Komunikasi Persuasif dalam Animasi YouTube @Tekotok sebagai Media Dakwah

Authors

  • Zaid Izzatul Islam Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Nia Kurniati Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Ahmad Mudakir Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i2.24005

Keywords:

Animasi, Komunikasi Persuasif, YouTube @Tekotok, Elaboration Likelihood Model

Abstract

Abstract. The transformation of da'wah in the digital age calls for a new communication approach that can reach audiences without triggering resistance. This study aims to analyze persuasive communication in the YouTube animation channel @Tekotok as a medium of da'wah in the digital age, with a specific focus on the miniseries “Cowok Bandel.” The method used is descriptive qualitative research through digital observation and documentation of six episodes and ten purposively sampled viewer comments, grounded in the Elaboration Likelihood Model (ELM) and the principle of Qaulan Baligha. The results show that the da'wah messages conveyed are categorized into messages of faith (aqidah) concerning the priority of tawhid, and messages of morality (akhlak) concerning the dangers of pornography, masturbation, and orgasm (PMO) addiction. Persuasive communication is applied sequentially: the peripheral route, through 2D animation, humor, and casual language, is used first to lower the audience's rational defenses, followed by the central route, through logical and theological argumentation, once emotional engagement has been established. Viewer comments confirm that both routes of processing successfully occurred, resulting in cognitive reflection and behavioral resolve among the audience. In conclusion, the synergy of these two routes makes @Tekotok an effective da'wah instrument that personally touches its audience without provoking resistance.

Abstrak. Transformasi dakwah di era digital menuntut pendekatan komunikasi baru yang mampu menjangkau audiens tanpa memicu resistensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif dalam animasi kanal YouTube @Tekotok sebagai media dakwah di era digital, dengan fokus spesifik pada miniseri “Cowok Bandel”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi digital dan dokumentasi terhadap enam episode serta sepuluh komentar penonton yang dipilih secara purposif, dengan berlandaskan pada teori Elaboration Likelihood Model (ELM) dan prinsip Qaulan Baligha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah yang disampaikan dikategorikan menjadi pesan aqidah mengenai prioritas ketauhidan, dan pesan akhlak mengenai bahaya kecanduan pornografi, masturbasi, dan orgasme (PMO). Komunikasi persuasif diterapkan secara berurutan: rute periferal berupa animasi 2D, humor, dan bahasa kasual digunakan lebih dahulu untuk meruntuhkan pertahanan rasional penonton, kemudian rute sentral berupa argumen logis dan teologis ditanamkan setelah afeksi penonton terbangun. Komentar penonton mengonfirmasi bahwa kedua rute pemrosesan tersebut berhasil menimbulkan refleksi kognitif dan resolusi perilaku pada audiens. Kesimpulannya, sinergi kedua rute ini menjadikan @Tekotok instrumen dakwah yang efektif menyentuh sanubari penonton secara personal tanpa memicu resistensi.

References

Afgarina, N. I. (2023). Representasi kritik sosial dalam animasi Tekotok edisi Maret–Agustus 2021. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Dakwah, 4(2), 114–125. https://doi.org/10.19105

Bari, A., & Dkk. (2025). Pemanfaatan YouTube Sebagai Media Dakwah Islam. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 19(2), 828–839. https://doi.org/10.35931

Cangara, H. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. RajaGrafindo Persada.

Effendy, O. U. (2008). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya.

Firdaus, M. I. B., & Inayatillah, F. (2025). Gaya Bahasa Sindiran dalam Teks Video Animasi Tekotok. Bapala: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 12(1), 211–219. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/65952

Halwa Sri Wulandari, & Malki Ahmad Nasir. (2024). Strategi Dakwah YouTube Darussurur Media dalam Meningkatkan Pemahaman Agama. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 47–52. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v4i1.3903

Afgarina, N. I. (2023). Representasi kritik sosial dalam animasi Tekotok edisi Maret–Agustus 2021. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Dakwah, 4(2), 114–125. https://doi.org/10.19105

Bari, A., & Dkk. (2025). Pemanfaatan YouTube Sebagai Media Dakwah Islam. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 19(2), 828–839. https://doi.org/10.35931

Cangara, H. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. RajaGrafindo Persada.

Effendy, O. U. (2008). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya.

Firdaus, M. I. B., & Inayatillah, F. (2025). Gaya Bahasa Sindiran dalam Teks Video Animasi Tekotok. Bapala: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 12(1), 211–219. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/65952

Hendri, E. (2019). Komunikasi Persuasif Pendekatan dan Strategi. Remaja Rosdakarya.

Hidayat, R., & Novita, S. (2026). Moderasi Beragama dan Tantangan Dakwah Islam di Era Digital: Rekontruksi dalam Multikultural Indonesia. Jurnal Dakwah Dan Sosial, 6(1), 67–76. https://doi.org/10.29313

Ilaihi, W. (2006). Manajemen Dakwah. Kencana.

Kasir, I. (1999). Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim. Dar Thaibah.

Kasir, I., & Awali, S. (2024). Peran Dakwah Digital dalam Menyebarkan Pesan Islam di Era Modern. Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta, 11(1), 59–68. https://doi.org/10.54621

Khairiah, I., & Prihatini, A. (2023). Kritik Sosial dalam Animasi Tekotok: Analisis Wacana Kritis Van Dijk. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 7(2), 328–348. https://doi.org/10.22219/satwika.v7i2.26549

Mafaza, A. K., & Dkk. (2025). Analisis Komunikasi Dakwah Melalui Animasi Di TikTok: Studi Kasus Pada Akun @Taarts_tok. As-Sulthan Journal of Education, 1(3), 1030–1038. https://ojssulthan.com/asje/article/view/187

Mulyana, D. (2010). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Remaja Rosdakarya.

Ridwan Sadili, & Komarudin Shaleh. (2022). Strategi Komunikasi Persuasif dalam Penghimpunan Dana Wakaf di Pondok Pesantren X. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 1(2), 133–137. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v1i2.576

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Uswatun Layina Maya, Nia Kurniati, & Asep Ahmad Sidiq. (2025). Analisis Konten Akun Youtube Kata Ustadz Dalam Memperkenalkan Jilbab. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 57–64. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v5i1.6670

Uyuni, B. (2023). Media Dakwah di Era Digital. CV Asofa. https://books.google.co.id/books?id=tB3lEAAAQBAJ&lpg=PP1&hl=id&pg=PP1#v=onepage&q&f=false

Downloads

Published

2026-07-29