Konsep Kebajikan dalam Buku Filosofi Teras: Perspektif Dakwah
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.24507Keywords:
Stoisisme, Kebajikan, Dakwah Islam, Filosofi Teras, AkhlakAbstract
Abstract. Modern life presents individuals with various psychological and moral challenges, including emotional pressure, uncertainty, and difficulties in managing personal responses. These conditions have increased interest in philosophical perspectives that offer practical guidance for developing resilience and self-control. One such perspective is Stoicism, which has gained wider attention through popular literature, including Henry Manampiring’s Filosofi Teras. The book introduces Stoic principles through everyday issues and emphasizes rational thinking, emotional regulation, acceptance of circumstances beyond human control, and character development. Several of these values are similar to Islamic moral teachings, particularly patience, self-control, justice, responsibility, and moral awareness. Nevertheless, these similarities do not indicate an identical theological foundation. Therefore, Stoic values need to be examined critically within the framework of Islamic principles. Previous studies have discussed Stoicism and Filosofi Teras in relation to ethics, mental health, character development, and Islamic values. However, limited attention has been given to examining the book specifically from the perspective of Islamic dakwah. This study therefore analyzes virtue in Filosofi Teras and examines its relevance to Islamic preaching. This qualitative study employs library research and content analysis. The primary source is Filosofi Teras, supported by literature on Stoicism, Islamic ethics, dakwah, Qur’anic interpretation, and Hadith. The study aims to identify Stoic virtues and critically examine their relevance as material for reflective Islamic preaching while maintaining Islam's theological foundations.
Abstrak. Kehidupan modern menghadirkan berbagai tantangan psikologis dan moral yang mendorong manusia untuk mencari nilai yang dapat membantu menghadapi tekanan kehidupan secara lebih bijaksana. Salah satu pemikiran yang memperoleh perhatian melalui literasi populer adalah Stoisisme, termasuk melalui buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Buku tersebut memperkenalkan prinsip Stoik mengenai pengendalian diri, pengelolaan emosi, penggunaan rasio, dan pembentukan karakter dalam menghadapi berbagai keadaan. Sejumlah nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai moral dalam Islam, meskipun keduanya memiliki landasan teologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kebajikan dalam Filosofi Teras serta mengkaji relevansinya dengan nilai-nilai Islam dalam perspektif dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan metode analisis isi. Sumber primer penelitian adalah buku Filosofi Teras, sedangkan sumber pendukung meliputi literatur Stoisisme, dakwah Islam, etika Islam, tafsir Al-Qur’an, dan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebajikan Stoik mencakup kebijaksanaan, keberanian, keadilan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut memiliki titik temu dengan ajaran Islam dalam aspek pembinaan akhlak dan pengembangan karakter. Dengan demikian, nilai kebajikan dalam Filosofi Teras memiliki potensi untuk dikaji sebagai bahan dakwah reflektif dengan tetap menempatkan prinsip tauhid dan akhlak Islam sebagai landasan utama.
References
Aljamaliah, S. N. M., Syihabuddin, S., & Darmadi, D. M. (2025). Pengaruh Prinsip Stoikisme Pengaruh Prinsip Stoikisme terhadap Emotional Maturity Mahasiswa Baru Kampus UPI Cibiru. Naturalistic: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 9(2), 655–664. https://doi.org/10.35568/naturalistic.v9i2.5714
Ames, R. L. (2016). The Technology of Happiness: Philosophy, the Body, and Ghaz?l?’s K?m?y?-yi sa??dat. Comparative Islamic Studies, 9(2), 121–139. https://doi.org/10.1558/cis.v9i2.27043
Ilmi, M. I. Z., & Subakti, G. E. (2023). Islam dan Filsafat Stoisisme: Kajian Buku Filosofi Teras Karya Henry Manampiring. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 18(1). https://doi.org/10.31603/cakrawala.8399
Manampiring, H. (2019). Filosofi Teras. Kompas.
Mardani, F. A., & Pandor, P. (2025). Penerapan Stoisisme Massimo Pigliucci bagi Kaum Muda di Era Modern. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(2), 316–321. https://doi.org/10.23887/jfi.v8i2.88090
Munir, M. (2006). Ilmu Dakwah. Kencana.
Omar, M. N., Long, A. S., Mahmood, A. R., & Rahman, Z. A. B. (2021). Islamic notion of happiness (Al-Sa’ada): An analysis of Miskawayh’s thought. International Journal of Islamic Thought, 19(1), 49–57. https://doi.org/10.24035/IJIT.19.2021.195
Smoła, P., Młoźniak, I., Wojcieszko, M., Zwierczyk, U., Kobryn, M., Rzepecka, E., & Duplaga, M. (2025). Attitudes toward artificial intelligence and robots in healthcare in the general population: a qualitative study. Frontiers in Digital Health, 7(January), 1–15. https://doi.org/10.3389/fdgth.2025.1458685
VALLE, P. R. D., & FERREIRA, J. D. L. (2025). Content Analysis in the Perspective of Bardin: Contributions and Limitations for Qualitative Research in Education. Educação Em Revista, 41, 1–21. https://doi.org/10.1590/0102-469849377-t
Zartman, J. (2018). Using historical islamic sources to promote ethical character. Journal of Islamic Thought and Civilization, 8(2), 1–17. https://doi.org/10.32350/jitc.82.01