Strategi Dakwah Digital pada Program Tadabur Ayat Cinta-Nya di Chanel Youtube TV Harmoni
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.25101Keywords:
Dakwah Digital, Strategi Dakwah, YouTube, TV Harmoni, Tadabur Ayat CintanyaAbstract
Abstract. The development of digital technology has transformed the patterns of Islamic propagation (da'wah) communication in Indonesia, notably through the utilization of YouTube as a "virtual mosque" that reaches cross-generational audiences. This study aims to analyze the digital da'wah strategies implemented in the program "Tadabur Ayat Cintanya" on the TV Harmoni YouTube channel, employing the theoretical framework of sentimental (al-manhaj al-atifi), rational (al-manhaj al-aqli), and sensory (al-manhaj al-hissi) strategies. This study utilized a descriptive qualitative method, gathering data through in-depth interviews, content observation, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that the sentimental strategy is manifested through humanistic, persuasive, and empathetic narratives tailored to adapt to the communication styles of Millennials and Generation Z. The rational strategy is executed through systematic, clause-by-clause Quranic analysis, research on contemporary social issues, and the reinforcement of the tabayyun (fact-checking) culture to maintain scholarly accountability. Meanwhile, the sensory strategy is managed by optimizing audio-visual production, utilizing green screen studios, inserting relevant supporting footage, and employing interactive devices. These three strategies operate in an integrated and complementary manner. This study concludes that the success of digital da'wah relies not only on the depth of religious messages but also on managerial communication practices that simultaneously engage the emotional, rational, and sensory dimensions of the audience.
Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dakwah di Indonesia, salah satunya melalui pemanfaatan YouTube sebagai “masjid virtual” yang menjangkau audiens lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah digital pada program “Tadabur Ayat Cintanya” di kanal YouTube TV Harmoni menggunakan kerangka strategi dakwah sentimental (al-manhaj al-atifi), rasional (al-manhaj al-aqli), dan indrawi (al-manhaj al-hissi). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi konten, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sentimental diwujudkan melalui narasi yang humanis, persuasif, dan penuh empati, serta dipadukan dengan gaya komunikasi yang adaptif bagi Generasi Milenial dan Generasi Z. Strategi rasional diterapkan melalui pembedahan ayat secara sistematis per-makna, riset isu-isu sosial kontemporer, serta penguatan budaya tabayun untuk menjaga akuntabilitas keilmuan. Sementara itu, strategi indrawi dikelola melalui optimalisasi produksi audio-visual, penggunaan studio green screen, sisipan footage pendukung, hingga pemanfaatan perangkat interaktif. Ketiga strategi ini berjalan secara terintegrasi dan saling melengkapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah digital tidak hanya bergantung pada kedalaman pesan keagamaan, melainkan juga pada pengelolaan manajerial komunikasi yang menyentuh dimensi emosional, rasional, dan sensorik audiens secara simultan.
References
Al-Faruqi. (2024). Metodologi Pembedahan Ayat Al-Qur'an Kontemporer dalam Media Digital. Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis, 12(1), 45-58.
Anshori. (2022). Pendekatan Humanis dan Empatis dalam Dakwah Komunikatif. Jurnal Komunikasi Islam, 8(2), 112-125.
Anwar. (2021). Tafsir Tematik QS. An-Nahl Ayat 125 dalam Perspektif Komunikasi Modern. Yogyakarta: LKiS.
Arifin. (2022). Tantangan dan Peluang Dakwah Digital di Era Transformasi Teknologi. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 16(1), 33-47.
Azhar. (2023). Menjaga Kedalaman Keilmuan Konten Keagamaan di Media Sosial. Jurnal Manajemen Dakwah, 9(2), 89-102.
Azhari. (2024). Transformasi Platform Media Sosial Menjadi Ruang Publik Spiritual Virtual. Jurnal Riset Media Keagamaan, 5(1), 15-29.
Budiman. (2022). Dinamika Perubahan Pola Komunikasi Keagamaan Generasi Z. Jurnal Sosiologi Agama, 10(2), 201-215.
Fahmi. (2024). Adaptasi Komunikasi Lintas Generasi dalam Penyiaran Agama Digital. Jurnal Penyiaran Islam, 11(1), 55-70.
