Analisis Semiotika Nilai-Nilai Islam Dalam Film Ketika Berhenti Di Sini
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i1.17878Keywords:
Nilai-Nilai Islam, Semiotika, FilmAbstract
Abstract. Ketika Berhenti Di Sini is a story of loss inspired by personal experience. The movie explores the sense of loss and how humans come to terms with it, especially the loss of the closest person due to death. This research aims to find out the Islamic values in the movie Ketika Berhenti Di Sini. The research method used is semiotic analysis method according to Charles Sanders Peirce’s view. The data collection techniques used were observation and documentation. From the results of the study found scenes containing semiotics in the form of conversations, gestures, and expressions. As in scene four, it shows the meaning of stress through implusive behavior and is shrouded in high guilt. Then in other scenes it contains the meaning of acceptance, hard work, and caring for others. The Islamic values contained in this movie are more dominated by moral values compared to the values of creed and shari’ah.
Abstrak. Ketika Berhenti Di Sini mengangkat kisah kehilangan yang terinspirasi dari pengalaman personal. Film yang mengeksplorasi rasa kehilangan dan bagaimana manusia berdamai dengan kehilangan itu, khususnya kehilangan orang terdekat karena kematian yang menjemputnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai islam dalam film Ketika Berhenti Di Sini. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode analisis semiotika menurut pandangan Charles Sanders Peirce. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi dan dokumentasi. Dari hasil penilitan ditemukan scene yang mengandung semiotika berbentuk percakapan gerak tubuh dan ekspresi. Seperti pada scene empat menunjukkan makna stress melalui perilaku implusif dan diselimuti rasa bersalah yang tinggi. Kemudian pada scene lainnya mengandung makna penerimaan kerja keras, dan peduli kepada sesama. Adapun nilai-nilai islam yang terdapat dalam film ini lebih didominasi oleh nilai akhlak dibandingkan dengan nilai akidah dan syari’ah.
References
Admin. (2023, April 8). 9 Jenis Ucapan (Qaulan) Menurut Al-Qur'an. Diambil kembali dari Pasulukan Loka Ganda Sasmita: https://pasulukanlokagandasasmita.com/9-jenis-ucapan-qaulan-menurut-al-quran/
Ardiana, R. (2022). Workshop Penelitian Kualitatif Sebagai Pembekalan Mahasiswa Semester Akhir Untuk Menyelesaikan Skripsi. Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2, No. 1, 49-54.
Kurniawati, H. C. (2021). Makna dan Simbol Pada Pernikahan Adat Etnis Tionghoa di Salatiga. Repository UKSW, 9-11.
M. Bisri Mustofa, S. W. (2021). Telaah Pesan Dakwah dalam Film Tilik (Studi Analisis Semiotika). Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam No.2, Vol. XIII, 224.
Ma'arif, B. S. (2010). Komunikasi Dakwah: Paradigma Untuk Aksi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Pirol, A. (2018). Komunikasi dan Dakwah Islam. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
Sakinah Qolbiya, e. a. (2021). Komunikasi Verbal yang Dilakukan oleh Jubir Covid 19 di Indonesia. Journal Riset Komunikasi Penyiaran Islam No.1, Vol. 1, 2.
Wikipedia. (2023, Agustus 8). Daftar Film Indonesia Tahun 2023. Diambil kembali dari Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_film_Indonesia_tahun_2023
Wikipedia. (2024, Januari 16). Film Sebagai Media Komunikasi Massa. Diambil kembali dari Wikipedia: https://id.wikipedia.org/Film_sebagai_Media_Komunikasi_Massa