Retorika Dakwah Digital Husain Basyaiban pada Konten TikTok Berbasis Game Roblox
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.24703Keywords:
Retorika Aristoteles, Dakwah Digital, TikTok, Roblox, Ethos-Pathos-LogosAbstract
Abstract. Social media platforms increasingly serve as new spaces for Islamic da'wah, particularly among younger audiences who engage more with virtual environments than conventional preaching settings. Ustadz Husain Basyaiban, known by his TikTok alias Kadam Sidik, delivers religious instruction through livestreamed sessions inside the online game Roblox; these livestreams are recorded and re-uploaded by viewers as short clips on TikTok. This raises an important question: how does da'wah remain persuasive when packaged within an entertainment-oriented digital format? This study analyzes three TikTok videos derived from Basyaiban's Roblox sessions using Aristotle's classical rhetorical framework of ethos, pathos, and logos, applying a descriptive-analytical qualitative method with documentation as the primary data-collection technique. The findings show that ethos is constructed not through physical appearance but through fluent recitation of religious texts, prompt spontaneous responses, and self-identification as a fellow player. Pathos operates bidirectionally: the speaker initiates emotional engagement through humor in one video, while audiences themselves initiate emotional disclosure in the other two, reinforced by real-time interactive features. Logos progresses from simple normative arguments toward complex epistemic reasoning that equips audiences with independent frameworks for religious judgment. These three elements interact to form a distinctive style of da'wah, casual in tone yet substantively profound.
Abstrak. Media sosial kini menjadi ruang baru bagi praktik dakwah Islam, terutama bagi audiens muda yang lebih akrab dengan ruang virtual dibandingkan majelis konvensional. Ustadz Husain Basyaiban, dikenal dengan nama panggung Kadam Sidik, menyampaikan kajian keislaman melalui siaran langsung di dalam permainan daring Roblox, yang direkam dan diunggah ulang penonton menjadi potongan video pendek di TikTok. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: bagaimana pesan dakwah tetap persuasif ketika dikemas dalam format yang identik dengan hiburan digital? Penelitian ini menganalisis tiga video TikTok hasil rekaman kajian Roblox tersebut menggunakan kerangka retorika klasik Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos, dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis serta teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan ethos dibangun bukan melalui penampilan fisik, melainkan melalui kefasihan melafalkan dalil, ketepatan merespons pertanyaan secara spontan, serta identifikasi diri sebagai sesama pemain. Pathos terbentuk secara timbal balik: pada satu video pembicara membangun suasana emosional melalui humor, sedangkan pada dua video lainnya audiens sendiri yang membuka diri secara emosional lebih dulu, diperkuat fitur interaksi langsung. Logos berkembang dari argumen normatif sederhana menuju penalaran epistemik lebih kompleks, yang membekali audiens dengan kerangka berpikir mandiri dalam menentukan hukum bagi dirinya sendiri. Ketiga unsur retorika saling menopang membentuk gaya dakwah santai namun tetap mendalam.
References
Fadhila, N., & Abdilah, M. F. (2025). Retorika dakwah TikTok dalam meningkatkan efektivitas public speaking: Pendekatan, teknik dan tantangan. Mauriduna: Journal of Islamic Studies, 6(1), 476–484. https://doi.org/10.37274/mauriduna.v6i1.1385
Fauziah, M. M. A., Hindun, Falasifa, & Syifa, H. M. (2024). Analisis retorika dakwah Ustadz Hanan Attaki dalam video YouTube “Kalo Lagi Mentok, Harus Gimana?”: Kajian retorika Aristoteles. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(5), 1896–1906. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i5.4151
Ibad, M. N. (2025). Strategi literasi dakwah digital di era media sosial TikTok: Tantangan dan peluang. Pelita: Jurnal Studi Islam Mahasiswa UII Dalwa, 2(2), 145–156. https://doi.org/10.38073/pelita.v2i2.2189
Nafiah, T. M., Ihkamuddin, H., & Zuhriyah, L. F. (2023). Platform Tik Tok Sebagai Media Dakwah Di Kalangan Remaja Milenial (Studi Analisis Konten Dakwah Akun @Bayasman00 Milik Husain Basyaiban). Hikmah, 16(2), 179–198. https://doi.org/10.24952/hik.v16i2.6609
Pramudita, D. V, Hutapea, A. E. M., & Irwansyah. (2025). A systematic literature review: Ethos, pathos, logos dalam komunikasi publik pidato. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 8(2), 209–227. https://doi.org/10.31539/kaganga.v8i2.13849
Royani, M. I., & Rizal, M. A. S. (2024). Strategi retorika dakwah Gus Iqdam untuk menarik minat Generasi Z. Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 5(2), 211–225. https://ejournal.iaiskjmalang.ac.id/index.php/ittishol/article/download/2369/660/5305
Sabila, A. T., & Mutrofin. (2023). Urgensi peningkatan kualitas literasi keislaman melalui digitalisasi (Studi pada followers TikTok da’i muda Husain Basyaiban). Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 8(1), 47–58. https://doi.org/10.29240/jdk.v8i1.7335
Safitri, N., & Efendi, E. (2024). Analisis strategi retorika dakwah Fuadh Naim terhadap penggemar Hallyu pada saluran YouTube “Fuadh Naim Official.” Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 10(3), 539–548. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i3.1850
Syaf, M. L., & Ibrahim, M. (2023). Retorika dakwah K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim dalam channel YouTube NU Online. Al-Hikmah: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 14(1), 22–36. https://doi.org/10.32505/hikmah.v14i1.6133
Uyun, U. (2023). Retorika Dakwah Husain Basyaiban dalam Pemanfaatan Media Sosial TikTok. Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(2), 125–143. https://doi.org/10.51339/ittishol.v4i2.993
Zahra, F., & Pratiwi, R. A. (2024). Dinamika Dakwah pada Inovasi Teknologi Digital di Indonesia. Hikmah: Jurnal Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, 18(2), 353–368. https://doi.org/10.24952/hik.v18i2.12452