Fauzi. (2023). Pendekatan Teologis-Rasional dan Emosional dalam Konten Keagamaan Digital. Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 7(1), 77-91.
Gunawan. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Hakim. (2023). Integrasi Media Digital dan Strategi Komunikasi Penyiaran Islam. Jurnal Studi Media, 14(2), 134-148.
Hamzah. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hasanah. (2022). Pengaruh Estetika Audio-Visual Terhadap Minat Menonton Konten Keagamaan di YouTube. Jurnal Komunikasi Visual, 6(1), 40-52.
Hidayat. (2025). YouTube sebagai Masjid Virtual: Studi Keberagaman di Era Digital. Jurnal Antropologi Agama, 13(1), 22-36.
Hidayatullah. (2024). Analisis Wacana Narasi Rasional Konten Keagamaan di Media Baru. Jurnal Analisis Sosial Religious, 9(1), 101-115.
Irawan. (2023). Etika Berkomunikasi dan Budaya Tabayun dalam Ruang Siber. Jurnal Literasi Digital, 4(2), 65-78.
Iskandar. (2022). Analisis Data Kualitatif: Model Interaktif Miles dan Huberman. Jakarta: Rajawali Pers.
Kemenkominfo. (2026). Laporan Tahunan Literasi Digital dan Etika Berkomunikasi Siber Indonesia. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Khairuddin. (2025). Mengatasi Saturation dan Competition Konten Dakwah di Platform Video Pendek. Jurnal Studi Komunikasi Digital, 3(1), 12-25.
Mahfud. (2022). Orkestasi Dakwah Multidimensional di Era Konvergensi Media. Jurnal Manajemen dan Komunikasi Islam, 8(1), 50-64.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Mulyana. (2021). Metodologi Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munawwir. (2022). Konsep Mawaddah wa Rahmah dalam Perspektif Komunikasi Al-Qur'an. Surabaya: Bina Ilmu.
Munir, M. (2022). Manajemen Dakwah. Jakarta: Kencana.
Muthohar. (2023). Resiko Adaptasi Strategi Komunikasi Keagamaan di Era Disrupsi. Jurnal Dakwah Modern, 7(2), 110-123.
Nasrullah. (2024). Pola Interaksi Audiens dan Strategi Komunikasi Media Sosial. Jurnal Riset Komunikasi, 12(1), 88-102.
Nurdin. (2023). Implemetasi Mau'idhah Hasanah dalam Dakwah Kontemporer. Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, 9(1), 34-48.
Pratama. (2023). Digitalisasi Televisi Swasta Islam dalam Menggaet Audiens Millennial. Jurnal Penyiaran Digital, 5(2), 142-155.
Rahman. (2022). Transformasi Industri Penyiaran Keagamaan Berbasis Internet. Jurnal Teknologi Komunikasi, 10(1), 77-90.
Rasyid. (2021). Teladan Komunikasi Rasulullah SAW Kepada Berbagai Karakter Mad'u. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 15(2), 119-132.
Rasyid. (2024). Evaluasi Dampak dan Manajemen Produksi Konten Dakwah YouTube. Jurnal Manajemen Media, 6(1), 29-43.
Setyawan. (2024). Perilaku Konsumsi Media Digital Generasi Muda terhadap Konten Agama. Jurnal Sosiologi Komunikasi, 11(2), 180-194.
Subagyo. (2022). Peran Retensi Audio-Visual dalam Mencegah Boredom pada Media Streaming. Jurnal Psikologi Komunikasi, 7(1), 53-67.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulaiman. (2025). Kerangka Integratif Strategi Dakwah Sentimental, Rasional, dan Indrawi. Jurnal Teologi dan Komunikasi Islam, 14(1), 1-16.
Suparta. (2023). Sinergi Kolaborasi Tokoh Agama Lintas Generasi. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 8(2), 95-108.
Wahyu Ilaihi. (2021). Komunikasi Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyuni. (2022). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Depok: Rajawali Pers.
Yusuf. (2024). Teknik Pyramid and Pointing System dalam Penyampaian Pesan Kitab Suci. Jurnal Metodologi Tafsir, 10(1), 60-74.