Pengalaman Spiritual Jamaah dalam Mengikuti Kajian Ustadz Handy Bonny: Studi Fenomenologi di Masjid Agung Trans Studio Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.24925Keywords:
Pengalaman Spiritual, Fenomenolog, Ustadz Handy Bonny, Masyarakat UrbanAbstract
Abstract. This qualitative study, with a phenomenology approach aims to describe the experiences of congregants, to analyze their interpretation of da’wah messages, and to explore the spiritual experiences and self-transformation process of youth after regularyly attending to Ustadz Handy Bonny the Islamic lectures at the Great Mosque Trans Studio Bandung. The research method employed is qualitative with Alfred Schutz phenomenology approach. The data were gathered through semi-structured in-depth interviews and non-participant observations involving informants aged 18-25 years. The results indicate that the congregants past motives (because motive) for attending the lectures are driven by inner anxiety, the monotony of urban routines, and concerns over negative peer environments. Meanwhile, their future motives are to apply religious values in daily life and to maintain spiritual the consistency. These lectures successfully serve as the safe space that triggers consciousness transformation, allowed congregants to reframe life’s challenges no longer as exhausting burdens, but as divine tests if Allah’s love to elevate their spiritual state amidst individualistic urban dynamics.
Abstrak. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman jamaah, menganalisis pemaknaan pesan dakwah, serta mengeksplorasi pengalaman spiritual dan proses perubahan diri pemuda setelah mengikuti kaji Ustadz Handy Bonny secara rutin di Masjid Agung Trans Studio Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi non-partisipan terhadap informan berusia 18-25 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif masalalu (because motive) jamaah menghadiri kajian didorong oleh kegelisahan batin, kejenuhan rutinitas kota, dan kekhawatatiran terhadap pergaulan negatif. Mengaplikasikan nilai keagamaan dalam keseharian serta menjaga konsistensi beribadah. Kajian ini berhasil menjadi ruang aman yang memicu transformasi kesadaran, di mana jamaah memaknai setiap persoalan hidup bukan lagi sebagai beban melainkan sebagai ujian kasih sayang Allah untuk meningkatkan derajat spiritual di tengah dinamika masyarakat urban yang individualis.
References
Hanum, S. Z., & Baidawi. (2024). Transformasi Dakwah Komunitas Muslimah. Pawarta: Journal of Communication and Da’wah, 3(1), 41–54. https://doi.org/10.54090/pawarta.835
INTERNALISASI NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI PEMBAGIAN KEMBANG TELUR PADA ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI DESA KALIBARU MANIS KECAMATAN KALIBARU BANYUWANGI SKRIPSI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS DAKWAH DESEMBER 2023. (n.d.).
ISKANDAR. (n.d.).
Miftachul Aula, & Sutamaji. (2025). Gaya Komunikasi Dakwah Ustadz Handy Bonny dalam Membina Spirit Hijrah Anak Muda. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 6(1), 177–188. https://doi.org/10.53429/j-kis.v6i1.1637
Nesia Mu’asyara, Merhan Merhan, Ria Ulfa, M. Fikri Arfandi, Ajeng Yurike, M. Okan Fattah, Imas Imas, Vindy Agela C.A, & Tarisa Dewi Anggina. (2024). Transformasi Identitas Religius dan Spiritualitas dalam Era Sekularisasi: Perspektif Sosiologi Agama. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(4), 254–265. https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1678
Rudy Rustandi, L., Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl Laksda Adisucipto, U., Sleman, K., & Istimewa Yogyakarta, D. (2020). Disrupsi Nilai Keagamaan dan Komodifikasi Agama di Era Digital. SANGKÉP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 3(1), 23–34. https://doi.org/10.20414/sangkep.v2i2
Setia, P., & Dilawati, R. (2021). Tren Baru Islam melalui Gerakan Hijrah: Studi Kasus Shift Pemuda Hijrah. Khazanah Theologia, 3(3), 131–146. https://doi.org/10.15575/kt.v3i3.12708
Siti Fatimah. (n.d.).
Skripsi Bab I M. Aldiansyah Ridwan Utama. (n.d.).