Konsep Ketenangan dalam Komunikasi Dakwah Perspektif Marcus Auralius dan Imam Ghazali
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v6i1.22728Keywords:
Komunikasi Dakwah, Stoikisme, Imam Al-GhazaliAbstract
Abstract. This study examines the concept of tranquinity in Islamic da’wah communication from the perspectives of the stoic school Marcus Aurelius’ Stoic philosophy and Imam Al-Ghazali’s spiritual thought. The research is motivated by the contemporary da’wah phenomenon, which is often characterized by emotional, reactive, and confrontational communication patterns that reduce the effectiveness of religious messages. This study employs the qualitative descriptive method using library research on Stoic and Islamic classical texts. The findings reveal that Stoicism emphasizes tranquinity through self-control, rational thinking, and the dichotomy of control between what can and cannot be governed by humans. Meanwhile, Al-Ghazali views tranquinity as the result of spiritual purification (tazkiyatun nafs), harmony between reason, heart, and desire, and closeness to God. The integration of both perspectives produces the da’wah communication model that is rational, empathetic, humane, and spiritually oriented. tranquinity plays a crucial role in fostering wise, persuasive, and ethical religious communication, making da’wah more effective and relevant in modern society.
Abstrak. Penelitian ini mengkaji konsep ketenangan dalam komunikasi dakwah melalui perspektif filosofi Stoikisme Marcus Aurelius dan pemikiran spiritual Imam Al-Ghazali. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena dakwah kontemporer yang kerap diwarnai oleh pola komunikasi emosional, reaktif, dan konfrontatif, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas penyampaian pesan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan terhadap karya-karya Stoikisme dan literatur klasik Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stoikisme menekankan ketenangan melalui pengendalian diri, rasionalitas, serta pemahaman dikotomi kendali antara hal yang dapat dan tidak dapat dikendalikan manusia. Sementara itu, Imam Al-Ghazali memaknai ketenangan sebagai hasil tazkiyatun nafs, keseimbangan akal, qalb, dan nafs, serta kedekatan spiritual dengan Allah. Integrasi kedua perspektif tersebut melahirkan model komunikasi dakwah yang rasional, empatik, humanis, dan berorientasi pada pembinaan spiritual. Ketenangan terbukti menjadi fondasi penting dalam membangun dakwah yang bijaksana, persuasif, dan relevan dengan tantangan masyarakat modern.
References
Alvi Fadlillah, & M. Sholeh, N. S. (2023). Pola Dakwah Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Nagreg dalam Peningkatan Kesadaran Shadaqah. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 23–28. https://doi.org/10.29313/jrkpi.vi.2068
Amtiran, A. A., & Kriswibowo, A. (2024). Kepemimpinan agama dan dialog antaragama: Strategi pembangunan masyarakat multikultural berbasis moderasi beragama. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 8(3), 331–348.
Andhiya, S., Shaleh, K., & Natsir, M. A. (n.d.). Penerapan Nilai-Nilai Dakwah dalam Pemasaran Produk Busana Muslimah Guna Meraih Keberkahan pada Brand Jamise Syar’i. Retrieved https://journals.sangkuriangpublisher.com/person
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Dickinson, S. (2024). The lineage of positive psychology and cognitive behavioral modalities: How Stoicism inspired modern psychotherapy. Discover Psychology, 4(1), 15.
Effendy, O. U. (1990). Ilmu komunikasi teori dan praktek. Remaja Rosdakarya.
Faisal, M. (2025). Media Teknologi sebagai Sarana Dakwah Digital: Analisis Sistematis Penggunaan Presentasi Digital dan Internet. At-Tawasul, 4(1), 115–125.
Firman Hidayat, & Malki Ahmad Nasir. (2022). Perbandingan Konsep Politik Dakwah Sayyid Qutb dan Hassan Hanafi. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 85–92. https://doi.org/10.29313/jrkpi.vi.1249
Fitria Nur Hasannah, & Wildan Yahya. (2022). Studi Pemikiran Dakwah KH. X tentang Gerakan Dakwah Tarbiyah. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 1(2), 119–127. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v1i2.574
Halwa Sri Wulandari, & Malki Ahmad Nasir. (2024). Strategi Dakwah YouTube Darussurur Media dalam Meningkatkan Pemahaman Agama. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 47–52. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v4i1.3903
Hamat, M. F., Shuhari, M. H., Rozali, M. H., & Makdom, A. H. A. (2021). Pendalilan Naqli dan ‘Aqli tentang Wujud Allah Menurut al-Ghazali Berdasarkan Kitab Ihya’‘Ulum al-Din: Implementation of Naqli and ‘Aqli on the Existence of Allah according to al-Ghazali Based on Ihya’‘Ulum al-Din. Afkar: Jurnal Akidah Dan Pemikiran Islam, 23(1), 91–138.
Koenig, H. G. (2018). Religion and mental health: Research and clinical applications. Academic Press.
Muhammad Zaenal Muttaqin, & Komarudin Shaleh. (2023). Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 43–48. https://doi.org/10.29313/jrkpi.vi.2274
Nanda Ghilman Nadhiri, Yahya, W., & N. Sausan Saleh. (2024). Penggunaan Instagram Sebagai Media Dakwah terkait Kesadaran Beribadah Mahasiswa Unisba. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 9–16. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v4i1.3741
Neri Hoirul Bariyah, & Ida Afidah. (2022). Pengaruh Dakwah Channel YouTube Ustadz Hanan Attaki terhadap Peningkatan Ibadah Salat Followers. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 57–64. https://doi.org/10.29313/jrkpi.vi.1207
Sikumbang, A. T., Effendy, E., & Husna, U. (2019). Efektifitas Komunikasi Persuasif Penyuluh Agama Islam Dalam Pembinaan Majelis Taklim Kota Langsa. AL-BALAGH: Jurnal Komunikasi Islam, 3(1), 30–46.
Zaidan, A. K. (2001). Ushul al-Da’wah. Beirut: Muassasah al-Risâlah.
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.