Komunikasi Interpersonal Kyai dan Santri dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan di Pondok Pesantren Al Barkah Rancakeyeup Tanggeung Cianjur
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.24585Keywords:
Komunikasi Interpersonal, Kyai dan Santri, Pondok Pesantren, Pemahaman KeagamaanAbstract
Abstract. This article examines interpersonal communication between the kyai (Islamic teacher) and santri (students) at Pondok Pesantren Al-Barkah, Rancakeuyeup, Tanggeung, Cianjur, prompted by uneven comprehension among students, their reluctance to ask questions, and the hierarchical distance that can limit religious understanding. Using a qualitative descriptive approach, data were gathered through observation, in-depth interviews with the kyai and three santri, and documentation, then analyzed with Joseph A. DeVito's five indicators of interpersonal communication: openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. The findings show that the kyai consistently applies all five indicators, for instance by removing bureaucratic barriers to dialogue, correcting mistakes gently, giving continuous motivation, and treating every santri equally regardless of socio-economic background, while santri openness still varies due to feelings of reluctance (sungkan) toward senior religious authority. Interpersonal communication is thus shown to play a fairly significant role in improving santri's religious understanding, appreciation, and practice, although obstacles remain in the form of differences in administrative status and limited interaction time. This study suggests that pesantren management strengthen more equitable communication channels between kyai and santri across all levels of seniority.
Abstrak. Artikel ini mengkaji komunikasi interpersonal antara kyai dan santri di Pondok Pesantren Al-Barkah, Rancakeuyeup, Tanggeung, Cianjur, yang dilatari oleh perbedaan pemahaman antarsantri, keengganan santri untuk bertanya, serta jarak hierarkis yang berpotensi membatasi pemahaman keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kyai dan tiga orang santri, serta dokumentasi kegiatan pesantren, kemudian dianalisis menggunakan lima indikator komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai menerapkan kelima indikator tersebut secara konsisten, misalnya dengan memangkas birokrasi komunikasi, meluruskan kesalahan santri dengan bahasa yang halus, memberikan motivasi berkelanjutan, serta memperlakukan seluruh santri secara setara tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi, sementara keterbukaan santri masih bervariasi karena rasa sungkan terhadap otoritas keagamaan senior. Dengan demikian, komunikasi interpersonal terbukti berperan cukup berarti dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan penerapan ajaran keagamaan santri, meskipun masih ditemukan hambatan berupa perbedaan status kepengurusan dan keterbatasan waktu interaksi. Penelitian ini menyarankan agar pengelola pesantren memperkuat mekanisme komunikasi yang lebih merata antara kyai dan santri di seluruh tingkatan.
References
DeVito., J. A. (2016). The Interpersonal Communication Book.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren : studi tentang pandangan hidup Kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia / oleh Zamakhsyari Dhofier. LP3ES.
Effendy, O. U. (2017). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya.
Hefni, H. (2015). Komunikasi Islam. Kencana.
Imam Sibaweh, A. H. (2022). Metode Komunikasi Interpersonal: Studi Kasus Pembinaan Akhlak di Pondok Pesantren Asy-Syuhada Babakan Ciwaringin Cirebon. Lantera: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam.
Liliweri, A. (2015). Komunikasi Antarpribadi. Kencana.
Maskur, M. A. M. (2021). Komunikasi Interpersonal Antara Guru dan Murid di Pondok Pesantren Mukhtar Syafa’at Blokagung Tegalsari Banyuwang. Jurnal Darissulaimaniyah.
Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren: suatu kajian tentang unsur dan nilai sistem pendidikan pesantren.
Mulyana, D. (2015). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Remaja Rosdakarya.
Nata, A. (2016). Ilmu Pendidikan Islam. Kencana.
Nurislamiah, M. (2022). KOMUNIKASI INTERPERSONAL KIYAI DALAM MENINGKATKAN SIKAP RELIGIUSITAS SANTRI MELALUI TRADISI SOWAN. Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam.
Qomar, M. (2005). Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Erlangga.
Rakhmat, J. (2018). Psikologi Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Utami, N. W. (2018). Komunikasi Interpersonal Kyai dan Santri dalam Pesantren Modern di Tasikmalaya Sebuah Pendekatan Interactional View. Jurnal Komunikasi, 12(April).