Efektivitas Komunikasi Tabayyun dalam Menangani Miskomunikasi di Lingkungan Pengurus Pasuma Unisba
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.24405Keywords:
Tabayyun, Efektivitas Komunikasi, Komunikasi OrganisasiAbstract
Abstract. This study was motivated by the occurrence of miscommunication within the Student Choir Organization (Pasuma) of Universitas Islam Bandung, which affected coordination and relationships among members. This study aims to describe the organizational communication process, the implementation of tabayyun communication, and its effectiveness in addressing miscommunication based on Richard M. Steers' organizational effectiveness indicators. This research employed a qualitative approach using a descriptive method and a constructivist paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the Top Management, administrators, and members of Pasuma Unisba. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while source triangulation was applied to ensure data validity. The findings indicate that organizational communication is fairly active but still encounters obstacles in information delivery, coordination, and differences in interpretation. The implementation of tabayyun communication through clarification, verification, dialogue, deliberation, and evaluation effectively reduced miscommunication while improving openness, coordination, and mutual trust among members.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya miskomunikasi di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (Pasuma) Universitas Islam Bandung yang memengaruhi koordinasi dan hubungan antaranggota. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses komunikasi organisasi, penerapan komunikasi tabayyun, serta efektivitasnya dalam menangani miskomunikasi berdasarkan indikator efektivitas organisasi Richard M. Steers. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Top Management, pengurus, dan anggota Pasuma Unisba, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berlangsung cukup aktif, namun masih menghadapi kendala penyampaian informasi, koordinasi, dan perbedaan penafsiran. Penerapan komunikasi tabayyun melalui klarifikasi, verifikasi, dialog, musyawarah, dan evaluasi terbukti efektif mengurangi miskomunikasi serta meningkatkan keterbukaan, koordinasi, dan kepercayaan antaranggota.
References
DeVito, J. A. (2019). The Interpersonal Communication Book (15th ed.). Pearson.
Effendy, O. U. (2017). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. PT Remaja Rosdakarya.
Gozali, A., Khuza'i, R., & Natsir, M. A. (2023). Strategi komunikasi dakwah Komisi Penyiaran Indonesia Pusat terhadap pengawasan infotainment RCTI di televisi. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 3(2), 74–84. https://doi.org/10.29313/bcsibc.v3i2.8538
Liliweri, A. (2017). Komunikasi Antarpersonal. Kencana.
Mahardika, Z. A., & Arif, M. F. (2024). Strategi tabayyun Divisi Pengelolaan Layanan Aduan dan Pengecekan Fakta Jabar Saber Hoaks. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 4(2), 97–108. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v4i2.5134
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Muhammad, A. (2017). Komunikasi Organisasi. Bumi Aksara.
Pace, R. W., & Faules, D. F. (2018). Komunikasi Organisasi: Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. PT Remaja Rosdakarya.
Purwanto, D. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.). Erlangga.
Rohijah, S. (2020). Tabayyun terhadap Berita Ditinjau dari Al-Qur'an dan Kode Etik Jurnalistik (Skripsi). IAIN Purwokerto.
Siregar, M. (2011). Tafsir tematik tentang seleksi informasi. Jurnal At-Tibyan, 11(1). https://doi.org/10.32505/at-tibyan.v2i1.257
Steers, R. M. (1985). Efektivitas Organisasi. Erlangga.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Wardhani, D., Handayani, F., & Fahrezi, M. S. (2022). Komunikasi organisasi internal kepada milenial untuk membentuk komitmen organisasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(2), 170–185. https://doi.org/10.31315/jik.v20i2.4995