Manajemen Dakwah Masjid Al-Ikhlas dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Jama'ah Pemuda Masjid
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i1.23340Keywords:
Manajemen Dakwah, Partisipasi Pemuda Masjid Al-Ikhlas, Manajemen MasjidAbstract
Abstract. This study aims to evaluate the implementation of da'wah management functions at Al-Ikhlas Mosque in terms of planning, organizing, implementation, evaluation, and identifying factors that support and hinder youth participation, with reference to Yunan Yusuf's theory. The research method used is descriptive qualitative through observation, interviews, and documentation. Informants include mosque administrators, community leaders, religious teachers, and youth representatives. Data was analyzed using the interactive model by Miles and Huberman. The research findings indicate that all four management functions have been implemented but are not yet optimal. Planning is done through consultation without analyzing the needs of the youth. Organization is dominated by senior administrators, with the role of youth limited to technical aspects of annual events. Routine implementation is consistent, but the formal and less interactive da'wah methods; youth attendance at religious study sessions remains very low. Evaluation is informal, undocumented, and lacks clear indicators. Supporting factors include committee commitment, adequate facilities, and congregational support. Challenges include poor communication, the absence of a youth forum, monotonous formats, and limited publicity. This study emphasizes the need to strengthen youth participation at all stages of management, diversify methods, and establish a youth forum as a model for strengthening youth-based da'wah.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan fungsi manajemen dakwah di Masjid Al-Ikhlas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat partisipasi pemuda, dengan acuan teori Yunan Yusuf. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi (Creswell, 2014).. Informan meliputi pengurus masjid, tokoh masyarakat, ustadz, dan perwakilan pemuda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan keempat fungsi manajemen telah dijalankan namun belum optimal. Perencanaan bersifat musyawarah tanpa analisis kebutuhan pemuda. Pengorganisasian didominasi pengurus senior, peran pemuda terbatas pada teknis acara tahunan. Pelaksanaan rutin berjalan konsisten, namun metode dakwah formal dan kurang interaktif; kehadiran pemuda pada pengajian masih sangat kurang. Evaluasi informal, tidak terdokumentasi, dan tanpa indikator jelas. Faktor pendukung meliputi komitmen pengurus, fasilitas memadai, dukungan jamaah. Hambatan meliputi kurangnya komunikasi, ketiadaan forum pemuda, format monoton, dan minim publikasi. Penelitian ini menegaskan perlunya ada penguatan partisipasi pemuda di seluruh tahap manajemen, diversifikasi metode, dan forum pemuda sebagai model penguatan dakwah berbasis generasi muda.
References
Andhiya, S., Shaleh, K., & Natsir, M. A. (n.d.). Penerapan Nilai-Nilai Dakwah dalam Pemasaran Produk Busana Muslimah Guna Meraih Keberkahan pada Brand Jamise Syar’i. Retrieved https://journals.sangkuriangpublisher.com/person
Astriani, K., Effendi, R., & Suhendi, H. (2018). Efektivitas Pengajian Sabtu dalam Pembinaan Keberagamaan Jamaah di Masjid Al-Ukhuwwah Kota Bandung. Jurnal Prosiding Komunikasi Penyiaran Islam, 4(2), 2016.
Abbas, S. (2000). Memperkuat kelembagaan masjid, madrasah dan koperasi. Yayasan Amal Saleh Akkajeng.
Bahri Ghazali, M. (1997). Dakwah komunikatif: Membangun kerangka dasar ilmu komunikasi dakwah. Pedoman Ilmu.
Chaerul Sopyan. (2024). Strategi Komunikasi Dakwah DKM Masjid Jami Nurul Falah dalam Meningkatkan Minat Ibadah Remaja. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 53–58. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v4i1.3910
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fahmi, N., Tajibu, K., & Muhammad, F. (2021). Dakwah dalam pembinaan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Imam Ashim Makassar. Jurnal Mercusuar, 2.
Fauzi. (2017). Urgensi dakwah terhadap remaja di era globalisasi. Jurnal Al-Munzir, 10.
Hidayatullah, A. (2020). Pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan partisipasi pemuda terhadap dakwah masjid. Al-Munzir: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 13(2).
Lestari, R. M. R., Shaleh, K., & Suhendi, H. (2021). Pola Manajemen Dakwah Mesjid Al Munawwaroh Sayati, Margahayu Kab. Bandung. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 1(1), 29–37. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v1i1.21
Muhammad Marsal. (2024). Peran Media WhatsApp Group Masjid Al-Ukhuwah dalam Penyebaran Dakwah Islam untuk Masyarakat Ciganitri. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 59–66. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v4i1.3929 Fahmi, N., Tajibu, K., & Muhammad, F. (2021). Dakwah dalam pembinaan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Imam Ashim Makassar. Jurnal Mercusuar, 2.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An Expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Nawawi, H. (2003). Manajemen sumber daya manusia untuk bisnis yang kompetitif. Gadjah Mada University Press.
Zubaidah, S. (2020). Dakwah digital dan tantangan zaman milenial. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 14(1).
Suryani, & Nasrullah. (2020). Transformasi dakwah di era digital: Peran media sosial dalam partisipasi keagamaan masyarakat. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2).
Zainuddin, T. (2008). Dakwah kultural: Pendekatan dakwah yang humanis dan kontekstual. Remaja Rosdakarya.
Zulkifli. (2020). Dakwah digital di era revolusi industri 4.0. Jurnal Komunikasi Islam, 10.