyampaian, isi materi, gaya pemateri, dan pengelolaan kepanitiaan dengan kebutuhan jamaah, sejalan dengan prinsip dakwah bil hikmah dan mau'izah hasanah. Interpretasi jamaah bersifat positif dan personal, memaknai program sebagai pelayanan dakwah yang mendekatkan nilai keislaman dengan kehidupan sehari-hari, meski perbaikan teknis masih diperlukan.
References
Darodjat, & Wahyudhiana. (2014). Memfungsikan Masjid sebagai Pusat Pendidikan untuk Membentuk Peradaban Islam. Islamadina, 13(2), 8–9. https://media.neliti.com/media/publications/135651-ID-none.pdf
Husna, N. (2021). METODE DAKWAH ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL- QUR ’ AN. 1(1), 97–105.
Islam, D., Lokal, B., Menyebarkan, S., & Islam, A. (2023). Journal of Da ’ wah. 2, 65–82.
Islam, S. A. (2023). Persepsi Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam terhadap Program Dakwah Shihab & Shihab. 06(01), 1–17.
Kepenghuluan, D. I., & Punak, B. (2021). Persepsi masyarakat terhadap kegiatan dakwah majelis taklim al-barkah di kepenghuluan bagan punak meranti. 3(1), 99–119.
Khikmawati, N. (2020). Melihat Fungsi Masjid sebagai Ruang Religi, Edukasi dan Kultural. IMEJ: Islamic Management and Empowerment Journal, 2(2), 207. https://e-journal.iainsalatiga.ac.id/index.php/imej/article/download/5283/1759
Mudik, D. I. K. (2023). Persepsi masyarakat terhadap humor dalam ceramah juru dakwah di kumun mudik. 3(1), 29–50.
Mulyana, D. (2015). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar (Cetakan ke-19, Vol. 1). PT Remaja Rosdakarya.
Rakhmat, J. (2018). Psikologi Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.
Yusuf, A. M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan (Cetakan ke-4). Kencana.